• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi Sesak Napas yang Perlu Segera Ditangani di UGD

Kondisi Sesak Napas yang Perlu Segera Ditangani di UGD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kondisi Sesak Napas yang Perlu Segera Ditangani di UGD

Halodoc, Jakarta – Bila kamu merasa tidak bisa bernapas cukup dalam, tidak bisa mendapatkan udara yang cukup, atau berusaha keras untuk bernapas, itu artinya kamu mengalami sesak napas. Dokter terkadang menyebut kondisi ini sebagai dispnea.

Sesak napas kadang-kadang bisa terjadi ketika kamu berolahraga terlalu keras, masuk angin atau sedang merasa stres. Beberapa kondisi medis juga bisa menyebabkan sesak napas, antara lain asma, alergi, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan COVID-19. 

Bila kamu mengalami sesak napas berulang kali, atau sepertinya semakin memburuk dari waktu ke waktu, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Namun, bila kamu tiba-tiba merasa tidak bisa bernapas, itu bisa menjadi kondisi darurat medis dan perlu segera ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD).

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sesak Napas Bisa Sembuh Saat Puasa

Penyebab Sesak Napas

Sebagian besar kasus sesak napas disebabkan oleh kondisi jantung atau paru-paru. Kedua organ vital tersebut terlibat dalam pengangkutan oksigen ke jaringan dan membuang karbon dioksida, sehingga masalah yang terjadi pada salah satu proses ini memengaruhi pernapasan.

Sesak napas yang terjadi tiba-tiba atau disebut juga akut bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi berikut:

  • Anafilaksis (reaksi alergi yang parah).
  • Asma.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Kelebihan cairan di sekitar jantung (tamponade jantung).
  • PPOK.
  • COVID-19.
  • Serangan jantung.
  • Aritmia jantung (masalah irama jantung).
  • Gagal jantung.
  • Pneumonia dan infeksi paru lainnya.

Pada kasus sesak napas yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu atau lebih (sesak napas kronis), kondisi ini paling sering disebabkan oleh:

  • Asma.
  • PPOK.
  • Dekondisi.
  • Disfungsi jantung.
  • Penyakit paru interstisial.
  • Kegemukan.
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru).

Baca juga: Penanganan Pertama Sesak Napas saat Mengalami Asma

Kapan Harus Mencari Perawatan Medis Darurat?

Segera hubungi atau minta seseorang untuk mengantar kamu ke UGD rumah sakit terdekat bila kamu mengalami sesak napas parah yang terjadi secara tiba-tiba dan memengaruhi kemampuan tubuh untuk berfungsi.  

Segera cari perawatan medis darurat bila sesak napas kamu disertai dengan nyeri dada, pingsan, mual, bibir atau kuku berwarna kebiruan, atau perubahan kewaspadaan mental, karena itu mungkin saja merupakan pertanda serangan jantung atau emboli paru.

Segera cari bantuan medis juga bila kamu memiliki riwayat bronkitis, pneumonia, asma kronis, atau kondisi pernapasan lainnya, dan tiba-tiba mengalami sesak napas.

Pertolongan Pertama untuk Sesak Napas di UGD

Masalah pernapasan adalah salah satu alasan paling umum orang mencari bantuan di UGD rumah sakit. Sebuah studi menemukan bahwa 13 persen dari semua panggilan layanan medis darurat medis ditujukan untuk masalah pernapasan.

Pertolongan pertama yang seringkali diberikan oleh dokter, perawat atau teknisi medis darurat untuk menangani pasien sesak napas adalah memberi oksigen ekstra atau terapi oksigen. Pasien akan mendapatkannya melalui selang yang dimasukkan ke dalam hidung atau tenggorokan, atau melalui masker yang dipasang di hidung dan mulut. Dengan cara ini, pasien bisa mendapatkan lebih banyak oksigen ke paru-paru dan aliran darahnya. Kemudian, kadar oksigen darah pasien dipantau untuk memastikan ia mendapatkan cukup oksigen.

Petugas medis juga akan mencoba mencari tahu dengan cepat mengapa kamu mengalami kesulitan bernapas. Dokter akan memeriksa kamu dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan kamu dan gejala yang kamu alami. Dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan, seperti ultrasound atau sinar-X.

Baca juga: Sesak Napas Saat Hamil, Benarkah Bisa Sebabkan Kematian?

Itulah penjelasan mengenai kondisi sesak napas yang perlu segera ditangani di UGD. Bila kamu mengalami gejala penyakit yang parah, segera buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Kamu pun bisa langsung berobat tanpa perlu antre. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. When Shortness of Breath Is an Emergency.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Shortness of breath.