08 May 2017

7 Hal Ini Terjadi Pada Tubuh Saat Hubungan Intim

Halodoc, Jakarta – Tahukah Anda jika apa yang terjadi pada tubuh saat berhubungan intim dapat memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan Anda? Menurut Lauren Streicher, MD, profesor jurusan kandungan di Feinberg School of Medicine, “Ada banyak organ dan sistem yang terlibat dalam fungsi seksual dan Anda membutuhkannya bekerja dengan baik agar hubungan intim berjalan dengan baik.”

Mengetahui apa yang terjadi pada tubuh saat berhubungan intim mungkin tidak terasa begitu penting apabila Anda menikmatinya bersama pasangan. Namun apabila terjadi sesuatu yang pada tubuh, mengetahui reaksi tubuh saat berhubungan intim nantinya dapat membantu untuk mengatasi masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Nah, berikut ini adalah yang terjadi pada tubuh saat hubungan intim seperti dilansir dari Prevention:

1. Sibuknya Zat Kimia Otak & Hormon
Menurut Lauren Streicher, terjadinya libido dimulai di otak. Karena otak tidak memproduksi estrogen maupun testosteron, maka rangsangan untuk hormon ini pun diaktifkan di otak. Rasa senang yang dialami wanita saat melakukan hubungan intim muncul mulai dari pundak ke atas, sedangkan pria mulai dari pinggang ke bawah. Inilah alasan mengapa pikiran yang campur aduk seperti depresi, stres atau bahkan memikirkan pekerjaan dapat membuat suasana hati menjadi buruk.

Ada tiga hormon yang membuat adrenalin meningkat saat berhubungan intim yakni estrogen, testosteron, dan progesteron. Selama dan setelah berhubungan intim, endorfin atau zat kimia otak akan meningkat sehingga membuat perasaan senang, rileks, dan kadang mengurangi rasa sakit. Menurut Johannes Hinrich von Borstel, penulis Heart: The inside Story of Our Body’s More Heroic Organ, kontak fisik dapat meningkatkan rasa sayang, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi stres.

2. Hati Berdebar
Saat merasa merasa senang, secara fisik orang akan menjadi lebih aktif dan tubuh pun jadi membutuhkan darah di area tertentu saat berhubungan intim. Untuk itu, secara natural detak jantung pun memilih untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan fokus di genitals. Cara seseorang bernafas pun akan meningkat sehingga membantu jantung untuk mengatur aliran darah yang dibutuhkan. Menurut ahli kandungan Sherry A. Ross, MD, yang juga penulis She-ology: TheDefinitive Guide to Women’s Intimate Health, hubungan intim yang seperti ini memiliki efek yang hampir sama seperti berolahraga.

3. Pembuluh Darah Melebar
Detak jantung yang meningkat membuat pembuluh darah melebar sehingga membuat lebih banyak darah mengalir ke area genital. “Inilah mengapa pria mengalami ereksi dan wanita mulai memproduksi pelumas,” jelas Lauren Streicher.

4. Kulit Memerah
Pembuluh darah yang melebar juga menunjukkan banyaknya darah mengalir di bawah kulit. Inilah alasan mengapa kulit menjadi memerah dan tubuh terasa lebih hangat.

5. Kontraksi Otot
Saat berhubungan intim, otot dasar panggul (pelvic floor), abdomen, dan betis akan berkontraksi. Menurut Lauren, kontraksi ini merupakan respon tubuh yang terjadi sebelum rasa rileks yang muncul saat orgasme. Tentu saja ini menjadi hal yang wajar dan bisa dirasakan oleh Anda saat melakukan hubungan intim.

6. Reaksi Pada Alat Kelamin Wanita
Melakukan hubungan intim umumnya akan menimbulkan reaksi pada alat kelamin wanita yang disebabkan oleh aliran darah yang mengalir deras di area genital. Aliran darah yang mengalir ini tidak hanya menstimulasi untuk memproduksi pelumas, namun juga menyebabkan labia dan klitoris membengkak. Reaksi yang diberikan vagina ini pun dapat terjadi apabila terjadi stimulasi secara fisik di area ini, ujar Lauren Streicher.

7. Payudara Membengkak
Aliran darah saat melakukan hubungan intim akan semakin lancar. Ini akan menyebabkan payudara akan secara sementara membesar dan lebih sensitif. Bahkan puting pun akan terlihat lebih menonjol dan ini adalah merupakan hal yang wajar terjadi.

Membicarakan masalah kesehatan seksual Anda sangat penting dilakukan bukan hanya pada pasangan agar dapat mencapai kepuasan yang diinginkan. Dan tak ada salahnya untuk berdiskusi pada dokter mengenai kesehatan seksual dan hubungan intim pada dokter ahli yang tepat.

Sebelum ke rumah sakit, Anda dapat berbicara dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Pilih dokter spesialis kandungan yang Anda inginkan dan hubungi melalui Chat, Video Call, maupun Voice Call. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Play Store sekarang.