• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Radang Sendi pada Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Radang Sendi pada Lansia

7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Radang Sendi pada Lansia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Februari 2022

“Radang sendi atau yang dikenal dengan istilah osteoarthritis (OA) adalah kondisi yang umum menyerang lansia, baik wanita maupun pria. Pada wanita, kondisi ini biasa terjadi setelah berusia 45 tahun. Sedangkan pada pria terjadi sebelum berusia 45 tahun. Lantas, bagaimana mengatasinya?”

7 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Radang Sendi pada Lansia

Halodoc, Jakarta – Radang sendi adalah penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi atau degenerasi tulang rawan sendi. Padahal, tulang ini memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai bantalan untuk mencegah gesekan berlebihan saat sendi digerakkan. 

Degenerasi tulang di area sendi akan memicu rasa sakit saat bergerak atau beraktivitas. Meski tidak menular dan tidak memengaruhi organ mana pun dalam tubuh, degenerasi tulang sendi akan membuat pengidapnya kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Langkah Sederhana Mengatasi Radang Sendi pada Lansia

Osteoarthritis bukan hanya menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada sendi saat beraktivitas. Gangguan kesehatan ini juga ditandai dengan:

  • Nyeri sendi setelah penggunaan berlebihan.
  • Nyeri sendi setelah lama tidak digerakkan.
  • Sendi terasa kaku setelah lama beristirahat.
  • Pembengkakan pada sendi, yang disertai rasa panas.

Jika mengatasi sejumlah gejala tersebut, berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:

1. Terapi Panas

Terapi panas dapat dilakukan dengan bantalan pemanas, air panas yang dimasukkan ke dalam wadah, atau krim penghilang rasa sakit. Jika memutuskan untuk memakai bantalan pemanas atau air panas, pastikan tidak langsung menyentuh kulit. Gunakan handuk untuk melapisinya.

2. Terapi Dingin

Jika terapi panas tidak berhasil, cobalah terapi dingin. Langkah tersebut dapat kamu lakukan menggunakan es batu dalam kantung, kemudian kompres di area sendi yang terasa sakit. Sama seperti terapi hangat, pastikan agar dingin tidak langsung menyentuh kulit, ya! Gunakan handuk untuk melapisinya.

3. Terapi Kombinasi

Terapi panas bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar persendian. Sedangkan terapi dingin berfungsi untuk meminimalisir peradangan sendi akibat aktivitas yang dilakukan. Untuk memaksimalkan fungsinya, kamu bisa menggunakan kombinasi terapi dari keduanya.

4. Bergerak Aktif

Banyak lansia yang justru tidak ingin bergerak karena radang sendi yang dialami. Padahal, dengan berdiam diri justru membuat penyakit menjadi semakin parah. Tidak perlu bergerak berlebihan, setidaknya berjalan-jalan saja di sekitar rumah dalam beberapa jam sekali.

5. Melakukan Pijatan

Memijat sendi yang terasa nyeri dengan lembut membantu menghangatkan dan merelaksasi area tersebut. Langkah yang satu ini juga dapat membantu pengidap mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Jika pijatan terasa menyakitkan, coba gunakan kompres panas terlebih dulu, ya.

6. Pertahankan Berat Badan Ideal

Berat badan yang berlebihan akan memberikan beban lebih berat pada area persendian. Jika penyebab radang sendi yang kamu alami adalah akibat dari obesitas, sebaiknya lakukan pola diet sehat dengan konsumsi makanan bergizi seimbang. Dengan begitu, beban sendi akan berkurang.

7. Konsumsi Omega 3

Konsumsi makanan dengan tinggi omega-3, seperti salmon, sarden, herring, dan tuna, atau suplemen dapat mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh. Hal tersebut tentu dapat membantu mengurangi nyeri akibat radang sendi. Jika ingin mengonsumsi suplemen, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dulu, ya.

Jika sejumlah langkah sederhana tersebut tidak dapat mengatasi radang sendi yang kamu alami, silahkan periksakan diri di rumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan. Jika membutuhkan informasi terkait dengan radang sendi atau masalah kesehatan lainnya, kamu bisa download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Daily Caring. Diakses pada 2022. 8 Tips for Arthritis Pain Relief.
WebMD. Diakses pada 2022. What You Need to Know About Elderly-Onset RA.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Arthritis pain: Do’s and don’ts.