7 Tanda Mengenali Alergi Susu pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
7 Tanda Mengenali Alergi Susu pada Anak

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat anak mengalami diare kemudian muncul bintik-bintik merah setelah diberi susu sapi? Sebaiknya ibu tidak memberikan lagi susu sapi kepada anak, karena ini adalah tanda bahwa anak memiliki alergi terhadap susu sapi. Kondisi bisa bertambah parah jika anak tetap dibiarkan konsumsi susu sapi. 

Ketika seorang anak mengalami alergi terhadap susu sapi, artinya sistem kekebalan tubuhnya, yang biasanya melawan infeksi, bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi. Setiap kali anak minum susu, tubuh mengira bahwa protein-protein dalam susu sapi adalah zat berbahaya sehingga sistem imun bekerja keras untuk melawannya. Hasilnya, anak mengalami reaksi alergi akibat tubuh melepaskan bahan kimia seperti histamin.

Baca juga: 5 Makanan Pengganti Produk Susu untuk Anak-Anak

Tanda-Tanda Anak Alami Alergi Susu

Tingkat keparahan reaksi alergi yang dialami anak terhadap susu dapat bervariasi. Meskipun satu reaksi awal cenderung ringan, reaksi selanjutnya bisa jadi lebih parah dan bahkan mengancam jiwa. 

Mengutip National Health Services UK, alergi susu sapi adalah salah satu alergi makanan anak-anak yang paling umum. Diperkirakan alergi ini mempengaruhi sekitar 7 persen bayi berumur kurang dari satu tahun meskipun sebagian besar anak-anak bisa sembuh dari kondisi ini setelah menginjak usia 5 tahun.

Jadi, hal yang penting untuk memeriksakan anak ke rumah sakit jika tanda-tanda alergi susu ia alami. Nah, ini beberapa tanda anak alami alergi susu: 

  • Diare. Diare adalah salah satu ciri bayi mengalami alergi susu. Reaksi diare terjadi sangat cepat, bahkan setelah bayi meminum susu tersebut. Hal tersebut dikarenakan saluran pencernaan bayi yang tidak dapat menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan oleh susu. Kondisi ini bisa menyebabkan anak lemah karena kekurangan air. 

  • Napas Berbunyi (Mengi). Napas berbunyi adalah gejala lain saat anak alami alergi susu. Napas bayi berbunyi terjadi akibat bayi mengalami kesulitan bernapas akibat. Hal tersebut dikarenakan saluran pernapasan bayi memberikan reaksi alergi yang cepat ketika saluran pernapasan, sehingga dihasilkan banyak lendir yang sebabkan gangguan napas.

  • Perut Kembung. Ketika terkena alergi susu, biasanya perut bayi juga akan kembung. Bayi yang tidak dapat menerima zat di dalam susu akan menyebabkan kondisi pencernaan yang tidak nyaman, sehingga membuat perut kembung dan memicu bayi mual atau muntah. Perut kembung ini terjadi karena perut membuat gas di dalam perut, sehingga menjadi tampak kembung. Jika ibu mengetuk pelan, ada suara nyaring yang berasal dari perut.

  • Bintik Merah di Kulit. Ciri-ciri lain ketika bayi mengalami alergi susu yaitu mengalami bintik merah di kulit. Bayi yang baru lahir dapat menerima dampak yang berat karena kulitnya masih sangat sensitif. Bintik merah karena alergi susu dapat menyebabkan rasa gatal yang parah, sehingga ruam merahnya seperti menumpuk pada kulit. Gejala ini biasanya terjadi dengan cepat setelah meminum susu.

  • Batuk. Bayi juga bisa batuk jika terkena alergi susu, karena sistem pernapasan sensitif. Hal itu terjadi ketika tubuh bayi menolak zat yang terkandung dalam susu, sehingga batuk akan terjadi. Pada awalnya, bayi mengeluarkan suara serak, sehingga terlihat seperti sangat kesakitan. Kemudian, bayi akan sering batuk apalagi setelah minum susu.

  • Bayi Menangis Ketika Menelan Susu. Bayi juga bisa menangis ketika menelan susu jika ia mengidap alergi susu. Kebanyakan ibu menganggap bahwa hal ini dikarenakan rasa susu yang kurang enak, padahal kondisi tersebut dikarenakan bayi merasa sakit dan sesak di bagian tenggorokan. Saluran pernapasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kandungan dalam susu.

  • Bengkak pada Wajah. Bayi yang mengidap alergi susu juga bisa mengalami bengkak pada wajah. Beberapa bayi dapat terkena kondisi yang mengerikan seperti syok anafilaktik karena alergi susu. Anafilaksis adalah salah satu dampak alergi yang dapat menyebabkan kematian pada bayi. Gejala dari anafilaksis yaitu wajah bayi menjadi bengkak, merah, dan menangis karena sulit bernapas. Jika bayi ibu terlihat mengalami gejala ini, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Ketahui Fakta Susu Soya untuk Anak

Segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika anak mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Pemeriksaan harus dilakukan secepatnya demi mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Referensi:
National Health Services. Diakses pada 2019. What Should I Do If I Think My Baby Is Allergic or Intolerant to Cows' Milk?
Kids Health. Diakses pada 2019. Milk Allergy in Infants.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Milk Allergy.