8 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Dermatitis Numularis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
8 Faktor Ini Tingkatkan Risiko Dermatitis Numularis

Halodoc, Jakarta – Dermatitis numularis mungkin terlihat berbeda dari jenis eksim lainnya. Dermatitis numularis bisa memengaruhi setiap orang secara berbeda-beda, sehingga lebih sulit untuk diobati. Dermatitis numularis adalah bentuk eksim yang dapat dialami oleh segala usia. 

Baca Juga: Bagian Tubuh yang Rentan Terkena Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis menghasilkan bintik-bintik yang berbentuk seperti koin di kulit. Itulah sebabnya kondisi ini dinamai numular. Numular berasal dari kata Latin yang berarti koin. Bintik-bintik bisa menimbulkan rasa gatal yang hebat atau tidak gatal sama sekali. Bintik juga bisa terasa kering dan bersisik atau menjadi basah dan terbuka.

Apa Penyebab Dermatitis Numularis?

Penyebab dermatitis numularis tidak diketahui, namun bukan penyakit keturunan. Dermatitis numularis bisa disebabkan oleh gigitan serangga, goresan, dan paparan bahan kimia. Dermatitis numularis dapat dipicu oleh penyakit dermatitis atopik yang meradang. Kulit kering, aliran darah yang tidak lancar di salah satu bagian tubuh dan penggunaan krim antibiotik juga bisa memicu dermatitis numularis. 

Kondisi ini terkadang terlihat seperti kurap, sehingga penting untuk memastikan bahwa itu bukan infeksi jamur, terutama jika tidak menanggapi pengobatan. Ini biasanya dapat dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan dengan pengikisan kulit atau kultur jamur untuk di cek terlebih dahulu. Kalau kamu ingin memeriksakan diri, buat janji terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc. Seperti halnya dermatitis atopik, dermatitis numularis juga sering disebabkan oleh bakteri staph.

Baca Juga: Pencegahan Efektif untuk Kondisi Dermatitis Numularis

Faktor Risiko Dermatitis Numularis 

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terkena dermatitis numularis, yaitu :

  • Tinggal di iklim yang dingin dan kering;
  • Memiliki jenis kulit kering;
  • Mengalami aliran darah yang buruk atau bengkak, terutama di daerah kaki;
  • Mengidap jenis eksim lainnya;
  • Mengalami cedera kulit akibat gigitan serangga atau abrasi;
  • Mengalami infeksi bakteri yang menyerang kulit;
  • Menjalani operasi;
  • Konsumsi beberapa obat.

Apakah Dermatitis Numularis Dapat Diobati?

Mirip seperti dermatitis atopik, pengidap bisa menggunakan pelembap untuk meredakan dan melindungi penghalang kulit yang rusak telah rusak. Pada banyak kasus, dokter dapat meresepkan obat steroid untuk meredakan peradangan. Untuk beberapa alasan, krim steroid yang lebih ringan mungkin tidak banyak membantu mengobati dermatitis numularis. Oleh sebab itu, krim steroid dengan dosis yang lebih kuat dibutuhkan. 

Kabar baiknya, dermatitis numularis dapat hilang sepenuhnya setelah perawatan yang tepat. Apabila pemberian steroid tidak membantu, dokter bisa meresepkan fototerapi atau obat topikal non-kortikosteroid seperti tacrolimus atau pimecrolimus. Obat-obat ini disebut inhibitor kalsineurin topikal (TCI) yang sudah terbukti aman untuk digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Baca Juga: Obati Dermatitis Numularis dengan 3 Cara Ini

Antibiotik topikal atau oral dapat digunakan ketika ada infeksi bakteri pada kulit. Sedangkan pada kasus yang sangat parah, steroid sistemik (diminum atau diberikan dengan injeksi) digunakan dalam waktu singkat untuk meredakan gejala, meskipun tidak dianjurkan.

Referensi:
National Eczema. Diakses pada 2019. Nummular Eczema.
Healthline. Diakses pada 2019. Nummular Eczema.