8 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Echocardiografi

8 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Echocardiografi

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar pemeriksaan echocardiografi? Bagi kamu yang masih asing dengan pemeriksaan ini, echocardiografi merupakan  tes menggunakan gelombang suara untuk menangkap struktur organ jantung. Pemeriksaan ini dibantu dengan teknologi Doppler. Teknologi yang satu ini bisa membantu mengukur kecepatan dan arah aliran darah.

Echocardiografi juga dapat menentukan area otot jantung yang tidak berkontraksi dengan baik, karena aliran darah yang buruk atau cedera akibat serangan jantung sebelumnya. Lalu, penyakit atau indikasi apa saja yang menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan echocardiografi.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung

Mendeteksi Penyakit Jantung

Jika pengidap memiliki tanda atau gejala masalah jantung, biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan echocardiografi. Misalnya, sesak napas dan bengkak di kaki yang merupakan tanda-tanda gagal jantung.

Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah yang kaya oksigen untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Untuk menunjukkan seberapa baik jantung memompa darah, echocardiografi juga bisa dilakukan. Kelainan jantung lainnya juga dapat diketahui dengan jenis pemeriksaan ini demikian juga ukuran jantung. Nah, berikut beberapa kondisi kesehatan yang bisa dideteksi lewat pemeriksaan:

  1. Jantung yang membesar mungkin akibat tekanan darah tinggi, katup jantung yang bocor, ataupun gagal jantung.

  2. Mendeteksi peningkatan ketebalan ventrikel (ruang bawah jantung) yang bisa jadi karena tekanan darah tinggi,

  3. Penyakit katup jantung, ataupun

  4. Cacat jantung bawaan  seperti lubang di jantung dan cacat jantung kongenital yang merupakan masalah struktural yang muncul saat lahir.

  5. Penyakit jantung koroner.

  6. Gangguan pompa jantung.

  7. Hipertensi pulmonal.

  8. Kerusakan jantung pasca serangan jantung.

Di samping itu, seseorang yang mengalami stroke juga mungkin disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Tujuannya, untuk mengetahui adanya pembekuan darah atau tumor yang dapat menyebabkan stroke.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner

Ketahui Prosedurnya

Tes echocardiografi ini hanya memakan waktu kurang dari satu jam dan tak menimbulkan rasa sakit. Pada beberapa jenis echocardiografi, dokter akan menyuntikkan pewarna khusus (saline) ke dalam salah satu vena. Zat tersebut membuat jantung terlihat lebih jelas pada gambar.

Pewarna yang digunakan dalam echocardiografi berbeda dari pewarna yang dipakai selama angiografi (tes untuk memeriksa pembuluh darah tubuh). Pengidap perlu melepas pakaian dari pinggang ke atas. Pada pasien perempuan akan diberikan pakaian khusus untuk dipakai selama tes. Pengidap akan diminta berbaring telentang atau menghadap ke kiri di atas meja.

Bercak lunak dan lengket yang disebut elektroda akan dilekatkan pada dada untuk memungkinkan EKG (elektrokardiogram) dilakukan. EKG adalah tes yang mencatat aktivitas listrik jantung.

Perut ibu hamil akan dioleskan gel ke dada oleh dokter atau ahli sonografi (orang yang dilatih khusus untuk melakukan ultrasound). Gel membantu gelombang suara mencapai jantung. Perangkat seperti tongkat yang disebut transduser akan dipindahkan di dada.

Kemudian transduser mentransmisikan gelombang ultrasonik ke dada. Komputer akan mengonversi gema dari gelombang suara menjadi gambar jantung di layar. Selama pengujian, lampu di dalam ruangan akan redup, sehingga layar komputer lebih mudah dilihat.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!