01 March 2019

9 Ciri Gangguan Testosteron

9 Ciri Gangguan Testosteron

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya jenis hormon, hormon testosteron merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Testosteron sendiri sering dianggap sebagai “hormon pria”, yang diproduksi di bagian testis. Ia memiliki beragam fungsi. Salah satunya memengaruhi bentuk tubuh pria. Contohnya, lingkar pinggang.

Lingkar pinggang seorang pria tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja. Sebab, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar hormon.  Terapi hormon testosteron pada seorang pria bisa berpengaruh pada lingkar pinggangnya. Kata seorang profesor kedokteran dan onkologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengurangan jumlah lemak perut pada pria yang diberi testosteron.

Baca juga: Fungsi Hormon Testosteron Bagi Pria dan Wanita

Meski dikenal sebagai “hormon pria”, namun hormon ini juga dimiliki oleh wanita yang berfungsi untuk meningkatkan hasrat seksual dan pengatur suasana hati.

Nah, hormon ini memerlukan keseimbangan jumlah agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi, apa jadinya bila terdapat gangguan testosteron dalam tubuh? Misalnya, jumlahnya yang menurun atau terlalu banyak?

Ciri-Ciri Gangguan Testosteron

Hormon ini sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya.

Dalam dunia kedokteran, kondisi saat pria mengalami penurunan kadar hormon ini disebut dengan hipogonadisme. Sayangnya, banyak pria yang enggak menyadari gejala hipogonadisme ini. Nah, berikut beberapa ciri ketika pria mengalami gangguan testosteron (jumlahnya berkurang):

  1. Kehilangan kekuatan tubuh.

  2. Gangguan ereksi.

  3. Penurunan libido dan kehilangan gairah seksual.

  4. Sering mengantuk setelah makan.

  5. Sering merasa lesu dan letih.

  6. Mengalami gangguan ereksi.

  7. Rambut-rambut di tubuh mulai rontok (tak hanya di kepala).

  8. Massa otot tubuh berkurang.

  9. Lingkar pinggang makin bertambah.

Gangguan testosteron tak hanya berupa berkurangnya jumlah hormon ini saja. Sebab, kelebihan hormon ini juga bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Misalnya, testis mengkerut, kulit berminyak dan jerawatan, serta meningkatnya jumlah sel darah merah dan hemoglobin.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kekurangan Hormon Testosteron pada Pria

Sedangkan dampak menurunnya kadar hormon testosteron, pada psikis lain lagi ceritanya. Dampaknya bisa berupa gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya motivasi, dan masalah pada memori serta konsentrasi. Selain itu, pengidapnya juga cenderung merasa depresi atau sedih.

Gangguan Testosteron Pada Wanita

Kadar hormon testosteron yang rendah pada wanita juga bisa memicu berbagai keluhan. Misalnya, mengurangi libido atau gairah seksual. Sedangkan jumlah testosteron yang tinggi lain lagi. Kondisi ini bisa menyebabkan kelebihan rambut di dalam tubuh, timbul jerawat, klitoris membesar, ukuran payudara mengecil, peningkatan massa otot, suara menjadi berat, dan siklus menstruasi.

Baca juga: Pria, Ini 7 Tanda Testosteron Rendah. Kamu Termasuk?

Nah, bila dirimu merasakan adanya beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah tanyakan pada dokter perihal kadar testosteron tubuh. Normalnya, kadar hormon testosteron pada wanita berkisar 8–60 nanogram per desiliter. Sementara pria memiliki 400–700 nanogram per desiliter. Sedangkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi, adalah 300 nanogram per desiliter.

Memiliki gejala-gejala seperti di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!