9 Jenis Tes untuk Memastikan Diagnosis Kanker Usus Besar

9 Jenis Tes untuk Memastikan Diagnosis Kanker Usus Besar

Halodoc, Jakarta - Jangan pernah remehkan sembelit! Sebab, sembelit berkepanjangan yang disertai dengan sakit perut, serta perubahan drastis warna feses dapat menjadi indikasi kanker usus besar. Untuk menentukan diagnosisnya, biasanya dokter akan merekomendasikan sejumlah tes atau pemeriksaan. Apa sajakah itu?

Untuk mendiagnosis peluang kanker dan metastasisnya, dokter memang biasanya akan menggunakan serangkaian tes. Beberapa tes juga dapat menentukan pengobatan kanker usus besar mana yang mungkin paling efektif. Saat menentukan tes untuk diagnosis kanker usus besar, dokter juga bisa mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Usia dan kondisi medis.

  • Jenis kanker yang dicurigai.

  • Tanda-tanda dan gejala.

  • Hasil tes sebelumnya.

  • Riwayat medis pribadi dan keluarga.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor tadi, jenis pemeriksaan pun akan ditentukan. Berikut beberapa jenis tes yang umum digunakan untuk mendeteksi adanya sel kanker pada usus besar:

1. Kolonoskopi

Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat keseluruhan bagian dalam rektum dan usus besar. Jika ditemukan sel kanker dalam usus besar, diagnosis lengkap lengkap yang secara akurat menjelaskan lokasi dan penyebaran kanker tidak mungkin dibuat sebelum tumor diangkat secara bedah.

Baca juga: 10 Faktor Pemicu Kanker Usus Besar

2. Biopsi

Biopsi adalah prosedur pengangkatan sebagian kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes ini bisa dibilang cukup efektif dalam membuat diagnosis pasti dari kanker usus besar. Sampel yang diambil untuk biopsi kemudian akan dianalisis oleh ahli patologi untuk dievaluasi.

Biopsi bisa dilakukan selama kolonoskopi, atau bisa dilakukan pada jaringan yang diangkat dalam operasi. Terkadang, CT scan atau USG digunakan untuk membantu menjalankan biopsi jarum. Biopsi jarum mengangkat jaringan melalui kulit dengan jarum yang diarahkan ke dalam tumor. Jika biopsi tidak mungkin dilakukan, dokter bisa menganjurkan tes lain yang akan membantu membentuk diagnosis.

3. Tes Molekul Tumor

Dokter bisa menganjurkan dilakukannya tes laboratorium pada sampel tumor untuk mengidentifikasi gen spesifik, protein, dan faktor unik lainnya pada tumor. Hasil tes ini akan membantu menentukan apakah pilihan pengobatan mencakup satu jenis pengobatan yang disebut terapi bertarget.

4. Tes Darah

Kanker usus besar kerap menimbulkan perdarahan rektum, sehingga pengidap penyakit ini bisa mengalami anemia. Tes jumlah sel darah merah, yang merupakan bagian dari hitung darah lengkap (CBC), bisa menunjukkan kemungkinan perdarahan.

Tes darah lainnya mendeteksi kadar protein yang disebut carcinoembryonic antigen (CEA). Kadar CEA yang tinggi bisa mengindikasi bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. CEA bukanlah tes absolut untuk kanker kolorektal karena kadarnya tinggi hanya pada 60 persen pengidap kanker kolorektal yang telah menyebar ke organ lainnya dari usus besar. 

5. CT Scan

Tes ini bisa menciptakan citra tiga dimensi bagian dalam tubuh dengan mesin x-ray. Kemudian, komputer menggabungkan kumpulan citra ini menjadi gambar penampang detail yang menunjukkan kelainan atau tumor. CT scan juga bisa digunakan untuk menilai ukuran tumor. 

Terkadang, pewarna khusus yang disebut medium kontras akan diberikan sebelum scan dilakukan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. Pewarna ini bisa disuntikkan ke dalam vena pasien atau diberikan dalam bentuk pil untuk ditelan. Pada pengidap kanker usus besar, CT scan bisa memeriksa penyebaran kanker di paru, hati, dan organ lainnya, dan paling sering dilakukan sebelum operasi.

Baca juga: Lansia Lebih Rawan Kena Kanker Usus

6. MRI

Pemeriksaan ini menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambar tubuh yang rinci. MRI juga bisa digunakan untuk menilai ukuran tumor. Pewarna khusus yang disebut medium kontras akan diberikan sebelum scan dilakukan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. Sejauh ini, MRI adalah tes pencitraan terbaik untuk menemukan lokasi pertumbuhan kanker kolorektal.

7. Ultrasound

Ultrasound adalah prosedur yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar. Ultrasound endorectal biasa digunakan untuk mencari tahu berapa dalam kanker rektum telah tumbuh dan bisa digunakan untuk membantu merancang pengobatan. 

Namun, tes ini tidak dapat mendeteksi kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat, atau keluar panggul, dengan akurat. Ultrasound juga bisa digunakan untuk melihat hati, meskipun CT scan atau MRI lebih dipilih karena lebih baik dalam menemukan tumor di hati.

8. Rontgen Dada

Rontgen adalah cara untuk menghasilkan gambar susunan bagian dalam tubuh, dengan menggunakan radiasi dalam jumlah kecil. Rontgen dada bisa membantu dokter mencari tahu apakah kanker telah menyebar ke paru-paru.

Baca juga: Rahasia Olahraga bisa Cegah Kanker Usus Besar

9. PET Scan

PET scan adalah cara untuk menghasilkan gambar organ dan jaringan dalam tubuh. Sejumlah kecil zat gula radioaktif disuntikkan ke dalam tubuh peserta, dan zat gula ini akan digunakan oleh sel yang paling banyak menggunakan energi. Oleh karena kanker cenderung menggunakan energi secara aktif, kanker akan menyerap lebih banyak zat radioaktif. 

Kemudian, scanner mendeteksi zat ini untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh. Setelah tes diagnostik selesai, dokter akan mengulas semua hasilnya. Jika diagnosis yang keluar adalah kanker, hasil ini juga membantu dokter untuk menjelaskan kanker tersebut, dan tahap ini disebut staging.

Itulah sedikit penjelasan tentang jenis tes untuk mendiagnosis kanker usus besar. Jika ingin melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!