Beginilah Cara Mendiagnosis Infeksi HPV

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
HPV

Halodoc, Jakarta - Infeksi HPV pada seseorang biasanya sering sembuh tanpa adanya pengobatan. Namun, ada saat-saat ketika jenis lain HPV tetap ada dan menyebabkan kutil atau kanker pada alat kelamin. Kutil pada alat kelamin mungkin berawal dari semacam luka kecil, yang kemudian terbuka dan berdarah, menjadi kutil, akhirnya mengering dan sembuh setelah beberapa hari. Kamu mungkin susah membedakan kutil dengan jerawat atau rambut tumbuh ke dalam.

Perlu kamu ketahui, kebanyakan kasus kanker karena HPV merupakan kanker serviks, atau kanker tenggorokan dan lidah. Tanda-tanda kanker serviks mungkin juga termasuk pendarahan atau keluarnya cairan dari dalam Miss V, pendarahan di antara periode setelah hubungan intim atau saat menopause.  Di samping itu, ada pula gejala lain seperti sakit perut bagian bawah atau area pelvis, dan pada saat berhubungan intim.

Baca juga: Hati-Hati, Ini 4 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Menjadi Pemicu Kutil Kelamin

Cara mendiagnosis infeksi HPV pun bisa dilihat melalui munculnya kutil pada kulit. Sayangnya, kutil bisa saja tidak tumbuh dan celakanya infeksi HPV pada kelamin wanita berisiko untuk menimbulkan kanker serviks. Untuk mengetahui adanya infeksi HPV yang berisiko mengakibatkan kanker serviks, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  1. Tes IVA

Cara ini dilakukan dengan meneteskan cairan khusus asam asetat pada area kelamin. Apabila mengalami infeksi HPV, warna kulit akan berubah menjadi putih.

  1. Pap Smear

Prosedur ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi serviks yang mengarah pada kanker akibat infeksi HPV. Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel serviks untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium.

  1. Tes HPV DNA

Pemeriksaan HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi adanya unsur genetik (DNA) dari virus HPV yang berisiko tinggi menimbulkan kanker serviks.

Bagaimanakah Cara Mencegahnya?

Mendapatkan vaksin HPV merupakan cara terbaik untuk melawan virus HPV, terutama vaksin Cervarix dan Gardasil untuk wanita serta vaksin Gardasil untuk pria. Apabila ingin melakukan hubungan intim, sebaiknya gunakan kondom. Kendati demikian, area yang tidak terlindungi oleh kondom masih berisiko terinfeksi HPV. Menggunakan kondom pun tidak sepenuhnya menghilangkan, tapi akan mengurangi secara drastis risiko infeksi virus. Di samping itu, dengan tidak melakukan hubungan intim bebas akan mengurangi risiko penyakit.

Baca juga: 7 Pengobatan Alami Kutil yang Dapat Dicoba di Rumah

Walaupun begitu, upaya penanganan tetap harus dilakukan. Karena apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi HPV bisa menyebabkan komplikasi. Di antaranya:

  • Luka pada mulut dan saluran pernapasan atas. Luka ini bisa muncul pada lidah, tenggorokan, laring, atau hidung.
  • Kanker. Beberapa jenis kanker yang bisa muncul adalah kanker serviks, kanker anus, dan kanker pada saluran pernapasan atas.
  • Gangguan kehamilan dan persalinan. Komplikasi ini dapat terjadi pada wanita hamil yang mengalami infeksi HPV dengan kutil kelamin.

Baca juga: Kapan Waktu Paling Tepat untuk Vaksin HPV agar Mencegah Kutil Kelamin?

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai cara diagnosis infeksi HPV. Apabila kamu mencurigai suatu gejala berkaitan dengan HPV, segeralah komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.