Cegah Beri-Beri dengan 14 Makanan Sehat Berikut

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cegah Beri-Beri dengan 14 Makanan Sehat Berikut

Halodoc, Jakarta - Beberapa dari kita mungkin tak asing dengan penyakit beri-beri. Penyakit yang kerap terjadi di negara bagian Asia, termasuk Indonesia, ini merupakan kondisi yang disebabkan kurangnya vitamin B1 atau tiamin pirofosfat dalam tubuh. 

Penyakit beri-beri sendiri cukup berpotensi untuk menyerang bayi (1–4 bulan) hingga orang dewasa. Meski angka kejadian lebih sering di negara Asia, tetapi tetap ada peluang untuk terjadi di negara lainnya. Khususnya bagi mereka yang sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengonsumsi beras giling.

Sebenarnya apa sih fungsi tiamin bagi tubuh? Secara sederhana, tiamin ini merupakan nutrisi yang membantu tubuh untuk mengubah makanan menjadi sumber energi dan menjaga fungsi jaringan tubuh. 

Seseorang yang terserang beri-beri akan merasakan sederet gejala. Mulai dari kesulitan berjalan, nyeri atau hilangnya fungsi otot tubuh, sensasi geli di titik tertentu, pembengkakan tungkai di bagian bawah, hingga kelumpuhan tungkai bagian bawah. 

Baca juga: Si Kecil Alami Beri-Beri, Orangtua Lakukan Hal Ini

Pertanyaannya, makanan seperti apa sih yang bisa mencegah penyakit beri-beri? 

Makanan Kaya Tiamin

Pada dasarnya, cara mencegah beri-beri simpel kok. Cara paling ampuh adalah dengan mencukupi kebutuhan vitamin B1 atau tiamin. Lalu, makanan apa saja sih yang banyak mengandung tiamin? 

  1. Biji-bijian utuh, seperti gandum utuh, oatmeal, beras merah, atau produk yang mengandung biji-bijian utuh;

  2. Ikan tuna dan trout;

  3. Daging sapi;

  4. Telur;

  5. Pasta;

  6. Kacang-kacangan;

  7. Sayur dan buah-buahan;

  8. Sereal;

  9. Bit hijau;

  10. Taoge;

  11. Labu Acorn;

  12. Susu;

  13. Nasi; dan

  14. Asparagus.

Yang perlu digarisbawahi, cobalah hindari memasak atau memproses makanan di atas dalam waktu yang lama. Pasalnya, hal tersebut bisa menurunkan kadar tiamin di dalamnya. Selain itu, cobalah kurangi makanan dan minuman, seperti teh, kopi, dan kacang pinang. Ketiga mengandung antitiamin, sehingga bisa “menghancurkan” tiamin yang masuk ke dalam tubuh. 

Baca juga: Idap Beri-Beri, Coba Konsumsi Makanan Ini

Bagaimana bila asupan vitamin B1 masih belum tercukupi? Cobalah temui dokter untuk mendapatkan saran yang tepat. Untuk mencegah beri-beri, biasanya dokter akan merekomendasikan kita untuk mengonsumsi suplemen vitamin B1. Suplemen ini tersedia dalam bentuk tunggal, atau gabungan dengan vitamin dan mineral lainnya. 

Nah, cukup simpel bukan tips atau cara mencegah beri-beri? 

Awasi Faktor Risikonya

Seperti yang dijelaskan di atas, penyebab utama penyakit beri-beri ini adalah kurangnya kadar tiamin di dalam tubuh. Nah, berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkannya. 

  • Kondisi medis tertentu, seperti kondisi alkoholik, kelaparan, atau operasi gastric bypass.

  • Konsumsi makanan olahan yang tinggi sulfit. Sulfit adalah senyawa yang dapat menghancurkan thiamine.

  • Konsumsi makanan tinggi thiaminase. Thiaminase adalah enzim yang berfungsi untuk memecah tiamin. Nah,  mengonsumsi ikan air tawar mentah, kerang-kerangan mentah, dan nasi yang digiling akan memicu kerja enzim yang memecah tiamin.

  • Konsumsi minuman tinggi antitiamin, seperti teh dan kopi.

  • Peningkatan pembuangan thiamine akibat gangguan diare, obat-obatan diuretik, peritoneal dialysis, hemodialisis (cuci darah), atau hiperemesis gravidarum.

  • Kurangnya penyerapan tiamin, seperti pada kondisi keadaan alkoholik, malnutrisi, dan kekurangan folat.

Baca juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi Pengidap Beri-beri

Ingat, jangan sekali-kali meremehkan penyakit beri-beri. Pasalnya, bila tak ditangani dengan tepat penyakit ini bisa merusak organ tubuh. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menimbulkan komplikasi, seperti gangguan psikotik, gagal jantung kongestif, koma, hingga kematian.

Nah, yakin masih malas mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B1?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!