Adakah Cara Mencegah Agranulositosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Adakah Cara Mencegah Agranulositosis?

Halodoc, Jakarta – Sel darah putih ada dalam tubuh berfungsi membentuk sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini mengandung enzim yang dapat membunuh bakteri dan organisme lain serta memecah zat yang membahayakan tubuh. Sel darah putih mempunyai berbagai jenis dengan bentuk dan fungsinya yang berbeda. Granulosit, yang dikenal juga dengan neutrofil adalah sel darah putih yang membentuk bagian dari sistem kekebalan tubuh. 

Baca Juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Pengaruhi Sel Darah Putih

Tanpa granulosit, seseorang berisiko tinggi terkena infeksi jangka panjang. Agranulositosis adalah suatu kondisi ketika jumlah neutrofil absolut kurang dari 100 neutrofil per mikroliter darah. Normalnya, seorang individu memiliki setidaknya 1500 neutrofil per mikroliter darah. Semakin rendah jumlah neutrofil, maka semakin besar pula risiko seseorang mengalami infeksi berbahaya.

Apa yang Menyebabkan Agranulositosis?

Agranulositosis adalah kondisi serius dan dapat mengancam jiwa. Kondisi ini bisa diperoleh maupun diwariskan. Kondisi ini muncul ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan cukup sel granulosit atau granulosit dihancurkan lebih cepat daripada yang bisa diganti. Ada beberapa faktor yang menyebabkan agranulositosis, seperti:

  • Menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker;

  • Penggunaan beberapa obat resep, terutama antibiotik tertentu, obat anti-tiroid dan anti-psikotik;

  • Terkena paparan zat beracun, seperti arsenik atau merkuri;

  • Gangguan kegagalan sumsum tulang seperti anemia aplastik;

  • Kondisi medis lainnya, seperti tumor atau penyakit autoimun.

Bentuk agranulositosis bawaan (saat lahir) disebabkan oleh kelainan genetik. Agranulositosis genetik infantil adalah bentuk langka dari penyakit bawaan yang bisa dialami bayi baru lahir.

Baca Juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Memengaruhi Sel Darah Merah

Seperti Apa Gejala Agranulositosis?

Kurangnya jumlah sel darah putih menghambat penyembuhan kondisi-kondisi medis. Tidak hanya itu, seseorang yang mengalami kondisi ini juga cenderung mudah terluka. Gejala agranulositosis meliputi:

  • Muncul luka di mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan;

  • Infeksi kronis pada gusi, tenggorokan, atau kulit;

  • Demam;

  • Panas dingin;

  • Penurunan tekanan darah yang mengancam jiwa;

  • Tubuh cenderung mengalami kelemahan dan mudah lelah;

  • Sering mengalami sakit kepala ringan.

Itulah beberapa gejala yang menandai kondisi agranulositosis. Bila kamu mengalami tanda-tanda seperti diatas, segera periksakan ke dokter agar segera diobati. Periksa ke dokter kini tidak harus menunggu lama. Melalui Halodoc, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu hanya dengan lewat aplikasi.

Apakah Agranulositosis Dapat Dicegah?

Sejauh ini, belum ada cara yang pasti untuk mencegah agranulositosis. Namun, sangat penting bagi pengidap maupun pembawanya untuk mencegah terjadinya infeksi. Langkah pencegahannya mencakup penerapan pola hidup sehat seperti:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, serta menjaga kebersihan pribadi dengan baik untuk mencegah infeksi;

  • Sebisa mungkin jauhi seseorang yang sedang sakit;

  • Hindari keramaian, karena situasi keramaian memudahkan penularan virus dan bakteri;

  • Tidak mengonsumsi buah dan sayuran yang tidak dikupas atau dicuci bersih;

  • Hindari pekerjaan yang berhubungan dengan tanah atau binatang;

  • Simpan dan siapkan makanan dengan benar.

Baca Juga: Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Leukosit Rendah

Itulah beberapa tips pola hidup sehat yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kondisi agranulositosis. Jangan lupa untuk rutin melakukan cek kesehatan guna memantau kondisimu.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Agranulocytosis.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Types, causes, and symptoms of agranulocytosis.