21 February 2019

Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Leukosit Rendah

Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Leukosit Rendah

Halodoc, Jakarta - Tubuh manusia terdiri dari beberapa jenis sel darah, salah satunya adalah sel darah putih atau leukosit. Sel darah tersebut adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh dan berfungsi untuk melawan penyakit dan infeksi. Apabila seseorang hanya mempunyai sedikit sel darah putih, kondisi tersebut disebut dengan leukopenia.

Satuan leukosit pada tubuh manusia dapat berbeda-beda. Kisaran normalnya adalah 4.000-11.000 per mikroliter darah. Tes darah yang menunjukkan sel darah putih kurang dari 4.000 per mikroliter berarti tubuh mungkin tidak dapat melawan infeksi yang menyerang tubuh. Jumlah yang rendah tersebut berarti tubuh dalam keadaan bahaya.

Penyebab Leukosit Rendah

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan leukosit seseorang rendah, hal tersebut adalah:

  1. Masalah Sumsum Tulang

Sumsum tulang pada manusia berfungsi untuk memproduksi sel darah. Apabila seseorang memiliki jumlah leukosit rendah, kondisi tersebut dapat berhubungan dengan masalah pada sumsum tulang. Selain itu, beberapa jenis perawatan kanker, seperti kemoterapi dan radiasi juga dapat mengganggu kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.

  1. Gangguan Autoimun

Beberapa penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis, dapat menyebabkan tubuh sendiri menyerang dan menghancurkan sel darah merah.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab, Gejala, & Cara Penanganan Leukosit Tinggi

  1. Infeksi

Salah satu hal yang menyebabkan leukosit rendah adalah infeksi yang dapat memengaruhi sumsum tulang. Infeksi yang parah, seperti infeksi darah, dapat menyebabkan tubuh mengonsumsi leukosit lebih cepat dibandingkan yang diproduksi. Selain itu, HIV dapat membunuh jenis sel darah putih tertentu.

  1. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk antibiotik, dapat menyebabkan sel darah pada tubuh hancur.

  1. Nutrisi

Seseorang dapat mengidap leukosit rendah apabila tidak mengonsumsi vitamin tertentu, seperti asam folat dan vitamin B12. Mengonsumsi vitamin tersebut dapat membantu tubuh untuk memproduksi leukosit. Selain itu, mengonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat mengacaukan nutrisi pada tubuh serta jumlah leukosit pada tubuh.

  1. Masalah pada Limpa

Limpa juga salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk memproduksi sel darah putih. Apabila limpa mengalami infeksi, pembekuan darah, dan masalah lainnya, dapat membuat organ tersebut bengkak dan tidak berfungsi secara normal. Hal ini dapat menurunkan jumlah dari leukosit seseorang.

Baca Juga: Inilah Komponen yang Dicek Saat Pemeriksaan Darah

Leukosit Rendah, Ini Cara Mengobatinya

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk seseorang yang mengidap leukopenia tergantung pada hal yang menyebabkannya. Mungkin kamu membutuhkan pengobatan lainnya untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan tubuh kekurangan sel darah putih. Beberapa pengobatan yang umum dilakukan adalah:

  1. Obat

Pengobatan dapat dilakukan untuk menstimulasi tubuh kamu untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Selain itu, kamu mungkin akan diberi resep obat untuk mengatasi penyebab berkurangnya jumlah sel tersebut pada tubuh yang dapat dikarenakan infeksi jamur dan infeksi bakteri.

  1. Menghentikan Perawatan Penyebab Leukopenia

Salah satu penyebab seseorang mengidap leukosit rendah adalah perawatan tertentu, seperti kemoterapi. Hal tersebut berfungsi untuk memberikan waktu untuk tubuh menghasilkan lebih banyak sel darah. Jumlah darah pada tubuh secara alami akan meningkat apabila perawatan tersebut dihentikan.

  1. Diet

Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan pada seseorang yang mengidap leukosit rendah adalah diet rendah bakteri atau diet neutropenic. Diet ini juga mempunyai fungsi lain, yaitu mengurangi tubuh untuk terserang kuman dari makanan.

Baca Juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit pembahasan tentang leukosit rendah. Jika kamu mempunyai pertanyaan tentang leukopenia, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!