• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini?

Adakah Dampak Negatif saat Bayi Menjalani MPASI Dini?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Makanan pendamping ASI atau MPASI idealnya diberikan ketika bayi berusia 6 bulan. Namun, pada beberapa kondisi, bisa juga dilakukan MPASI dini atau pemberian makanan pendamping sebelum usia bayi 6 bulan. Lalu, apakah ada dampak negatif saat bayi menjalani MPASI dini?

Sebenarnya, MPASI dini tidak berbahaya selama masih mengikuti anjuran dari dokter anak. Pada beberapa kondisi, ketika dokter anak menganjurkan, memberikan MPASI dini bisa bermanfaat bagi anak. Misalnya, ketika anak dinilai perlu asupan gizi tambahan selain ASI, atau saat ASI yang diproduksi ibu kurang memadai.

Baca juga: Tips Menyiapkan MPASI Pertama untuk Si Kecil

Risiko Memberikan Bayi MPASI Dini

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), usia bayi paling tepat untuk mendapatkan MPASI yaitu saat menginjak 6 bulan. Namun, jika orangtua ingin memberikan MPASI dini, ada beberapa risiko yang harus diperhitungkan.

Pada beberapa kasus, bayi yang MPASI dini bisa mengalami gangguan lambung, usus, hingga kehilangan nyawa. Hal itu biasanya terjadi karena MPASI yang diberikan kurang tepat, seperti terlalu padat, sehingga lambung bayi belum siap mencernanya. 

Lebih jelasnya, berikut ini risiko memberikan bayi MPASI dini yang perlu diketahui:

1.Tersedak 

Ada kemungkinan bayi mengalami tersedak ketika MPASI dini yang diberikan justru masuk ke saluran pernapasan. Hal ini karena bayi masih berada dalam tahap mengenali proses memasukkan makanan dan menelannya.

2.Luka pada Usus

Lendir dalam usus bayi di bawah usia 6 bulan belum bisa berfungsi optimal. Hal ini membuat adanya risiko luka pada usus akibat makanan yang masuk ke dalamnya.

Baca juga: Manfaat Alpukat sebagai MPASI untuk Bayi

3.Obesitas 

Pemberian MPASI dini yang kurang diperhatikan nutrisinya. Misalnya diberi makanan olahan dengan tambahan pemanis buatan, dapat meningkatkan risiko obesitas. Selain itu, makanan padat bisa juga mengandung kalori yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kebutuhannya. Hal ini bisa membuat berat badan bayi melebihi angka ideal.

4.Menurunnya Kekebalan Tubuh

Ketika bayi hanya mengonsumsi ASI secara eksklusif, ada kekebalan pasif yang melindungi tubuh mereka dari serangan penyakit. Namun, jika bayi diberikan MPASI dini, ada kemungkinan tubuh dimasuki kuman dari makanan yang diolah. Selain itu, risiko mengalami alergi juga mungkin saja terjadi.

5.Diare

Karena “belum waktunya”, saluran cerna bayi belum siap mengolah makanan padat. Jika dipaksakan, bayi bisa saja mengalami diare hingga konstipasi. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan saluran cerna menerima makanan padat.

Begini Cara Tepat Memberikan Bayi MPASI Dini

Jika bayi memang direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan MPASI dini, orangtua tidak perlu ragu dan mendengarkan kontroversi di luar sana. Selama dokter menganjurkan dengan berbagai pertimbangan, dan orangtua yakin pemberian MPASI dini lebih bermanfaat untuk kesehatan anak, ketimbang menunggu hingga usianya 6 bulan, sah-sah saja melakukannya.

Baca juga: Resep MPASI untuk Bayi Usia 8-10 Bulan Rekomendasi WHO

Namun, kondisi setiap anak bisa berbeda-beda. Jadi, jangan hanya sekadar ikut-ikutan atau mendengar kata orang-orang di sekitar yang belum bisa dipastikan validitasnya. Banyak-banyak berkonsultasi dengan dokter anak yang memang ahli di bidangnya. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter terpercaya, setiap ada yang ingin ditanyakan soal MPASI dini, agar mendapatkan jawaban yang akurat.

Jika dokter menganjurkan MPASI dini, pastikan untuk mengikuti arahannya. Berikut ini hal penting yang perlu diingat jika ingin memberikan bayi MPASI dini:

  • Berikan jenis makanan yang lembut dan mudah dicerna, seperti pisang, alpukat, ubi, atau wortel. Pastikan menghaluskannya hingga benar-benar lembut.
  • Hindari penambahan gula atau garam dalam MPASI.
  • Berikan menu tunggal sebagai MPASI bayi dan tunggu hingga 3 hari untuk memperkenalkan menu lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ada alergi yang terjadi atau tidak.
  • Berikan makanan saat bayi dalam posisi duduk dan kepalanya sudah tegak.
  • Pastikan kebersihan seluruh pengolahan dan alat untuk MPASI dini.

Ketika bayi menjalani MPASI dini, pahamilah bahwa ia sedang dalam fase mengenali aktivitas baru, berupa makan. Jadi, perkenalkan proses ini secara perlahan agar mereka terbiasa dan menganggapnya sebagai hal yang menyenangkan, bukan tekanan.

Referensi:
Academy of Nutrition and Dietetics. Diakses pada 2020. Do's and Don'ts for Baby's First Foods.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. When's the right time to start feeding a baby solid foods?
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Your baby's first solid foods.
UNICEF. Diakses pada 2020. Feeding your baby: When to start with solid foods.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2020. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?