Adakah Komplikasi yang Terjadi dari Melena?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Adakah Komplikasi yang Terjadi dari Melena?

Halodoc, Jakarta - Saluran pencernaan yang sehat dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi. Jika kamu tidak melakukan perawatan pada saluran tersebut, gangguan mungkin saja terjadi. Salah satu hal yang dapat terjadi pada bagian pencernaan kamu adalah perdarahan gastrointestinal.

Perdarahan gastrointestinal dapat menyebabkan keluarnya darah pada tinja atau muntah, meski tidak selalu terlihat. Hal ini dapat membuat tinja terlihat hitam atau kering. Gangguan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu melena dan hematochezia. Jika kamu mengalami melena, beberapa komplikasi pun dapat terjadi. Berikut ulasannya!

Baca juga: Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Melena

Komplikasi yang Dapat Disebabkan oleh Melena

Melena adalah suatu gangguan pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan tubuh kamu mengeluarkan feses berwarna hitam. Darah ini mungkin bercampur dengan tinja atau keluar secara terpisah. Melena umumnya keluar dari tempat yang lebih tinggi pada saluran pencernaan.

Tingkat perdarahan yang terjadi dapat ringan hingga berat dengan kemungkinan mengancam nyawa. Melena ataupun hematochezia termasuk dalam gejala, bukan kondisi yang terjadi pada tubuh kamu. Jika kondisi ini terjadi, berarti hal yang serius sedang terjadi pada tubuh.

Melena yang terjadi pada kamu dapat disebabkan oleh beberapa komplikasi pada tubuh. Komplikasi melena ini umumnya disebabkan oleh luka atau peradangan pada saluran pencernaan. Berikut adalah beberapa komplikasi melena yang dapat terjadi:

  1. Tukak Peptik

Tukak peptik atau bisul pada perut adalah salah satu komplikasi yang dapat menyebabkan melena. Hal ini adalah penyebab paling umum yang membuat seseorang mengalami perdarahan ketika buang air besar. Hal ini terjadi ketika terdapat luka yang pada lapisan perut dan bagian atas usus kecil. Hal ini dapat disebabkan oleh asam lambung yang merusak lapisan pencernaan dan menyebabkan luka.

  1. Sindrom Mallory-Weiss

Hal ini terjadi ketika terdapat luka di lapisan tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut atau kerongkongan. Gangguan ini dapat menyebabkan banyak pendarahan ketika terjadi. Perdarahan ini paling umum terjadi pada orang yang minum alkohol secara berlebihan.

  1. Varises Esofagus

Komplikasi melena lainnya yang dapat terjadi adalah varises esofagus. Gangguan ini terjadi karena vena yang abnormal dan membesar di esofagus. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dengan penyakit hati yang serius.

  1. Esofagitis

Peradangan pada esofagus atau esofagitis paling sering disebabkan oleh penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Gangguan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan untuk menelan, serta keluarnya darah yang bersamaan dengan tinja.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mengobati Melena?

Bagaimana Cara Mengobati Melena?

Perawatan pada melena dilakukan tergantung pada hal yang menyebabkannya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengobati gangguan ini dan komplikasi pun dapat dicegah.

  • Obat-Obatan

Beberapa obat dapat diberikan untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung. Hal ini dapat membantu jika melena yang terjadi disebabkan oleh maag. Dokter kamu juga dapat membuat perubahan pada obat-obatan yang dikonsumsi jika menyebabkan melena. Kamu dapat membeli obat melalui aplikasi Halodoc tanpa keluar dari rumah.

  • Endoskopi

Cara ini dapat digunakan untuk mengobati penyebab perdarahan pada tubuh kamu. Dokter mungkin akan menggunakan panas untuk menutup luka yang terjadi. Hal tersebut dapat menyatukan jaringan, sehingga bisa sembuh. Perban dapat ditempatkan di sekitar varises perdarahan untuk menghentikan pendarahan.

  • Pembedahan

Operasi mungkin diperlukan jika kamu mengalami pendarahan hebat atau perawatan lain tidak berhasil. Pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki robekan pada lapisan perut atau usus yang terjadi. Selain itu, kamu mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkan tumor.

Baca juga: Orangtua Lakukan Hal ini Saat Si Kecil Terkena Melena

Referensi:
Drugs.com (2019). Melena
Mayo Clinic (2019). Gastrointestinal bleeding
Healthline (2019). What’s the Difference Between Hematochezia and Melena?