28 February 2019

Jaga Kesehatan Usus, Ini Bedanya Radang Usus dan Radang Usus Besar

 radang usus,radang usus besar

Halodoc, Jakarta - Meskipun sama-sama mengganggu kesehatan usus, ternyata penyakit radang usus dan radang usus besar memiliki perbedaan. Kedua gangguan usus ini pun memiliki beberapa gejala yang hampir sama, yaitu sakit pada perut. Namun, kamu perlu mengetahui perbedaan kedua gangguan usus ini, supaya kamu bisa mengambil langkah penanganan yang tepat.

Radang Usus

Gangguan radang usus merupakan kondisi ketika usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus biasanya juga digunakan untuk menjelaskan dua jenis penyakit, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini merupakan akibat dari peradangan kronis pada bagian gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi keliru dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat.

Kondisi kolitis ulseratif merupakan peradangan kronis yang terbatas pada usus besar atau kolon saja. Sementara gangguan Crohn merupakan peradangan yang dapat terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus.

Baca juga: 5 Penyebab Radang Usus yang Harus Dihindari

Radang usus diketahui sebagai penyakit jangka panjang dengan gejala yang bisa muncul dan menghilang selama beberapa waktu. Tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada bagian mana saja yang mengalami peradangan. Beberapa gejala yang biasa terjadi di antaranya:

  • Nyeri atau sakit pada perut. Peradangan yang terjadi dapat memengaruhi pergerakan normal usus, sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
  • Berkurangnya nafsu makan. Kram dan nyeri perut akan menurunkan nafsu makan seseorang.
  • Berat badan menurun. Turunnya berat badan dan kekurangan nutrisi dapat dialami pengidap radang usus. Pasalnya, dalam kondisi tersebut tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap nutrisi makanan dengan baik.
  • Diare bercampur darah. Darah bisa muncul pada feses (tinja) dengan warna gelap kehitaman, atau bisa juga tidak kasat mata tapi terlihat dengan menggunakan mikroskop.
  • Merasa mudah lelah.
  • Mengalami mual dan demam.

Radang Usus Besar

Radang usus besar atau dalam istilah medis dinamakan pancolitis belum diketahui penyebab pastinya. Penyebab paling umum dari radang usus besar adalah kolitis ulseratif. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi C difficile. Selain itu, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan gangguan peradangan umum seperti rheumatoid arthritis.

Baca juga: Perlu Tahu 3 Jenis dan Penanganan Radang Usus

Sementara itu, gejala radang usus besar yang perlu kamu ketahui adalah:

  • Nyeri perut dan kram.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Perdarahan anus.
  • Kram/kejang otot.
  • Demam dan kelelahan.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Berat badan menurun.

Seiring dengan berjalannya waktu, peradangan pada lapisan usus menyebabkan luka. Dinding usus besar kemudian kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, sisa makanan untuk dibuang, dan menyerap air. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan diare. Luka kecil yang berkembang di usus kemudian menyebabkan sakit perut dan BAB berdarah. Berkurangnya nafsu makan, kelelahan, dan penurunan berat badan pada akhirnya dapat memicu anoreksia.

Gejala lain juga dapat dipengaruhi oleh peradangan usus besar ini, termasuk adanya nyeri sendi (lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan). Tidak menutup kemungkinan gejala pancolitis juga dapat memengaruhi mata.

Baca juga: Hati-hati dengan 4 Jenis Radang Usus Ini

Apabila gangguan radang usus besar tidak segera diobati dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti perdarahan parah, perforasi usus (perlubangan usus), usus hipertrofik (peregangan usus), hingga radang selaput perut. Radang usus besar juga membuat kamu berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.

Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera mengkomunikasikannya pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.