Adakah Pencegahan untuk Kondisi Limfedema?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Adakah Pencegahan untuk Kondisi Limfedema?

Halodoc, Jakarta – Limfedema merupakan penyakit yang menyerang satu atau kedua lengan dan tungkai. Penyakit ini menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian tubuh yang terjadi karena penghambatan atau gangguan pada sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem imun di dalam tubuh. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan limedema? 

Kabar buruknya, hingga kini masih belum ditemukan pengobatan yang bisa menyembuhkan limfedema secara tuntas. Namun, pengobatan tetap dibutuhkan untuk meredakan gejala yang muncul akibat penyakit ini. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pembengkakan yang berujung pada limfedema. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Limfedema

Cara Mencegah Penyakit Limfedema 

Pembengkakan pada kondisi limfedema terjadi karena adanya gangguan pada sistem limfatik, yaitu jaringan yang berfungsi untuk mengedarkan cairan limfa. Cairan yang kaya akan protein tersebut diedarkan melalui pembuluh getah bening. Proses peredaran ini juga termasuk membawa bakteri, virus, dan zat berbahaya lain menuju kelenjar limfa. Pada keadaan normal, zat berbahaya yang ikut terbawa akan dilawan oleh sel limfosit atau sel darah putih yang di kelenjar getah bening lalu dikeluarkan dari tubuh. 

Sebaliknya, pada pengidap penyakit limfedema, proses ini terhambat alias tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Kelenjar getah bening tidak dapat memisahkan dan membuang zat-zat berbahaya dari tubuh yang kemudian menyebabkan seluruh zat terkumpul pada bagian lengan atau kaki. Hal tersebut yang kemudian menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kedua bagian tersebut. 

Baca juga: Ini Gejala Limfedema yang Perlu Diwaspadai

Orang yang berisiko mengalami kondisi ini disarankan untuk melakukan langkah pencegahan. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah limfedema, di antaranya: 

  • Menghindari luka atau infeksi pada lengan dan tungkai. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari benda tajam agar tidak melukai bagian tubuh. Selain itu, jika memiliki luka pastikan untuk menutupnya dengan kain, sehingga terhindar dari risiko infeksi.  

  • Jika tengah mengalami luka atau berada pada masa pemulihan, pastikan untuk mengistirahatkan kaki atau lengan dengan baik. Kamu bisa melakukannya dengan menaikkan kaki atau lengan melebihi posisi jantung dengan memanfaatkan alas handuk atau batal yang lembut. 

  • Menjaga kebersihan bagian yang terluka. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi dari luar yang bisa memperparah luka. Selain itu, hindari juga berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan selalu oleskan tabir surya ke permukaan kulit saat akan keluar rumah. 

  • Pembengkakan pada tungkai dan lengan juga bisa dicegah dengan menghindari jenis pakaian tertentu. Agar terhindar dari penyakit ini, hindari mengenakan pakaian yang ketat, terutama pada bagian lengan atau tungkai yang terluka. 

Selain dengan perawatan tersebut, kamu juga bisa bertanya seputar cara mencegah penyakit limfedema dengan bertanya kepada dokter. Pakai aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter melalui Video/Voice Call kapan saja dan di mana saja. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play. 

Selain cara pencegahan, perlu juga diketahui jenis-jenis limfedema. Pada dasarnya, limfedema dibedakan berdasarkan penyebabnya. Ada limfedema primer yang bisa terjadi dengan sendirinya, dan ada pula limfedema sekunder yang bisa muncul karena dipicu oleh kondisi atau faktor tertentu. Limfedema primer umumnya terjadi karena faktor keturunan, serta akibat gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan pembuluh getah bening. 

Baca juga: Perbedaan Limfedema Primer dan Sekunder

Sementara limfedema sekunder terjadi karena kondisi medis tertentu, misalnya pada pengidap kanker. Jenis limfedema yang satu ini juga bisa terjadi karena infeksi pada kelenjar getah bening, efek terapi radiasi, cedera, baru menjalani operasi, serta memiliki berat badan berlebih alias obesitas.