Ini Gejala Limfedema yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Gejala Limfedema yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar masalah kesehatan berupa limfedema? Dalam dunia medis, limfedema merupakan pembengkakan yang umumnya terjadi pada satu atau kedua lengan dan tungkai. Kondisi ini disebabkan oleh terhambatnya atau gangguan pada sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem imun dalam tubuh. 

Dalam kebanyakan kasus, limfedema ini lebih sering dialami oleh wanita yang menjalani perawatan atau terapi kanker payudara. 

Menimbulkan Berbagai Gejala

Gejala limfedema tak hanya menyoal satu-dua tanda saja. Sebab, keluhan ini bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa gejala yang umumnya timbul.

Baca juga: 5 Alasan Penyebab Kaki Bengkak

  • Pembengkakan pada lengan atau tungkai, termasuk pergelangan kaki.

  • Timbul rasa nyeri pada area yang bengkak atau terluka.

  • Sulit bergerak.

  • Timbul infeksi kulit (selulitis).

  • Timbul peradangan pada kelenjar limfa.

  • Timbul rasa nyeri pada area yang bengkak atau terluka.

  • Badan mudah terasa lelah.

  • Mengalami infeksi berulang kali.

  • Demam dan diiringi meriang.

  • Timbul memar di bagian yang terinfeksi.

  • Terbentuknya borok (ulserasi) dan retakan-retakan (fissuring) pada kulit. 

  • Penebalan atau pengerasan kulit (fibrosis).

Awasi Penyebabnya

Limfedema ini akan menyerang seseorang ketika kelenjar getah bening terhambat dan tak mampu memisahkan serta membuang zat-zat berbahaya dari tubuh. Nah, zat-zat ini akan terkumpul pada bagian lengan atau kaki, sehingga terjadilah pembengkakan.

Pada dasarnya, penyakit ini bisa terjadi dengan sendirinya atau dipicu oleh kondisi lain. Oleh sebab itu, limfedema terbagi menjadi dua, yaitu primer (terjadi sendiri) dan sekunder (dipicu kondisi lain). Nah, berikut ini penjelasannya. 

Limfedema dapat terjadi baik secara primer atau sekunder. Penyebabnya, antara lain:

  • Limfedema primer, yaitu suatu kondisi yang lebih jarang ditemukan, yang terjadi jika pengidap lahir dengan kondisi sumbatan pada sistem limfatik. Kondisi ini umumnya dialami orang yang berusia di bawah 20 tahun. Penyebabnya adalah kelainan genetik, seperti penyakit Milroy dan penyakit Meige.

  • Limfedema sekunder, yaitu suatu kondisi yang umumnya merupakan komplikasi dari pengobatan penyakit kanker, seperti mastektomi (pengangkatan payudara) dan radioterapi. Penyebab lain dari limfedema sekunder, antara lain akibat pertumbuhan tumor, penyakit infeksi (Streptococcus, Filariasis), atau cedera yang diakibatkan oleh suatu trauma.

Baca juga: Kelenjar Getah Bening di Ketiak, Apakah Berbahaya?

Selain hal di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu penyakit ini. Misalnya: 

  • Lansia.

  • Seseorang yang mengidap psoriasis atau rheumatoid arthritis.

  • Obesitas.

  • Sedang menjalani pengobatan untuk kanker. 

Jangan Anggap Remeh, Ada Komplikasinya

Limfedema seharusnya ditangani dengan cepat dan tepat. Sebab, bila dibiarkan berlarut kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius. Misalnya, infeksi, seperti selulitis dan limfangitis (infeksi pada pembuluh limfa). Selain itu, ada pula komplikasinya, seperti:

  • Pertumbuhan tumor, menghambat aliran cairan limfe dan menyebabkan anggota tubuh lainnya mengalami pembengkak. 

  • Trombosis vena, penggumpalan darah pada pembuluh darah vena dalam, khususnya di bagian paha dan betis.

  • Napas pendek, khususnya pengidap limfedema dengan riwayat gagal jantung.

  • Lymphangiosarcoma, kanker jaringan yang bisa membuat kulit berubah warna menjadi merah kebiruan.

  • Amputasi, Hal ini mau tak mau harus dilakukan bila infeksi sudah menyebar dan menyebabkan kematian jaringan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!