Bedanya Sakit Kepala Cluster dengan Sakit Kepala Biasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bedanya Sakit Kepala Cluster dengan Sakit Kepala Biasa

Halodoc, Jakarta – Sepanjang kehidupan, pasti kamu pernah dong mengalami kondisi yang namanya sakit kepala? Sakit kepala biasa yang kamu alami mungkin disebabkan karena makanan, aktivitas, dan stres. Selain itu, tak sedikit pula orang yang mengalami sakit kepala karena terlalu lama menatap layar hape atau komputer. Nah, sakit kepala yang mungkin pernah dialami setiap orang disebut dengan sakit kepala tegang. 

Baca Juga: Kepala Sering Nyeri, Ini Waktu yang Tepat ke Dokter Saraf

Sakit kepala tegang dapat berupa ringan, sedang, atau intens di kepala, leher, dan di belakang mata. Beberapa orang mengatakan bahwa sakit kepala tegang terasa, seperti dahi mereka diikat dengan kencang. Kebanyakan orang bahkan mengalami sakit kepala tegang secara episodik. 

Maksudnya, sakit kepala ini bisa terjadi satu atau dua kali per bulan rata-rata. Pemicu sakit kepala bisa bermacam-macam. Bisa disebabkan oleh suhu dingin, konsumsi alkohol, mata kering atau tegang, kelelahan, mengidap flu, dan lain-lain. 

Lantas, Apa Itu Sakit Kepala Cluster?

Berbeda dengan sakit kepala tegang, sakit kepala cluster biasanya tidak dipicu oleh makanan, perubahan hormon atau stres. Penyebab pasti sakit kepala cluster tidak diketahui, tetapi pola sakit kepala cluster mungkin disebabkan karena ada kelainan pada jam biologis tubuh (hipotalamus).

Ketika sakit kepala cluster menyerang, situasi tersebut dinamakan periode cluster. Kondisi ini bisa sangat menyakitkan, bahkan berisiko membangunkan pengidapnya di tengah malam dengan rasa sakit yang hebat di sekitar satu mata atau di satu sisi kepala. Periode cluster juga dapat berlangsung dari minggu ke bulan, biasanya diikuti oleh periode remisi ketika sakit kepala berhenti. Selama remisi, tidak ada sakit kepala yang terjadi selama berbulan-bulan, bahkan terkadang sampai bertahun-tahun.

Baca Juga: Alasan Stres Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Gejala sakit kepala cluster adalah memengaruhi bagian wajah pengidapnya. Gejala sakit kepala cluster menyerang dengan cepat, biasanya tanpa peringatan. Tanda dan gejala umum selama sakit kepala termasuk:

  • Nyeri luar biasa yang umumnya terletak di belakang atau di sekitar satu mata, tapi bisa menjalar ke area lain di wajah, seperti kepala dan leher

  • Nyeri pada satu sisi wajah atau mata

  • Kegelisahan

  • Kemerahan di sisi mata yang sakit

  • Hidung pengap atau beringus di sisi yang sakit

  • Dahi atau wajah berkeringat di bagian yang sakit

  • Kulit wajah terlihat pucat (pucat) atau memerah 

  • Bengkak di sekitar mata di sisi yang sakit

  • Kelopak mata terkulai di sisi yang sakit

Pada awalnya, pengidap mengalami mual dan aura, seperti migrain. Meski begitu, pengidap sakit kepala cluster berbeda dengan pengidap migrain yang cenderung mondar-mandir atau duduk dan bergoyang-goyang. Beberapa gejala sakit kepala cluster memang mirip migrain, misalnya sensitif terhadap cahaya dan suara, tapi bedanya pengidap sakit kepala cluster hanya mengalami pada satu sisi saja.

Sakit kepala cluster, umumnya dipicu oleh penggunaan obat-obatan, seperti nitrogliserin, yakni obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Alkohol juga bisa memicunya, sehingga  banyak pengidap sakit kepala cluster menghindari alkohol selama periode cluster. Untungnya, sakit kepala cluster tidak berisiko mengancam jiwa. Terdapat perawatan atau obat-obatan dapat mengurangi jumlah sakit kepala cluster yang dimiliki.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Alami Mengatasi Sakit Kepala


Kalau kamu perlu obat untuk meredakan sakit kepala, belinya lewat aplikasi Halodoc aja. Tinggal klik Buy Medicine yang ada di aplikasi Halodoc untuk membeli obat sakit kepala yang kamu butuhkan. Lalu, pesanan akan diantar ke tempat tujuan. Gampang banget kan? Makanya yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!