Mitos atau Fakta, Adenoma Bronkus Disebabkan Faktor Genetik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mitos atau Fakta, Adenoma Bronkus Disebabkan Faktor Genetik

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya jantung dan paru, kamu juga perlu menjaga kesehatan sistem pernapasan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang bisa menyerang, salah satunya adalah trakea.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Adenoma Bronkus Bisa Sebabkan Komplikasi

Trakea merupakan organ yang menghubungkan laring dengan bronkus. Trakea berfungsi sebagai jalan bagi udara dari leher menuju bagian dada. Organ ini tersusun atas tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.

Salah satunya adalah adenoma bronkus. Penyakit ini dapat menyerang bagian trakea. Adenoma bronkus adalah jenis tumor yang menyerang trakea atau bronkus. Dengan adanya penyakit ini menyebabkan saluran pernapasan kamu terganggu. Meskipun awalnya tumor ini merupakan tumor jinak, namun jika tidak segera diatasi kondisi penyakit ini dapat menjadi ganas dan menyebar ke beberapa bagian organ tubuh kamu.

Namun, meskipun dapat menjadi kanker ganas yang menyebar, nyatanya penyakit adenoma bronkus merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup jarang terjadi. Sebaiknya bagi kamu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit adenoma bronkus, perlu waspada terhadap penyakit ini. Dokter dan para ahli belum menentukan secara penyebab penyakit ini, namun diduga kuat penyebab dari adenoma bronkus adalah faktor genetik.

Selain faktor genetik, ada faktor lainnya yang menyebabkan seseorang mengalami adenoma bronkus seperti paparan radiasi dari proses kemoterapi dan kondisi neoplasia endokrin.

Jangan Sepelekan Gejala Adenoma Bronkus

Tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala yang menjadi tanda adanya penyakit adenoma bronkus agar kamu bisa melakukan penanganan dan pengobatan lebih dini. Tentu dengan penanganan lebih cepat kamu dapat menghindari komplikasi yang terjadi akibat penyakit adenoma bronkus.

Sebaiknya jangan sepelekan batuk apalagi jika kondisi batuk tidak mereda dalam beberapa waktu khususnya lebih dari 6 minggu. Batuk menjadi gejala yang dialami oleh pengidap adenoma bronkus. Selain itu, batuk yang berlangsung juga disertai dengan kondisi dahak yang bercampur dengan darah.

Tidak hanya itu, pengidap adenoma bronkus juga mengalami mengi atau napas yang berbunyi. Biasanya pengidap adenoma bronkus juga mengalami penyakit pneumonia yang tidak kunjung sembuh. Sebaiknya segera redakan penyakit pneumonia yang dialami dengan berkunjung pada dokter.

Gejala lain nyatanya dapat muncul pada bagian kulit. Pengidap adenoma bronkus akan mengalami kulit memerah.

Baca juga: Inilah Penyebab dan Faktor Risiko yang Sebabkan Adenoma Bronkus

Pemeriksaan dan Pengobatan Adenoma Bronkus

Selain mengenali gejala di atas, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan kondisi penyakit ini, seperti pemeriksaan dengan biopsi, melakukan rontgen, dan pemeriksaan MRI.

Setelah dokter memastikan kondisi penyakit ini, pengobatan yang dilakukan juga disesuaikan dengan jenis dan tahap stadium kanker, usia pasien serta kondisi kesehatan pasien. Tidak ada salahnya untuk mengenal beberapa pengobatan yang dapat mengatasi penyakit ini:

  1. Operasi. Tindakan ini merupakan pengobatan utama untuk penyakit adenoma bronkus.

  2. Terapi radiasi yang dapat digunakan untuk membunuh sel kanker.

  3. Pemberian obat-obatan kemoterapi.

  4. Imunoterapi.

  5. Terapi target.

Jangan lupa untuk meminta pendampingan keluarga ketika melakukan pengobatan. Dukungan kerabat dan keluarga dapat membantu pasien untuk melawan kondisi penyakit ini. Jangan ragu untuk bertanya informasi mengenai pengobatan penyakit adenoma bronkus. Kamu bisa memilih dan membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Awas, 4 Penyakit Ini Bisa Menyerang Paru-Paru