06 February 2019

Inilah Penanganan Medis untuk Pengidap Adenoma Bronkus

Inilah Penanganan Medis untuk Pengidap Adenoma Bronkus

Halodoc, Jakarta - Adenoma bronkus adalah sejenis tumor yang tumbuh pada trakea atau bronkus, yaitu saluran yang membawa udara ke paru-paru, sehingga membuat saluran pernapasan terhambat. Meski umumnya tumor yang tumbuh akibat adenoma bronkus tergolong jinak, pada beberapa kasus, tumor dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menjadi kondisi yang cukup serius.

Pengidap adenoma bronkus biasanya mengalami gejala yang cukup mengganggu, berupa:

  • Terdapat darah dalam dahak.

  • Batuk.

  • Mengi (napas berbunyi seperti siulan lirih atau ngik-ngik)

  • Berkali-kali kena pneumonia.

  • Pneumonia yang tidak sembuh-sembuh.

  • Batuk yang tidak sembuh-sembuh hingga 6 minggu lebih

  • Kolaps paru.

Baca juga: 4 Penyakit Pernapasan yang Perlu Diwaspadai

Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti yang membuat seseorang terkena adenoma bronkus. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:

  • Genetik (keturunan atau bawaan).

  • Memiliki neoplasia endokrin multipel tipe 1.

  • Pernah menjalani terapi radiasi (atau terpapar radiasi) pada bagian kepala dan leher.

Penanganan Medis yang Dapat Dilakukan

Penanganan medis yang dapat diberikan pada pengidap adenoma bronkus biasanya tergantung pada beberapa hal. Mulai dari usia pengidap, jenis, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pengidap secara umum. Beberapa metode pengobatan yang dapat diambil untuk mengatasi penyakit ini antara lain:

1. Operasi

Operasi adalah metode pengobatan utama untuk adenoma bronkus. Spesialis bedah akan mengangkat kanker dan jaringan-jaringan di sekitarnya. Nodul limfa di sekitar tumor juga mungkin diangkat supaya tumor tidak menyebar.

Baca juga: Ini Bedanya Bronkitis dan Pneumonia yang Perlu Diketahui Orangtua

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi juga bisa jadi pilihan untuk membunuh sel kanker. Terapi ini juga bisa dilakukan setelah Anda menjalani operasi pengangkatan tumor. Akan tetapi, radiasi bisa memberikan efek samping seperti:

  • Lemas.

  • Area kulit yang diradiasi memerah.

  • Sakit tenggorokan.

  • Batuk.

  • Napas terengah-engah.

3. Pemberian Obat Kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi juga bisa membunuh sel kanker dalam tubuh. Pengidap adenoma bronkus bisa mendapatkannya lewat suntikan infus atau obat minum (tapi obat kemoterapi minum masih sangat jarang di Indonesia). Namun, jika kankernya sudah menyebar, pengidap mungkin akan disarankan untuk menjalani kemoterapi bersama dengan pengobatan lainnya. Efek samping kemoterapi antara lain:

  • Lemas.

  • Mual dan muntah.

  • Rambut rontok.

  • Hilang nafsu makan.

  • Diare.

  • Rentan kena infeksi.

4. Imunoterapi

Prosedur imunoterapi dilakukan untuk mendorong kerja sistem kekebalan tubuh (imun) dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker.

Baca juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

5. Terapi Target

Terapi target yang dilakukan dalam pengobatan adenoma bronkus akan menyasar protein atau gen tertentu yang memengaruhi perkembangan kanker. Itulah yang akan dihancurkan guna mencegah penyebaran kanker lebih jauh.

Itulah sedikit penjelasan tentang adenoma bronkus, gejala, penyebab, dan penanganan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!