18 January 2018

Agar Lebih Jago di Air, Pastikan Umur Bayi Tepat Sebelum Berenang

Agar Lebih Jago di Air, Pastikan Umur Bayi Tepat Sebelum Berenang

Halodoc, Jakarta – Berenang merupakan satu olahraga air yang paling digemari. Tak hanya menyenangkan, rutin berenang ternyata bisa memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Selain itu, manfaat dari berenang bisa didapatkan oleh siapa saja. Berenang adalah jenis olahraga yang baik dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi.

Mengajarkan berenang sejak dini dapat membantu perkembangan motorik pada anak. Pasalnya saat bayi, otak memiliki kecenderungan meniru dan menyerap semua hal seperti informasi dan stimulasi yang diberikan. Hal ini tentunya akan lebih memudahkan dalam mengajarkan berenang pada bayi.

Lantas kapan waktu terbaik untuk bayi mulai belajar berenang? Apa saja manfaat mengajarkan berenang pada bayi?

Pada dasarnya tak ada batasan umur yang jelas kapan bayi boleh mulai diajak berenang. Artinya, Si Kecil bisa saja diajak bermain di air bahkan sejak usia awal atau kurang dari satu bulan. Meski begitu, ada baiknya ibu untuk menunda dulu rencana untuk mengajarkan bayi berenang. Setidaknya sampai dia bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.

Dengan demikian, waktu terbaik untuk mengajak bayi berenang adalah setelah dia memasuki usia 4 sampai 6 bulan. Atau setelah Si Kecil sudah bisa duduk dengan tegak dan bisa menyangga kepala saat digendong. Hal dasar ini penting untuk memastikan bayi akan bisa mengontrol posisi terbaik dan ternyaman selama berada di air.

Manfaat berenang pada bayi

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengajari bayi berenang. Sebab membiarkan anak bermain di dalam air dapat membuatnya merasa senang. Lebih dari itu rutin berenang pun bisa mengasah keberanian anak dan rasa percaya diri. Karena saat masuk ke dalam kolam, Si Kecil harus “berhadapan” dengan luasnya air dan harus menaklukkannya.

Mengajarkan berenang juga akan membuat anak menjadi tidak takut air dan menjadi lebih mandiri. Teknik berenang juga baik untuk perkembangan motorik, pernapasan bayi, kardio serta mencegah terjadinya obesitas di kemudian hari. Sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia menunjukkan bahwa anak yang diajari berenang sejak dini memiliki kemampuan keseimbangan fisik serta koordinasi yang lebih baik.

Meski tidak ada batasan umur, namun ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan saat akan mengajak si kecil berenang. Yang paling penting adalah memastikan bayi dalam kondisi sehat atau tidak sedang mengalami sakit apapun. Ibu tidak perlu menunggu imunisasi bayi lengkap, selama bayi sehat dan sudah di atas usia 6 bulan artiya ia sudah cukup siap untuk berenang.

Selain itu, apa lagi yang perlu diperhatikan sebelum mulai mengajarkan bayi berenang?

  1. Suhu Air

Pastikan suhu air tidak akan “menyiksa” bayi selama berenang. Pastikan air yang ada di dalam kolam renang tidak lebih rendah dari 30 derajat Celcius. Sementara jika bayi masih di bawah usia 6 bulan, suhu air sebaiknya  ada di sekitar 32 derajat Celcius.

  1. Waktu Berenang

Untuk permulaan, sebaiknya Si Kecil hanya diajak berenang selama 20-30 menit, sekali dalam satu minggu. Namun durasi ini tergantung pada kondisi bayi. Jika ia terlihat menggigil atau jari-jarinya menjadi keriput atau berubah biru, segera angkat dan bawa Si Kecil menjauh dari air.

Selain itu pilihlah waktu berenang yang terbaik. Misalnya pada pukul 08..00-10.00 WIB atau pukul 15.00-18.00 WIB. Sebab pada waktu-waktu tersebut air kolam sedang dalam kondisi terbaik, yaitu tidak terlalu dingin dan matahari pun sedang tidak terlalu terik.

  1. Hindari berenang setelah Makan

Kalau ibu baru saja memberi bayi makan, tunggulah beberapa saat sebelum mengajaknya ke kolam. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Maka tunggulah sampai setidaknya 60 menit setelah anak makan baru mulai berenang.

Saat mengajarkan Si Kecil berenang, ada baiknya orangtua juga hadir di dalam kolam. Hal ini akan membantu ia merasa lebih aman dan percaya diri untuk menerima pelajaran. Pilih pula pakaian olahraga dan popok khusus berenang yang membuat si kecil merasa nyaman.

Namun jangan memaksakan jika anak menolak, karena hal ini bisa memicu terjadinya trauma anak terhadap air. Jika anak masih tak kunjung mau berenang, coba tanyakan apa ada yang salah atau ada yang dia takuti. Jika butuh saran doktet, ibu bisa andalkan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Halodoc juga memudahkan untuk membeli obat dan merencanakan pemeriksaan laboratorium lewat fitur “Lab Service”. Yuk, download Halodoc sekarang!