Ajari Anak Olahraga Sejak Dini, Perhatikan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
ajari-anak-olahraga-sejak-dini-perhatikan-5-hal-ini-halodoc

Halodoc, Jakarta- Mengajari anak olahraga sejak dini, tentu dapat membantu perkembangan fisik dan mental anak. Olahraga tidak hanya melatih motorik, tetapi juga membentuk kerjasama tim, semangat pantang menyerah dan juga sikap disiplin. Selain itu, olahraga juga dapat menjadi media seseorang untuk menyalurkan energi secara lebih positif. Penting bagi orangtua untuk mengawasi dan mengarahkan bakat yang sekiranya Si Kecil miliki di bidang olahraga. Maka dari itu, ibu perlu memperhatikan berbagai hal dalam mengajarkan olahraga pada Si Kecil. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan? Simak penjelasannya di sini! 

Baca juga: Ajarkan Anak Olahraga Sejak Dini, Kenapa Tidak?

 

  1. Biarkan Si Kecil Memilih 

Ketika Si Kecil terlihat memiliki ketertarikan terhadap aktivitas fisik seperti olahraga, ibu dapat memperkenalkan Si Kecil dengan berbagai macam olahraga. Mulai dari olahraga berjalan kaki, sepak bola, voli, basket, dan olahraga lainnya. Tujuan utama dari perkenalan ini adalah membantu Si Kecil mencari olahraga apa yang diminati. Ibu dapat melakukannya dengan menunjukan olahraga tertentu lewat video di internet, televisi, ataupun memperagakan langsung. Jika anak terlihat antusias, besar kemungkinan olahraga tersebut adalah bakat terpendam yang dimilikinya. 

  1. Cari Tahu Kenyamanan Si Kecil

Sebagai orangtua, sangat dianjurkan bagi ibu untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan olahraga. Misalnya, ibu mengajari Si Kecil untuk olahraga sepak bola dan mendaftarkannya ke sekolah sepak bola, maka ibu dapat bertanya tentang bagaimana latihannya atau perasaannya tentang pertandingan malam nanti. Hal ini bertujuan untuk mencari tahu apakah Si Kecil benar-benar menikmati olahraga yang dia jalani atau tidak. Jika Si kecil terlihat tidak acuh dan malas menjawab, sebaiknya ibu mulai memikirkan olahraga lain yang tepat untuk Si Kecil. 

  1. Perhatikan Usia 

Usia sangat memengaruhi olahraga apa yang cocok dilakukan oleh anak. Jika Si Kecil masih berusia 6–9 tahun, ibu dapat mengajarkan olahraga yang tidak terlalu membutuhkan strategi khusus. Misalnya, bermain bola, berlari, renang, bela diri, dan gimnastik atau senam. Selain karena fisik si kecil yang masih pendek, anak yang berusia di bawah 12 tahun juga umumnya akan mengalami kesulitan untuk menyerap instruksi rumit.

Baca juga: Tips Agar Olahraga Enggak Membosankan

  1. Pola Makan Harus Diperhatikan

Meski olahraga yang dilakukan sedari dini terkesan tidak terlalu serius, tetapi pola makan sehat juga harus diperhatikan. Hal ini bertujuan agar seterusnya Si Kecil dapat terus menjalani hidup sehat sampai beranjak dewasa. Selain itu, mengenalkan pola makan yang sehat juga bertujuan agar Si Kecil menjalani pola hidup sehat sedar dini. Berikanlah pemahaman bahwa sayuran, susu, dan buah akan membuat tubuhnya kuat, sehingga dapat berolahraga dengan baik. Selain itu, makanan sehat dan olahraga yang rutin, tentu membantu perkembangan kecerdasan dan menjaga kesehatan Si Kecil, baik fisik maupun mental. Kedua hal tersebut akan membuat Si Kecil lebih bahagia. 

  1. Jangan Memaksakan Kehendak

Wajar jika ibu memiliki harapan tertentu terhadap Si Kecil, tetapi jangan sampai ibu memaksakan kehendak. Seperti memaksakan Si Kecil untuk menjalani olahraga tertentu sedari dini. Ibu harus memberi dukungan positif dan mengarahkan Si Kecil. Memberikan dukungan bisa termasuk memberi semangat, fasilitas yang memadai, serta motivasi dan pemahaman atas nilai sportivitas. Memaksakan kehendak terhadap Si Kecil untuk menjalani olahraga tertentu dapat memberikan tekanan mental. Jika dibiarkan, Si Kecil akan berolahraga tidak sepenuh hati dan malah membenci olahraga tersebut.

Baca juga: Jangan Ditiru, Ini Bahaya Makan Sambil Berenang

Jika orangtua ingin tahu lebih banyak mengenai makanan sehat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak aktif yang senang olahraga, Ibu dapat tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. 

Referensi: 
PsychologyToday.com. Diakses pada 2019. How to Make Sports FUN for Kids.
Healthline.com. Diakses pada 2019. Why Your Kids Should Play More Than One Sport.