Ajari Anak untuk Disiplin, Ikuti 7 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ajari Anak untuk Disiplin, Ikuti 7 Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Mengasuh anak agar menjadi pribadi yang baik adalah kewajiban setiap orangtua. Salah satu tantangan terbesarnya adalah membentuk anak untuk menjadi seseorang yang disiplin. Orang dewasa yang mampu melakukan banyak hal saja terkadang masih sulit untuk disiplin, apalagi anak-anak? Bisa dibilang, mengajarkan kedisiplinan pada anak adalah tugas pengasuhan yang paling sulit dan dapat membuat frustasi orangtua. Terlebih, anak-anak sangat mudah untuk mencontoh perilaku orangtuanya. 

Baca Juga: Ini 7 Rahasia Anak yang Punya Rasa Percaya Diri Tinggi

Itu sebabnya, orangtua perlu menerapkan pola asuh terbaik, sehingga anak mampu mencontoh sikap-sikap yang baik pula.  Namun, tidak sedikit orangtua yang tidak sabaran dan cenderung keras ketika mengajarkan kedisiplinan kepada anak. Pola pengasuhan seperti ini sebenarnya kurang tepat karena bisa membuat Si Kecil semakin sulit dikendalikan atau malah mengalami trauma. Berikut ini strategi yang membantu ibu untuk mengajarkan kedisiplinan anak.

  1. Kenali Pemicu Permasalahan

Biasanya perilaku iseng anak dapat memicu emosi orangtua yang bisa berujung pertengkaran. Contohnya, ketika anak sedang asyik mencoret-coret tembok dengan pensil warna, ibu mungkin sedikit kesal karena hal itu bisa mengotori tembok rumah. Ketika ibu menegurnya, ia mungkin tidak menggubris perkataan ibu. Nah, untuk mencegah terjadinya pertengkaran akibat dia tidak mau mendengarkan, segera simpan pensil di tempat yang tidak mampu dijangkau oleh Si Kecil. Intinya, cobalah untuk mengenali pemicu pertengkaran antara ibu dan Si Kecil. Ketika ibu telah memutus rantai permasalahan tersebut, Si Kecil mau tidak mau menghentikan perbuatannya.

  1. Tetap Konsisten

Anak-anak yang masih berusia 2-3 tahun biasanya bekerja keras agar perilaku mereka berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Apabila reaksi ibu selalu berubah-ubah setiap anak mengacau, ibu dapat membingungkannya. Ketika ibu selalu merespons dengan cara yang sama, ia mungkin akan mempelajari pelajarannya setelah empat atau lima kali. Jangan biarkan taktik anak mempengaruhi ibu, tidak peduli seberapa imut atau pintar mereka, orangtua tetap harus memberikan respon yang sama.

  1. Jangan Mudah Terpicu Emosi

Mungkin sulit bagi ibu untuk tetap tenang ketika Si Kecil sangat susah dikendalikan. Namun, disinilah kesabaran ibu diuji. Saat ibu tidak mampu menahan emosi dan berteriak marah, pesan yang seharusnya ibu sampaikan akan hilang dan situasinya bisa semakin memburuk. Ketika seorang anak dibanjiri dengan suasana hati orangtua yang negatif, dia akan melihat emosi dan tidak akan mendengar apapun yang orangtua katakan. 

Baca Juga: Punya Anak Kembar, Ini Tips agar Tidak Pilih Kasih

  1. Bicara Dengan Baik

Anak-anak akan merasa lebih baik ketika tahu mereka telah didengar. Jadi, cobalah berbicara dengan baik tentang kekhawatirannya. Contohnya, ketika ia merengek di toko kelontong karena ibu tidak mengizinkannya mengambil permen, usahakan untuk memberitahunya dengan baik dan lembut. Katakan seperti "Kamu mungkin marah dengan ibu karena tidak mengizinkan kamu mengambil permen. Ibu minta maaf ya, tetapi tokonya tidak mengizinkan kita untuk mengambil permennya sebelum dibayar.” Hal ini mungkin tidak akan memuaskan keinginannya, tetapi dapat mengurangi kemarahannya dan meredakan konflik.

  1. Tawarkan Pilihan

Ketika seorang anak menolak untuk melakukan atau berhenti melakukan sesuatu, sebaiknya langsung tawarkan pilihan kepadanya. Contohnya daripada memerintahkannya untuk membersihkan kamarnya yang berantakan, ibu bisa langsung bertanya “mana yang ingin kamu ambil pertama, buku-buku atau mainan?" Namun, pastikan pilihannya terbatas, spesifik, dan dapat  ibu terima. 

  1. Berikan Hadiah atas Perilaku Baik

Sangat kecil kemungkinannya bahwa Si Kecil selalu melakukan apa pun yang ibu katakan. Normalnya, anak-anak pasti menolak kontrol dari orangtuanya dan mereka tahu ketika ibu memintanya untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Anak kemudian merasa benar untuk melawan. Nah, ketika ia berperilaku baik dan mengikuti arahan yang ibu berikan, ibu bisa memberikan hadiah kecil seperti kue sebagai tanda bahwa ibu menghargai usahanya. 

  1. Tetap Positif

Tidak peduli seberapa bingung dan frustasi ibu akibat perilaku buruk Si Kecil, jangan sekali-kali curhat tentang hal itu di depannya. Mereka tidak memiliki citra yang baik tentang ibu dan mereka justru akan mengulangi perilaku itu. Wajar jika ibu merasa jengkel dari waktu ke waktu. Kalau ibu telah mencapai titik itu, ibu bisa berbicara ke pasangan, keluarga, teman atau dokter anak untuk mendapatkan dukungan dan saran. Kini, ibu bisa dengan mudah berdiskusi dengan dokter bisa melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca Juga: Bantu Anak Berprestasi di Sekolah, Lakukan Hal Ini

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak semakin disiplin. Memang membutuhkan tantangan, namun apabila konsisten melakukannya maka karakter anak akan terbentuk dengan baik.

Referensi :
Parents. Diakses pada 2019. 14 Tips for Disciplining Your Toddler.
Kids Health. Diakses pada 2019. Disciplining Your Toddler.