Akibat Ibu Hamil Tidak Makan Teratur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Akibat Ibu Hamil Tidak Makan Teratur

Halodoc, Jakarta – Pada ibu hamil, menjaga pola makan sehat dan teratur adalah hal yang sangat penting. Pasalnya selama sembilan bulan mengandung, nutrisi dari makanan ibu merupakan sumber utama zat gizi bagi janin. Lantas apa yang akan terjadi jika seorang ibu hamil kurang mengonsumsi makanan bergizi dan sering melewatkan waktu makan?

Meski sering mengalami mual, muntah dan penurunan napsu makan, ibu hamil tetap harus makan teratur. Sering melewatkan waktu makan nyatanya bisa berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin di dalam kandungan. Berikut masalah yang bisa terjadi pada tubuh dan janin saat seorang ibu memiliki pola makan yang berantakan selama hamil!

  1. Berat Badan Bayi Rendah

Ibu hamil yang tidak makan teratur bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Nyatanya kondisi ini cukup mengkhawatirkan, sebab bayi yang lahir dengan berat badan rendah lebih rentan mengalami penurunan inteligensi, pertumbuhan yang terhambat, dan penurunan imunitas.

Bayi yang lahir dengan kondisi ini pun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami berbagai penyakit saat dewasa. Nah, salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan mengatur jadwal makan dan perbanyak mengonsumsi makanan kaya gizi selama hamil.

  1. Ibu Hamil Anemia

Kekurangan zat besi adalah  satu penyebab utama terjadinya penyakit anemia alias kekurangan zat darah merah. Jika terjadi pada ibu hamil, anemia bisa memicu terjadinya berbagai masalah yang bisa mengganggu kesehatan ibu dan calon bayi. Seperti bayi lahir prematur, berat badan bayi rendah, kecacatan hingga keguguran.

(Baca juga: Anemia Pada Ibu Hamil, Harus Dirawat di Rumah Sakit?)

Salah satu penyebab anemia pada wanita hamil adalah kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Artinya, hal ini bisa saja terjadi karena kebiasaan melewatkan makanan sehingga tidak ada asupan zat gizi yang dibutuhkan masuk ke dalam tubuh. Anemia membuat seorang wanita menjadi lebih mudah merasa lelah dan pusing. Dampak jangka panjang anemia pada ibu hamil yakni berisiko meningkatkan ibu terkena depresi hingga kematian paska persalinan.

  1. Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium adalah hal yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Sebab zat gizi yang satu ini sangat berperan penting dalam perkembangan janin dan menjaga tubuh ibu tetap sehat. Tentunya hal ini juga bisa membantu persalinan berjalan lebih lancar.

Saat seorang ibu hamil kekurangan kalsium, risiko mengalami arthritis atau peradangan sendi dan osteoporosis pun menjadi lebih tinggi. Saat hal ini terjadi, tidak hanya membahayakan bagi para ibu tapi juga bisa berdampak pada janin.

  1. Kelahiran Prematur

Tidak teratur makan juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kelahiran prematur. Yaitu, kondisi yang membuat bayi lahir sebelum waktunya.

Salah satu penyebab wanita hamil mengalami kelahiran prematur adalah kurangnya jumlah kalori di dalam tubuh. Maka penting untuk mengonsumsi setidaknya 2.200 kalori dalam trimester pertama, sementara asupan kalori harian pada trimester kedua dan ketiga dianjurkan sebanyak 2.300 hingga 2.500 kalori.

  1. Kematian Janin

Dampak paling buruk dari kebiasaan melewatkan makan pada ibu hamil adalah kematian janin alias keguguran. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya asupan gizi yang bisa membantu perkembangan janin.

Meski tergolong langka, ibu tetap harus mewaspadai dampak yang satu ini. Cara terbaik adalah dengan membiasakan diri untuk makan sekalipun sedang tidak ingin. Meski hanya sedikit, akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jika hilangnya nafsu makan berlangsung lama, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Atau bisa menghubungi dokter untuk berdiskusi lewat aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!