Alami Ambiguous Genitalia, Pengaruhi Kesuburan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
alami-ambiguous-genitalia-pengaruhi-kesuburan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Salah satu hal yang paling membuat orangtua penasaran adalah jenis kelamin bayi yang ada di dalam kandungan. Biasanya, jenis kelamin bayi sudah bisa diketahui di usia kehamilan 5 bulan. Namun, bisa terjadi kondisi langka di mana jenis kelamin bayi sulit ditentukan, apakah ia laki-laki atau perempuan. Kondisi ini dinamakan ambiguous genitalia atau yang dikenal juga dengan istilah kelamin ganda. 

Orangtua tidak perlu khawatir bila Si Kecil ternyata mengalami ambiguous genitalia, karena kondisi ini tidak membahayakan nyawa. Meski demikian, jenis kelamin bayi yang tidak jelas ini bisa memengaruhi kesuburannya saat dewasa nanti. Yuk, simak lebih lanjut di sini.

Memahami Ambiguous Genitalia

Ambiguous Genitalia adalah kondisi langka di mana alat kelamin eksternal bayi tidak tampak jelas, apakah ia laki-laki atau perempuan. Pada bayi dengan ambiguous genitalia, alat kelamin mungkin tidak berkembang dengan sempurna, sehingga bayi memiliki karakteristik dari kedua jenis kelamin. Selain itu, bisa juga terjadi kondisi di mana alat kelamin eksternal tidak cocok dengan organ kelamin internal atau dengan kromosom seksual bayi tersebut.

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami ambiguous genitalia, di antaranya adalah karena adanya kelainan kromosom atau kelainan pada hormon. Kelainan perkembangan seksual akibat jumlah kromosom bisa terjadi pada bayi yang mengalami sindrom Turner dan sindrom Klinefelter. Hal ini karena kedua sindrom tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami kekurangan atau kelebihan kromosom di dalam selnya, sehingga mengakibatkan kelamin tidak bisa berkembang dengan sempurna. Sedangkan kelainan perkembangan seksual akibat hormon, biasanya terjadi karena adanya kelainan pada produksi hormon atau sensitivitas organ seksual selama bayi dalam kandungan terhadap hormon tersebut.  

Baca juga: Ketahui Gejala Ambiguous Genitalia pada Bayi Perempuan

Pengaruh Ambiguous Genitalia Terhadap Kesuburan Pengidap

Salah satu komplikasi yang bisa disebabkan oleh ambiguous genitalia adalah ketidaksuburan. Meski demikian, potensi bagi pengidap untuk memiliki anak tetap ada. Beberapa orang yang terlahir dengan alat kelamin ambigu masih memiliki organ seksual internal yang normal, sehingga mereka bisa memiliki kehidupan reproduksi yang subur. Pengidap ambiguous genitalia yang secara genetik adalah wanita dan yang kelainannya disebabkan oleh hiperplasia adrenal kongenital, juga masih bisa hamil bila mereka menginginkannya. Hiperplasia adrenal kongenital  adalah kondisi genetik di mana kelenjar adrenal menghasilkan hormon pria (androgen) secara berlebihan. 

Namun, beberapa pengidap ambiguous genitalia yang lain mungkin akan mandul atau sulit untuk hamil. 

Baca juga: Pentingnya Pendampingan Psikolog bagi Pengidap Ambiguous Genitalia

Cara Menangani Ambiguous Genitalia

Meski tidak membahayakan nyawa, ambiguous genitalia bisa memengaruhi psikologis dan kesejahteraan sosial pengidap. Dampak tersebut akan dirasakan oleh anak yang memiliki kelamin ganda ketika ia beranjak dewasa nanti. Oleh karena itu, ambiguous genitalia perlu ditangani dengan mempertimbangkan berbagai faktor. 

Operasi merupakan pilihan yang paling sering diambil untuk menangani ambiguous genitalia. Namun, sebelum menjalani tindakan medis tersebut, dokter dan orang tua bayi perlu memutuskan terlebih dahulu jenis kelamin untuk Si Kecil. Setelah itu, operasi akan dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada organ kelamin bayi. Untuk mengatasi masalah ketidaksuburan, orang tua bisa mendiskusikan dengan tim dokter mengenai cara terbaik untuk memfasilitasi fungsi seksual dan menjaga kesuburan seksual sang anak sampai ia dewasa.

Perawatan ambiguous genitalia mungkin juga bisa dilanjutkan dengan terapi hormon ketika pengidap berusia remaja. Hal ini bertujuan untuk membantu pengidap menjalani masa pubertas. 

Baca juga: Pentingnya Jaga Kehamilan agar Terhindar dari Ambiguous Genitalia

Bila kamu masih ingin mengetahui tentang kelainan perkembangan seksual ini lebih lanjut, tanyakan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Chat to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Ambiguous genitalia – Symptoms and Causes.