Alami Kolitis Ulseratif, Ketahui Cara Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kolitis ulseratif, kram perut,

Halodoc, Jakarta - Kolitis ulseratif sering ditandai dengan sakit perut atau kram perut. Jika hal ini terjadi, bisa jadi kamu sedang mengalami peradangan yang terjadi pada usus. Jika hal ini sudah terjadi, bagaimana penanganan yang tepat untuk pengidapnya?

Baca juga: Radang Usus Bisa Sebabkan Kolitis Ulseratif dan Penyakit Crohn

Kolitis Ulseratif, Peradangan pada Lapisan Saluran Pencernaan

Kolitis ulseratif penya nama lain, yaitu ulcerative colitis (UC). Kondisi ini merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Peradangan biasanya terjadi pada kolitis ulseratif terjadi pada rektum dan usus besar atau kolon. Pada lapisan yang mengalami peradangan ini, biasanya akan mengeluarkan nanah atau lendir.  Pada pengidap kolitis ulseratif, biasanya mereka akan mengalami diare yang terus-menerus. Hal ini terjadi karena cairan pada saluran pencernaan berpindah tempat ke usus besar, sehingga usus besar perlu dikosongkan secara terus-menerus.

Baca juga: Hati-Hati dengan 4 Jenis Radang Usus Ini

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Kolitis Ulseratif

Gejala pada kolitis ulseratif, antara lain nyeri perut, kram perut, demam, nyeri pada rektum, terjadi penurunan berat badan karena diare yang terus-menerus, sakit perut seperti ingin buang air besar, merasa kelelahan, dan demam. Gejala sakit dan nyeri yang terjadi akibat peradangan usus ini akan membuat otot-otot usus tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga makanan yang seharusnya dicerna justru dikeluarkan kembali.

Pada masing-masing pengidapnya, gejala yang timbul akan berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan kondisi yang dialami. Kebanyakan orang bahkan mengabaikan gejala yang timbul karena dianggap diare biasa. Jika hal ini terjadi, lama-kelamaan bisa saja menjadi kondisi yang kronis.

Baca juga: Inilah Penyebab Peradangan pada Usus Besar

Alami Kolitis Ulseratif, Ketahui Cara Pengobatannya

Penanganan pada kolitis ulseratif yang dilakukan berguna untuk meredakan gejala yang muncul, serta mencegah kambuhnya gejala. Pada gejala yang ringan, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Lakukan olahraga secara rutin guna mengembalikan fungsi normal usus. Olahraga ini juga bermanfaat untuk mengelola stres dengan baik.

  • Jika kamu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, ini saatnya untuk menghentikan itu semua. Dalam gejala yang ringan, pengidap perlu menghindari kafein, susu, alkohol, dan makanan pedas. Karena minuman dan makanan jenis tersebut dapat memicu diare. Jangan lupa untuk membatasi konsumsi makanan berlemak dan perbanyak makanan berserat, ya!

  • Kamu merupakan orang yang mempunyai kebiasaan merokok? Hentikan sekarang juga, ya! Kebiasaan yang tidak sehat ini bisa memperparah peradangan usus yang kamu alami.

Jika penanganan di atas tidak juga membuat keadaanmu membaik, bisa jadi kolitis ulseratif yang kamu alami sudah masuk dalam tahap kronis. Jika memang benar itu terjadi, biasanya dokter akan menyarankan kamu untuk menempuh prosedur operasi. Berikut syarat dilakukannya operasi pada pengidap kolitis ulseratif kronis:

  • Pengidap yang telah bertahun-tahun mengalami kolitis parah dan tidak juga membaik dengan pengobatan yang dilakukan.

  • Pengidap dengan kolitis fulminan dan megacolon beracun.

  • Pengidap dengan pancolitis atau kolitis sisi kiri. Kondisi ini dapat berisiko menyebabkan kanker usus besar, jadi prosedur operasi sangat disarankan bagi pengidap kondisi ini.

Untuk itu, selalu pantau kondisi kesehatan kamu, ya! Jika kamu merasa ada yang salah dengan kesehatanmu, Halodoc bisa jadi solusinya! Dengan aplikasi ini, kamu bisa ngobrol, bahkan tatap muka dengan dokter pilihan kamu melalui Chat atau Voice/Video Call. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!