29 October 2018

Hati-Hati dengan 4 Jenis Radang Usus Ini

hati-hati dengan 4 jenis radang usus ini

Halodoc, Jakarta – Radang usus merupakan masalah pencernaan yang paling sering terjadi, terutama bagi mereka yang memiliki pola makan buruk. Namun sayangnya, masih banyak orang yang menyepelekan penyakit ini lantaran gejalanya mirip seperti penyakit perut biasa. Padahal, radang usus bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka bisa memicu dampak yang lebih serius. Radang usus sendiri ada beberapa jenis. Penting untuk mengetahui jenis radang usus yang kamu alami agar bisa menentukan penanganan yang tepat.  

Apa itu Radang Usus?

Usus dalam tubuh manusia yang terdiri dari usus besar dan usus halus memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Usus halus berfungsi untuk mencerna dan menyerap nutrisi makanan yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Sementara tugas usus besar adalah untuk mengolah sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna atau diserap untuk dikeluarkan saat buang air besar. Nah, ketika usus mengalami inflamasi atau peradangan, kondisi tersebut dikenal juga sebagai radang usus.

Jenis-Jenis Radang Usus

Ada empat jenis radang usus yang paling umum terjadi, yaitu:

1. Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan peradangan kronis pada bagian gastrointestinal atau sistem pencernaan. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi yang keliru terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat. Peradangan usus ini dapat bertahan lama, sehingga menyebabkan ulster (luka) pada lapisan dinding usus besar kolon dan rektum.

Berdasarkan lokasi peradangan dan tingkat keparahan gejalanya, kolitis ulseratif dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Ulcerative proctitis. Ini adalah jenis kolitis ulseratif yang paling ringan dan terjadi di dekat anus. Satu-satunya gejala adalah muncul pendarahan dari dubur.

  • Proctosigmoiditis. Peradangan terjadi pada rektum dan ujung bawah usus besar. Gejalanya, antara lain diare berdarah, kram perut, dan tidak mampu untuk buang air besar sampai tuntas (tenesmus).

  • Left-sided colitis. Peradangan meluas dari rektum melalui kolon sigmoid dan kolon menurun. Gejalanya, antara lain diare berdarah, kram perut di sisi kiri, dan menurunnya berat badan.

  • Pancolitis. Peradangan terjadi pada seluruh usus besar dan menyebabkan serangan diare berdarah yang cukup parah, kram perut, kelelahan, dan bahkan  penurunan berat badan yang signifikan.

  • Kolitis ulseratif akut. Bentuk kolitis yang satu ini cukup jarang terjadi dan terjadi di seluruh usus besar. Gejalanya adalah diare terus menerus, pendarahan, demam, dan tidak bisa makan.

2. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah peradangan yang bisa terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus. Namun, biasanya penyakit ini paling sering terjadi dalam usus halus (ileum) atau usus besar (kolon). Penyakit Crohn juga termasuk dalam penyakit autoimun, yaitu penyakit yang muncul karena sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi yang keliru terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat. Selain itu, faktor keturunan juga menjadi penyebab penyakit Crohn. Orang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit Crohn, berisiko lebih tinggi mengidap penyakit tersebut. Namun demikian, dikutip dari WebMd, penyakit Crohn juga bisa disebabkan oleh depresi.

Penyakit Crohn dapat menyebabkan pengidapnya mengalami gejala-gejala, seperti sakit perut, diare berat, kelelahan, penurunan berat badan, dan kekurangan gizi.

3. Colitis Collagenous

Jenis radang usus ini sebenarnya cukup langka. Colitis collagenous merupakan peradangan yang ditandai oleh adanya kumpulan kolagen yang tebal dan tidak elastis di bawah lapisan usus besar.  Kolagen adalah sejenis protein struktural dalam tubuh. Colitis collagenous juga termasuk jenis kolitis mikroskopis, karena peradangan yang disebabkannya hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.

Gejala colitis collagenous bisa berbeda-beda pada tiap pengidap. Namun umumnya, penyakit ini menimbulkan gejala berupa diare kronis, tapi tidak berdarah, mual dan muntah, berat badan menurun, kelelahan, kekurangan nutrisi, serta anemia.

4. Kolitis Limfositik

Jenis radang usus ini juga cukup langka dan termasuk jenis kolitis mikroskopis. Kolitis limfositik merupakan kondisi di mana sel-sel darah putih (limfosit) meningkat dalam jaringan usus besar. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa diare yang berair, tapi tidak berdarah.

Itulah empat jenis radang usus yang perlu kamu waspadai. Kalau kamu mengalami gejala-gejala yang kamu curigai sebagai radang usus, segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa membicarakan keluhan kesehatanmu dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli dan terpercaya siap membantumu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: