26 July 2018

Alasan Anak Demam Setelah Imunisasi

demam setelah imunisasi

Halodoc, Jakarta - Oleh karena imunitas tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna, maka Si Kecil perlu mendapatkan imunisasi untuk melindunginya dari berbagai penyakit berbahaya akibat virus. Namun, seringnya anak menjadi demam setelah imunisasi. Inilah yang membuat ibu terkadang khawatir. Padahal, demam adalah respon yang paling umum dari tubuh anak setelah diimunisasi. Lalu, apa yang menyebabkan anak demam setelah imunisasi? Baca ulasan lengkapnya di sini.

Mengapa Si Kecil Demam Setelah Diimunisasi?

Imunisasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk melindungi tubuh dengan membentuk pertahanan alami dari dalam tubuh. Saat diimunisasi, vaksin yang telah dilemahkan akan disuntikkan dalam tubuh anak. Selanjutnya, tubuh akan merespon imun tersebut dengan cara yang sama seperti ketika tubuh terserang penyakit tersebut. Bedanya, tubuh tidak akan menunjukkan gejala lainnya. Nantinya, jika penyakit tersebut datang kembali, tubuh telah sepenuhnya siap untuk membentuk pertahanan.

Munculnya rasa nyeri, gatal, dan demam setelah imunisasi menunjukkan respon positif tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan. Ketika itu, tubuh sedang membentuk sistem imunitas baru bersama vaksin yang disuntikkan yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu tubuh atau demam.

Meski begitu, tidak semua imunisasi akan memberikan dampak yang sama pada tubuh. Beberapa jenis imunisasi justru akan menyebabkan tubuh menjadi demam, seperti misalnya imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) atau campak. Pun tidak semua anak akan memberikan respon yang sama terhadap jenis imunisasi tersebut, karena beberapa anak tidak mengalami demam setelah vaksin disuntikkan.

Baca juga: Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orang Tua

Anak Demam Setelah Imunisasi, Harus Bagaimana?

Biasanya, suhu tubuh Si Kecil akan mengalami peningkatan setelah tubuhnya diimunisasi. Namun, ibu tidak perlu khawatir, karena kondisi ini normal terjadi. Ibu hanya perlu menenangkan sang buah hati, karena tentunya ia akan merasa tidak nyaman pascaimunisasi tersebut.

Jika Si Kecil masih menyusu pada ibu ketika diimunisasi, demam pada tubuh akan lebih cepat berkurang dengan pemberian ASI dalam frekuensi yang lebih sering daripada biasanya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Pediatrics mengemukakan bahwa anak yang lebih sering diberi ASI ketika demam lebih cepat membaik dibandingkan demam mereka yang tidak mendapatkan ASI eksklusif atau hanya minum susu formula.

Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan anak dengan pemberian ASI eksklusif akan lebih cepat pulih dari demam. Namun, pakar kesehatan berpendapat bahwa kandungan antiradang yang terdapat pada ASI-lah yang berperan aktif dalam menurunkan demam pada anak. Bisa juga karena menyusu pada ibu akan membuat Si Kecil tetap merasa nyaman, sehingga nafsu makannya tidak akan berkurang. Inilah sebabnya imunisasi juga bekerja jauh lebih baik pada anak yang mendapatkan ASI eksklusif.

Cara lain yang bisa ibu lakukan apabila anak mengalami demam setelah imunisasi adalah dengan memberikan kompres air hangat pada bagian tubuh Si Kecil yang disuntik atau pada dahinya. Setelah itu, pastikan anak tetap mendapat asupan cairan yang cukup, dan kenakan pakaian tipis tetapi tidak membuatnya kedinginan.

Baca juga: Mitos Seputar Pencernaan Bayi dan Faktanya

Jika dalam waktu lebih dari tiga hari demam sang anak tak kunjung turun dan tubuhnya menunjukkan gejala yang tidak biasa, ibu bisa bertanya pada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk menyembuhkan Si Kecil. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Apabila dokter menganjurkan pemberian obat, ibu juga bisa langsung membelinya lewat aplikasi ini. Namun, aplikasi Halodoc harus ibu download terlebih dahulu melalui App Store atau Play Store.