Alasan Kekurangan Asam Folat Bisa Sebabkan Spina Bifida

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Oktober 2018
Alasan Kekurangan Asam Folat Bisa Sebabkan Spina BifidaAlasan Kekurangan Asam Folat Bisa Sebabkan Spina Bifida

Halodoc, Jakarta – Spina bifida adalah cacat lahir yang relatif umum di Amerika Serikat (AS). Kata-kata itu berasal dari bahasa latin yang secara harfiah berarti "tulang belakang terbelah". Jika bayi memiliki spina bifida dikarenakan selama perkembangan tabung saraf, maka sekelompok sel yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang bayi tidak menutup sempurna. Akibatnya, tulang punggung yang melindungi tulang belakang tidak terbentuk sepenuhnya.

Sekitar 1.500—2.000 bayi dari 4 juta yang lahir di AS setiap tahun mengidap spina bifida. Membuat kondisi ini bukan sesuatu yang langka. Tidak memiliki cukup asam folat selama kehamilan adalah dapat meningkatkan kemungkinan anak mengidap spina bifida.

Asam folat (juga dikenal sebagai vitamin B9) terdapat pada beberapa makanan, seperti brokoli, kacang polong, dan beras merah. Mengonsumsi suplemen asam folat sebelum dan saat masa kehamilan akan mencegah kemungkinan cacat tabung saraf seperti spina bifida.

Asam folat dibutuhkan untuk reaksi biokimia penting dalam tubuh termasuk salah satunya adalah pembentukan susunan tulang belakang. Selain kekurangan asam folat, ada beberapa risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan bayi mengidap spina bifida, yaitu:

  1. Diabetes

Terutama ketika kadar gula darah meningkat pada awal kehamilan. Kontrol gula darah yang baik dan manajemen diabetes dapat menurunkan risiko.

  1. Obesitas

Wanita yang mengalami obesitas sebelum hamil berisiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan spina bifida daripada wanita dengan berat badan rata-rata. Kebiasaan makan yang buruk dan nutrisi yang tidak memadai pada ibu hamil dapat berkontribusi terhadap risiko spina bifida.

  1. Riwayat gangguan kejang

Obat kejang, seperti asam valproat dan karbamazepin dapat mengatur tahap NTD. Oleh karena jenis obat ini dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk memproses asam folat.

  1. Suhu tubuh yang tinggi selama awal kehamilan

Peningkatan suhu tubuh karena demam ataupun penggunaan sauna berkepanjangan di awal kehamilan memungkinkan peningkatan risiko spina bifida.

  1. Gizi buruk

Gizi buruk memungkinkan bayi yang lahir mengidap spina bifida lebih tinggi.

Jenis-Jenis Spina Bifida

  1. Spina Bifida Occulta (SBO)

Ini adalah bentuk cacat yang paling umum dan paling ringan. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak menyadari kalau dia mengidap penyakit ini. Pada situasi ini, sumsum tulang belakang dan saraf biasanya baik-baik saja, tetapi mungkin ada celah kecil di tulang belakang. Orang sering mengetahui bahwa mereka memiliki SBO ketika mereka mendapatkan X-Ray karena beberapa alasan lain. Jenis spina bifida ini biasanya tidak menyebabkan jenis cacat apa pun.

  1. Meningocele

Jenis spina bifida yang langka ini terjadi ketika kantong cairan tulang belakang (bukan sumsum tulang belakang) terdorong melalui pembukaan di punggung bayi. Beberapa orang memiliki sedikit atau tidak ada gejala sama sekali, sedangkan yang lain memiliki masalah dengan kandung kemih dan usus mereka.

  1. Myelomeningocele

Jenis spina bifida ini adalah yang paling parah. Di sini, kanal tulang belakang bayi terbuka di satu atau beberapa tempat di punggung bawah atau tengah sehingga kantong cairan menyembur keluar.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai spina bifida serta hubungannya dengan kekurangan asam folat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga:

 

 

 

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan