Alasan Makan Makanan Berlemak Picu Kadar SGOT Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alasan Makan-Makanan Berlemak Picu Kadar SGOT Tinggi

Halodoc, Jakarta – SGOT alias serum glutamic oxaloacetic transaminase merupakan enzim yang terdapat di dalam tubuh manusia. Enzim ini bisa ditemui di beberapa organ, seperti jantung, ginjal, otak, otot, dan hati. Fungsi dari enzim ini adalah membantu mencerna protein yang masuk ke dalam tubuh. Dalam kondisi normal, kadar enzim ini adalah 5–40 mikro per liter. Meski begitu, batas normal enzim ini bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. 

Meski bisa ditemukan di berbagai organ, tetapi dalam keadaan normal SGOT lebih banyak terdapat di dalam organ hati dan selnya. Kadar enzim ini harus dijaga agar tetap stabil dan tidak lebih tinggi dari batas normal yang ditentukan. Tingginya kadar SGOT bisa menjadi pemicu dan tanda gangguan kesehatan. Mengonsumsi makanan berlemak disebut menjadi salah satu penyebab SGOT tinggi, apa alasannya? 

Baca juga: Ini 5 Cara Membantu Turunkan Kadar SGOT yang Tinggi

Cara Makanan Berlemak Memengaruhi SGOT

Karena lebih banyak ditemukan di hati, tingginya kadar SGOT sering dikaitkan dengan gangguan pada organ tersebut. Meski tidak selalu begitu, nyatanya kamu harus waspada jika kadar enzim ini mengalami peningkatan di dalam tubuh. Sebab, gangguan pada hati bisa menyebabkan enzim ini masuk ke dalam pembuluh darah dan kadarnya meningkat. Di dalam organ hati, SGOT memiliki fungsi membantu mencerna lemak. 

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kadar SGOT meningkat, salah satunya adalah konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan. Seperti dikatakan sebelumnya, di dalam organ hati enzim ini memiliki fungsi utama untuk mencerna dan memecah lemak di dalam tubuh. Saat seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, asupan lemak ke dalam tubuh pun meningkat. 

Saat lemak terlalu banyak masuk ke dalam tubuh, risiko terjadi gangguan pada organ hati menjadi lebih tinggi. Kondisi ini bisa menyebabkan hati tidak lagi dapat mengolah asupan lemak yang masuk, sehingga muncul kerusakan. Meski begitu, makanan berlemak sebenarnya bukan merupakan penyebab utama rusaknya organ hati. Namun, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan ini berkontribusi besar dalam meningkatkan SGOT, yang berujung pada kerusakan hati. 

Baca juga: Terdengar Mirip, Apa Beda SGOT dan SGPT?

Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan hati dan organ tubuh lainnya, sebaiknya hindari kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak terlalu sering. Sebagai gantinya, biasakanlah mengonsumsi makanan sehat, seperti makanan yang mengandung serat, vitamin, dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Kamu disarankan untuk banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah segar untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh. 

Selain menghindari makanan berlemak, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari meningkatnya kadar SGOT. Salah satu caranya adalah menghindari minuman yang bisa menimbun racun di dalam tubuh, seperti minuman beralkohol. Jenis minuman yang satu ini sering menjadi penyebab utama rusaknya hati, dan kemudian berujung pada melonjaknya kadar enzim SGOT. Hindari juga konsumsi makanan yang tinggi kandungan gula. Selain makanan berlemak, nyatanya berlebihan dalam mengonsumsi makanan berkalori tinggi, misalnya makanan manis juga bisa memicu peningkatan kadar SGOT di dalam tubuh. 

Baca juga: Terkena DB Bisa Sebabkan Peningkatan SGOT

Masih penasaran tentang bahaya tingginya kadar SGOT dan apa saja penyebabnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2019. Liver Blood Tests (Normal, Low, and High Ranges & Results)
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Symptoms Elevated liver enzymes.
Halodoc. Diakses pada 2019. SGOT.