• Home
  • /
  • Alasan Membersihkan Kotoran Telinga Kering Harus ke THT

Alasan Membersihkan Kotoran Telinga Kering Harus ke THT

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Alasan membersihkan Kotoran Telinga Kering Harus ke THT

Halodoc, Jakarta – Membersihkan kotoran telinga, apalagi kotoran telinga kering sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Pada kondisi tertentu, jenis kotoran ini malah harus dibersihkan oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Mengapa demikian? Sebelumnya perlu diketahui, ada dua jenis kotoran telinga, yaitu kotoran telinga basah dan kotoran telinga kering. 

Sebenarnya, kotoran telinga ini berperan dalam mencegah masuknya benda asing ke organ pendengaran tersebut. Namun, terkadang kotoran telinga bisa juga menyebabkan masalah jika sudah terlalu banyak dan menumpuk. Maka dari itu, penting untuk membersihkan kotoran telinga kering secara rutin. Pada kondisi yang ringan, perawatan di rumah bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Namun, kamu perlu pergi ke dokter THT jika kotoran telinga kering masih menumpuk. 

Baca juga: Jangan Terlalu Sering, Ini Bahaya Mengorek Telinga

Membersihkan Kotoran Telinga Kering

Kotoran telinga bisa kering karena terlalu lama berada di saluran telinga. Sebaiknya, kondisi ini jangan diabaikan sama sekali. Kotoran telinga kering yang menumpuk bisa meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan di saluran telinga. Dalam kondisi yang parah, penyumbatan bisa mengganggu fungsi pendengaran. Kalau sudah begitu, kamu mungkin harus pergi ke dokter THT untuk membersihkan kotoran telinga kering. 

Umumnya, dokter akan melakukan irigasi telinga untuk membilas kotoran telinga kering. Namun, cara ini tidak dapat dilakukan jika terdapat cedera atau gangguan pada gendang telinga karena bisa memicu infeksi dan kerusakan fungsi pendengaran. Sementara pada kondisi yang masih tergolong ringan, kotoran telinga kering bisa dibersihkan dengan obat tetes. Tujuannya untuk merangsang kotoran keluar dari telinga. 

Kamu bisa menggunakan obat tetes alami, seperti air garam, minyak zaitun, dan minyak kelapa, yang dapat membantu melunakkan kotoran telinga kering, sehingga bisa dikeluarkan dengan mudah. Selain itu, bisa juga menggunakan obat tetes telinga dari apotek untuk melunakkan kotoran telinga.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Kotoran Telinga

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa membersihkan kotoran telinga sama sekali tidak boleh dilakukan sembarangan. Kebiasaan mengorek telinga atau membersihkan organ ini dengan benda tajam ke dalam telinga. Hal ini malah bisa membuat kotoran masuk semakin dalam dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan telinga, seperti: 

  • Penurunan Kemampuan Mendengar 

Kotoran telinga kering yang menumpuk dapat menyumbat saluran telinga. Semakin banyak kotoran yang menumpuk, semakin tinggi risiko terjadinya gangguan berupa penurunan kemampuan mendengar. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan tinnitus alias telinga berdenging. 

  • Infeksi dan Iritasi

Penumpukan kotoran telinga kering yang dibiarkan begitu saja bisa meningkatkan risiko infeksi. Kondisi tersebut terjadi akibat pertumbuhan bakteri di sekitar kotoran telinga. Selain itu, kotoran telinga kering yang menumpuk akan membuat proses pembersihan menjadi lebih berat. Hal itu bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi atau luka dan perdarahan. 

Selain itu, kotoran telinga kering yang menumpuk juga akan meningkatkan risiko gangguan lain, sebab kotoran membuat dokter kesulitan dalam mendiagnosis penyakit telinga yang mungkin terjadi. 

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Hal ini karena tumpukan kotoran menghalangi pandangan dokter saat memeriksa bagian dalam telinga. Meski terdengar sepele, membersihkan telinga sebenarnya adalah hal yang penting, bahkan beberapa kondisi tertentu harus dilakukan oleh dokter THT. 

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How to Safely Remove Hard, Dry Earwax. 
Healthline. Diakses pada 2020. Earwax Buildup and Blockage. 
Verywell Health. Diakses pada 2020. What You Need to Know about Ear Wax.