• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 September 2021
Inilah 5 Fakta Tentang Infeksi Telinga Tengah

"Infeksi telinga tengah alias otitis media bisa menyerang siapa saja. Namun, risiko disebut lebih tinggi pada anak-anak dan bayi. Sebab, ukuran saluran telinga pada anak-anak cenderung masih sempit. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri dan berujung pada penyakit."


Halodoc, Jakarta – Infeksi telinga tengah alias otitis media merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada telinga bagian tengah. Infeksi terjadi pada rongga yang berada di belakang gendang telinga yang memiliki 3 tulang kecil. Ketiga lubang ini memiliki fungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. 

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kondisi ini. Namun, infeksi telinga tengah seringkali disebabkan oleh batuk pilek, flu, atau alergi. Selain itu, ada sejumlah fakta lain yang perlu diketahui terkait penyakit ini. Biar lebih jelas, simak beberapa fakta mengenai infeksi telinga tengah atau otitis media di artikel berikut ini!

Baca juga: Ini yang Membuat Telinga Sakit Saat Pilek dan Cara Menanganinya

Fakta Infeksi Telinga Tengah yang Perlu Diketahui 

Ada beberapa fakta terkait infeksi telinga tengah yang perlu diketahui, di antaranya: 

1. Disebabkan oleh Virus atau Bakteri

Infeksi telinga tengah disebabkan oleh bakteri atau virus yang dapat masuk melalui berbagai cara. Ada yang melalui telinga atau juga melalui saluran pernapasan, lalu menyebar ke telinga. Infeksi ini kemudian menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir di dalam telinga bagian tengah, dan mengganggu fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap otitis media, yaitu:

  • Bekerja di tempat dengan banyak polusi dan asap.
  • Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat infeksi telinga.
  • Orang-orang dengan sistem imun yang buruk atau penyakit pernapasan kronis, seperti cystic fibrosis dan asma.

2. Rentan Terjadi pada Anak-Anak dan Bayi

Sebenarnya, otitis media atau infeksi telinga tengah bisa terjadi pada siapa saja. Namun, anak-anak di bawah usia 10 tahun, atau bayi berusia 6–15 bulan, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap kondisi ini, ketimbang orang dewasa. Hal ini ternyata berkaitan dengan ukuran tuba eustachius pada anak yang lebih sempit. Saluran ini berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah. Oleh karena ukurannya yang sempit, risiko penyumbatan dan penumbukan lendir serta cairan telinga menjadi lebih tinggi dan bisa memicu infeksi bakteri. 

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Gendang Telinga Pecah

3. Memiliki Gejala Demam hingga Gangguan Pendengaran

Beberapa gejala yang umum dialami oleh pengidap otitis media, antara lain:

  • Demam;
  • Nyeri pada telinga;
  • Mudah marah;
  • Gangguan tidur;
  • Keluarnya cairan kuning, bening, atau berdarah dari dalam telinga;
  • Kehilangan keseimbangan;
  • Mual dan muntah;
  • Diare;
  • Menurunnya nafsu makan;
  • Hidung tersumbat;
  • Gangguan pendengaran.

4. Umumnya dapat Membaik dalam Beberapa Hari

Umumnya, infeksi telinga tengah dapat sembuh dengan sendirinya, tanpa memerlukan penanganan medis khusus. Menjaga kebersihan telinga dan menghindari tempat-tempat yang berpolusi merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan ketika terserang otitis media. Namun, jika gejala dari otitis media tak kunjung hilang lebih dari 3 hari, pemeriksaan medis perlu dilakukan.

Untuk otitis media yang disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik, untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Kemudian, untuk gejala demam dan nyeri yang terjadi, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

5. Memiliki Risiko Beberapa Komplikasi

Jika tidak ditangani, otitis media dapat memicu terjadinya komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan, antara lain:

  • Labirinitis, yaitu penyebaran infeksi ke telinga bagian dalam.
  • Mastoiditis, yaitu penyebaran infeksi ke tulang di belakang telinga.
  • Meningitis, yaitu penyebaran infeksi ke selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang, yang disebut meningen.

Baca juga: 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit penjelasan tentang infeksi telinga tengah atau otitis media. Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit ini dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Middle Ear Infections.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Ear Infection (Middle Ear).
Healthline. Diakses pada 2021. Middle Ear Infection (Otitis Media).