• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Uji Vaksin Corona Sebaiknya Dilakukan di Zona Merah

Alasan Uji Vaksin Corona Sebaiknya Dilakukan di Zona Merah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Secercah harapan timbul yang dipercaya dapat menyelesaikan masalah pandemi COVID-19 ini, yaitu dengan semakin mendekatinya vaksin corona untuk melewati uji klinis. Sinovac adalah nama vaksin yang saat ini sudah dilakukan uji coba di Indonesia pada beberapa daerah. Diharapkan, vaksin ini sudah datang di Indonesia pada akhir November 2020, dan siap untuk disebarkan ke seluruh Indonesia, terutama yang berada di zona merah.

Beberapa area memang memiliki lonjakan kasus yang sangat tinggi, seperti DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan. Beberapa ahli percaya jika uji coba vaksin corona akan lebih tepat untuk dilakukan di zona merah. Namun, apa alasan atau landasan yang membuat hal tersebut harus dilakukan sesuai pendapat para ahli? Berikut penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Vaksin Corona Tidak Cukup Sekali Suntik, Ini Alasannya

Zona Merah Harus Mendapatkan Prioritas Uji Coba Vaksin Corona

DKI Jakarta adalah salah satu area yang termasuk dalam zona merah. Pengertian zona merah sendiri mengacu pada dua poin, yaitu terhadap kasus baru atau seberapa banyak orang yang positif. Untuk kasus baru, berarti area tersebut mengalami 100 kasus baru per 100.000 penduduk selama satu minggu sebelumnya. Lalu, pada tingkat positif berarti area tersebut dilaporkan mencatatkan tingkat kepositifan uji COVID-19 lebih tinggi dari 10 persen.

Maka dari itu, pemerintah daerah ibukota menetapkan pembatasan sosial berskala besar guna menekan angka pengidap COVID-19 agar tidak terus naik. Selain itu, beberapa perkantoran juga dibatasi aktivitasnya karena belakangan ini penyebarannya banyak terjadi di area kantor. Hal tersebut dapat terjadi karena saat di kantor, banyak orang yang merasa sudah aman melepas masker, padahal virus tersebut dapat menyebar pada ruangan ber-AC atau kurang ventilasi.

Baca juga: Ini 3 Vaksin Corona yang Disetujui Terbatas

Nah, kembali ke pokok bahasan sebelumnya, apa alasan uji coba vaksin corona harus di zona merah? Berikut ini penjelasan yang harus kamu pahami:

Saat ini, uji coba vaksin corona diadakan di Bandung yang tidak termasuk zona merah, di mana sebenarnya lebih cocok untuk dilakukan di DKI Jakarta. Disebutkan jika lokasi pengujian vaksin pada area zona merah dapat memperlihatkan perbedaan yang jelas antara seseorang yang benar diberi vaksin dan plasebo (tidak mengandung vaksin). Dengan begitu, akan terlihat efektivitas dari suntikan yang dipercaya dapat mengatasi pandemi ini.

Maka dari itu, uji coba vaksin ini tidak dilakukan di China karena lonjakan kasus di negara tersebut sudah dalam kendali. Vaksin corona ini dapat dinyatakan berhasil dan efektif jika telah memenuhi uji klinis, yaitu 0 kasus per 800 orang yang mendapatkan vaksin dan 80 kasus dari 800 orang yang disuntik plasebo. Dengan begitu, dapat disimpulkan jika vaksin ini memang bekerja sesuai yang diharapkan.

Untuk sekarang ini, semua lapisan masyarakat Indonesia harus benar-benar bersabar dengan uji coba yang masih berjalan. Jika memang benar vaksin tersebut efektif, hanya tinggal menghitung waktu agar pandemi dapat diatasi secara keseluruhan. Akhirnya, kehidupan yang normal seperti sebelum penyebaran virus corona dapat diraih kembali.

Baca juga: Update Vaksin COVID-19: 5 Vaksin Ini Disetujui Terbatas

Apabila kamu merasakan beberapa gejala yang berhubungan dengan COVID-19 dan ingin memastikannya virus corona atau bukan, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Caranya mudah saja, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc, dan dapatkan kemudahan terkait akses kesehatan tanpa perlu ke luar rumah!

Referensi:
Kompas. Diakses pada 2020. Ahli: Sebaiknya Uji Vaksin Corona Sinovac Dilakukan di Zona Merah, Kenapa?
Fast Company. Diakses pada 2020. What is a COVID-19 red zone? Do you live in one? Here’s how to find out.