• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Wanita Lebih Sering Mengidap Frozen Shoulder

Alasan Wanita Lebih Sering Mengidap Frozen Shoulder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Rasa nyeri parah pada bahu akan dirasakan ketika seseorang mengalami frozen shoulder. Kondisi ini akan membuat pengidap sulit menggerakkan bahu, karena ruang dalam sendi mengecil secara perlahan, sehingga jaringan di sekitar sendi menjadi kaku dan membentuk jaringan parut. Rasa sakit yang dirasakan akan menjalar ada otot-otot lengan, sehingga pengidap akan merasakan nyeri sepanjang hari, bahkan saat beristirahat.

Baca juga: 5 Gangguan Kesehatan yang Diatasi dengan Fisioterapi

Wanita Lebih Sering Mengidap Frozen Shoulder

Wanita yang menginjak usia 40 tahun harus lebih waspada dengan kesehatannya, karena mereka berisiko mengalami kekakuan dan nyeri pada bahu sendi yang ditandai dengan rasa nyeri yang bertahap selama 1-3 tahun lamanya. Tak hanya itu, berikut beberapa faktor pemicu terjadinya frozen shoulder:

  • Ketidakmampuan untuk bergerak secara aktif karena adanya gangguan pada anggota gerak tubuh yang disebut dengan imobilisasi. Biasanya kondisi ini rentan dialami oleh orang-orang yang pernah melakukan prosedur operasi pada area bahu.

  • Trauma pada bahu, karena pernah mengalami patah tulang lengan.

  • Penyempitan pembuluh darah koroner (pembuluh darah arteri jantung) yang menyebabkan zat makanan dan oksigen menuju jantung jadi terhambat.

  • Mengidap tekanan darah tinggi yang berada pada angka lebih dari 130/80 mmHg.

  • Mengidap penyakit parkinson yang memengaruhi sistem saraf otak yang memproduksi dopamin yang berfungsi menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh.

  • Mengidap hiperlipidemia yang menyebabkan meningkatnya kadar lemak dalam darah, sehingga memicu timbulnya penyakit jantung yang dapat berisiko kehilangan nyawa bagi pengidapnya.

Seseorang yang memiliki sejumlah faktor pemicu frozen shoulder  akan mengalami rasa sakit yang berlebihan. Kondisi ini akan membuat kemampuan gerak sendi yang terkena menjadi terbatas. Agar aktivitas harian tetap lancar, segera diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc jika kamu menemukan sejumlah gejalanya.

Ketika kamu menemukan gejalanya, dokter akan mendiagnosis frozen shoulder dengan sejumlah pemeriksaan fisik berdasarkan gejala yang tampak. Tak hanya itu, pemeriksaan penunjang seperti rontgen dan MRI scan juga diperlukan guna memastikan adanya penyakit ini.

Baca juga: Nyeri Otot Rematik Polimialgia atau Fibromyalgia? Ini bedanya

Tahapan Gejala pada Pengidap Frozen Shoulder

Gejala yang muncul akan bertambah parah saat pengidapnya berkendara, berpakaian, bahkan saat tidur. Pengidap akan sangat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya. Pada beberapa pengidap, gejala akan bertambah parah saat malam hari. Berikut tahapan gejala yang biasanya dirasakan pada pengidap frozen shoulder:

  1. Tahap pertama disebut dengan freezing stage yang berlangsung selama 2-9 bulan. Dalam tahap ini pergerakan bahu mulai terbatas.

  2. Tahap kedua disebut dengan frozen stage yang berlangsung selama 4-12 bulan. Dalam tahap ini bahu akan kaku dan sulit untuk digerakkan. 

  3. Tahap ketiga disebut dengan thawing stage yang berlangsung selama 1-3 tahun. Dalam tahap ini bahu mulai membaik secara perlahan.

Baca juga: Perlu Tahu Nyeri Otot Myalgia

Penyakit ini tidak dapat diprediksi dengan tepat, karena pemicunya yang beragam, sehingga tidak ada langkah yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya frozen shoulder. Pencegahan satu-satunya dapat dilakukan dengan menjaga kelenturan dan kekuatan otot pada bahu dengan melakukan latihan peregangan, sehingga tidak terbentuk jaringan parut karena kekakuan pada otot bahu.

Ketika langkah pencegahan yang kamu lakukan tidak dapat menghindarkanmu dari frozen shoulder, prosedur operasi harus dilakukan untuk mengambil jaringan parut yang menjadi penyebab kekakuan pada bahu. Sakit pasca operasi wajar dialami, tapi kamu harus tetap melatih bahu untuk bergerak, agar sendi tidak menjadi kaku dan terbentuk kembali jaringan parut. Usahakan untuk melakukan penanganan yang tepat untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Frozen Shoulder. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Frozen Shoulder.