Alergi Susu Saat Dewasa, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Alergi Susu Saat Dewasa, Apa Gejalanya?

Halodoc, Jakarta – Alergi susu adalah kondisi yang muncul akibat respons abnormal sistem kekebalan tubuh setelah minum susu atau produk olahannya. Meski sering terjadi pada anak-anak, alergi susu bisa muncul saat dewasa. Apa yang menjadi penyebabnya? Ketahui fakta lengkap alergi susu saat dewasa di sini.

Baca Juga: Yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Alergi Susu

Mengenal Gejala Alergi Susu Saat Dewasa

Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap adanya zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Jika ini terjadi, sel darah putih membentuk antibodi (disebut antihistamin) untuk melawan zat asing tersebut, kemudian muncul gejala alergi.

Di antaranya berupa gatal-gatal, batuk, mengi, sesak napas, serta bengkak pada bibir, lidah, atau amandel. Setelah beberapa jam atau hari, alergi susu bisa menyebabkan diare, muntah, ruam kulit, mata berair, pilek, eksim, kram perut, serta ruam dan gatal di sekitar mulut. Pada kasus yang parah, alergi susu menyebabkan syok anafilaksis, ditandai dengan wajah memerah, gatal pada sekujur tubuh, sesak napas, hingga turunnya tekanan darah.

Baca Juga: Alergi Susu Bisakah Disembuhkan?

Penanganan Alergi Susu Saat Dewasa

Jika kamu mengalami reaksi alergi setelah minum susu atau produk olahannya, segera berbicara pada dokter untuk mendapatkan diagnosis. Alergi susu biasanya didiagnosa melalui pemeriksaan fisik, tes darah, dan tes kulit. Setelah diagnosis ditetapkan, ini penanganan alergi susu saat dewasa yang bisa dilakukan:

  • Hindari konsumsi susu dan produk olahannya (seperti susu sapi asli, mentega, suplemen whey, yoghurt, puding, es krim, dan keju). Kamu juga perlu menanyakan dokter terkait makanan atau minuman apa saja yang baik untuk dikonsumsi.

  • Konsumsi obat, seperti obat antihistamin. Obat ini berguna untuk meredakan gejala dari reaksi alergi dan mengurangi ketidaknyamanan saat muncul gejala.

  • Suntik adrenalin jika mengalami syok anafilaksis. Pada kasus yang lebih parah, pengidap alergi susu dengan syok anafilaksis perlu menjalani perawatan di rumah sakit untuk berjaga-jaga jika terjadi reaksi alergi susulan.

Tanpa penanganan yang tepat, alergi susu saat dewasa bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Di antaranya berupa rinitis alergi (peradangan rongga hidung akibat paparan zat alergen) dan alergi makanan lain. Maka itu, kamu dianjurkan untuk segera bicara pada dokter jika muncul reaksi alergi setelah minum susu atau produk olahannya. Tujuannya untuk memastikan gejala yang muncul disebabkan karena alergi susu. Alergi susu terjadi karena sistem kekebalan tubuh menganggap zat yang terkandung di dalam susu dan produk olahannya sebagai zat asing.

Baca Juga: Saat Anak Kena Alergi Susu, Atasi dengan Cara Ini

Itulah penyebab alergi susu saat dewasa. Kalau kamu punya keluhan alergi susu, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor. Kamu bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!