Anak-anak Bisa Mengidap Gangguan Kepribadian Ambang?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Anak-anak Bisa Mengidap Gangguan Kepribadian Ambang?

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya kesehatan fisik saja, kesehatan mental juga penting untuk dijaga. Banyak gangguan mental yang dapat dialami, salah satunya adalah gangguan kepribadian ambang. Gangguan kepribadian ambang, yang dikenal juga dengan Borderline Personality Disorder adalah kondisi gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang sering berubah-ubah. Tidak hanya itu, pengidap gangguan kepribadian ambang juga kerap memiliki sifat yang impulsif.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Gangguan Kepribadian Ambang

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, bisa menimbulkan komplikasi pada pengidap gangguan kepribadian ambang, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan makan hingga penyalahgunaan NAPZA. Yuk, ketahui gejala apa saja yang mungkin dialami oleh pengidap gangguan kepribadian ambang agar kondisi ini dapat segera diatasi.

Bisakah Anak-Anak Alami Gangguan Kepribadian Ambang?

Penyebab pasti gangguan kepribadian ambang belum diketahui. Namun ada beberapa pemicu yang meningkatkan risiko seseorang alami gangguan kepribadian ambang. Gangguan mental ini dapat terjadi akibat faktor genetik atau riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mental ini lebih berisiko alami kondisi yang sama.

Tidak hanya itu, kelainan pada otak juga menjadi pemicu seseorang alami gangguan kepribadian ambang. Adanya perubahan struktur dan fungsi otak terutama pada bagian yang mengatur emosi bisa memicu seseorang alami gangguan ini. Selain itu, lingkungan nyatanya juga dapat membentuk seseorang alami gangguan kepribadian ambang.

Umumnya, gangguan kepribadian ambang kerap dialami oleh remaja. Namun siapa sangka, anak-anak dengan kondisi lingkungan yang keras, misalnya sering mendapat perlakukan kasar, mengalami pelecehan, dan anak yang sering diabaikan oleh orangtuanya juga bisa mengalami gangguan kepribadian ambang. 

Baca juga: Atasi Gangguan Kepribadian Ambang dengan Terapi, Ini Penjelasannya

Ibu, tidak ada salahnya untuk selalu memerhatikan kebutuhan psikologis maupun fisik dari anak. Ketahui beberapa gejala yang dialami oleh anak dengan gangguan kepribadian ambang, seperti memiliki suasana hati yang tidak menentu, marah dengan tidak terkendali bahkan dapat melakukan kekerasan pada dirinya sendiri, mengalami ketakutan yang cukup besar sehingga memunculkan paranoid pada anak dan alami perubahan sifat yang menjadi lebih murung dan pendiam.

Lakukan Pengobatan pada Anak dengan Gangguan Kepribadian Ambang

Jika ibu melihat beberapa gejala tersebut dialami oleh anak, tidak ada salahnya untuk berdiskusi pada dokter maupun psikologi secara langsung melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kunjungi rumah sakit terdekat untuk lakukan pemeriksaan terhadap gejala yang dialami anak. Lebih cepat mengetahui penyebab perubahan pada anak, tentu semakin mudah lakukan pengobatan pada anak.

Gangguan kepribadian ambang pada anak dapat diatasi dengan melakukan beberapa pengobatan, seperti melakukan terapi psikoterapi. Pengobatan dilakukan untuk menurunkan gejala dan perubahan perilaku yang terjadi pada anak. Dengan begitu, hubungan anak dengan orangtua dan lingkungan menjadi lebih baik. Tidak hanya terapi, umumnya kondisi ini juga diatasi dengan penggunaan beberapa jenis obat-obatan seperti antidepresan atau obat penyeimbang suasana hati.

Baca juga: Ini Bedanya Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder

Sebaiknya saat proses pengobatan, anak mendapatkan dukungan penuh dari keluarga maupun lingkungan. Tidak ada salahnya untuk melakukan pendampingan terus menerus pada anak. Pengobatan untuk mengatasi gangguan kepribadian ambang membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat agar pengobatan mampu berjalan dengan baik. Pengobatan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak ke depannya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder
NHS. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder