21 February 2019

Ini Bedanya Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder

Ini Bedanya Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder

Halodoc, Jakarta - Gangguan bipolar dan borderline personality disorder adalah dua jenis gangguan kepribadian yang kerap dikira sama, lantaran memiliki gejala yang serupa. Padahal keduanya berbeda, lho. Apa saja perbedaan antara gangguan bipolar dan borderline personality disorder? Berikut akan diulas terlebih dahulu satu persatu.

Gangguan Bipolar

‘Bipolar’ memiliki arti ‘dua kutub’, dan seperti namanya pula gangguan bipolar dijelaskan sebagai suatu kondisi ketika seseorang memiliki atau menunjukkan 2 kutub emosi yang sangat berbeda. Gangguan ini terdiri atas 2 fase, yaitu mania dan depresi. Fase mania ditandai dengan episode kebahagiaan yang meluap-luap, sedangkan fase depresi adalah kebalikannya, ditunjukkan dengan rasa sedih dan depresi yang berlebihan.

Lebih spesifik, gejala yang ditunjukkan ketika seorang pengidap gangguan bipolar mengalami fase mania adalah:

  • Tidak bisa diam, harus bergerak terus atau berjalan mondar-mandir.

  • Merasakan kegembiraan yang meluap-luap.

  • Jadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari barang jatuh, sentuhan orang lain, hingga suara-suara yang didengarnya.

  • Bicara sangat cepat tanpa arah yang jelas (sulit dipahami).

  • Tidak bisa tidur, begadang semalaman tapi tidak merasa mengantuk atau lelah di pagi hari.

  • Bertingkah sembrono, misalnya belanja gila-gilaan, bertengkar dengan guru atau atasan, mengundurkan diri dari perusahaan, berhubungan intim dengan orang asing tanpa kondom, mengemudi ugal-ugalan, atau mabuk minuman keras.

  • Psikosis, yaitu tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikirannya.

Baca juga: Peran Keluarga dalam Menangani Gangguan Bipolar

Sementara itu, ketika pengidap gangguan bipolar mengalami fase depresi, beberapa gejala yang ditunjukkan adalah:

  • Menarik diri dari lingkungan dan orang terdekat.

  • Kehilangan minat pada kegiatan yang tadinya dinikmati.

  • Kehilangan tenaga dan energi secara drastis, biasanya pengidap tidak bisa meninggalkan tempat tidur hingga berjam-jam atau berhari-hari.

  • Bicara sangat lambat, kadang seperti orang yang sedang melantur.

  • Gangguan daya ingat, konsentrasi, dan nalar.

  • Terobsesi terhadap kematian, ingin bunuh diri, atau percobaan bunuh diri.

  • Perubahan pola makan secara drastis, entah nafsu makan hilang atau meningkat.

  • Terus-terusan merasa diri bersalah, tidak berguna, atau tidak layak.

Perlu diketahui bahwa gangguan bipolar tidaklah sama dengan gangguan lain seperti borderline personality disorder. Perbedaan antara keduanya terletak pada intensitasnya. Pengidap bipolar biasanya akan menunjukkan fase mania dan depresi yang sangat parah, sehingga mereka bisa saja kehilangan kendali atas emosinya sendiri.

Borderline Personality Disorder

Berbeda dengan gangguan bipolar, orang dengan borderline personality disorder biasanya memiliki pola pikir yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini kemudian membuat mereka sulit untuk mengatur emosi. Orang dengan borderline personality disorder cenderung memiliki sejarah hubungan yang tidak stabil. Mereka akan berusaha keras untuk tidak diabaikan oleh sekitar, dengan apapun caranya. Inilah salah satu perbedaannya dibandingkan dengan bipolar.

Baca juga: Borderline Personality Disorder Bisa Sebabkan Mood Naik Turun

Orang dengan gangguan kepribadian borderline lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental lainnya juga. Mereka juga cenderung memiliki beberapa jenis trauma saat kecil dibandingkan dengan orang yang mengalami bipolar. Selain memiliki masalah kesehatan mental lainnya, pengidap borderline personality disorder biasanya juga memiliki masalah dengan gangguan makan, citra tubuh, dan kecemasan. Mereka biasanya mengalami masalah dalam mengendalikan pikiran dan mengelola perasaannya, dan seringkali memiliki perilaku impulsif dan sembrono.

Lebih jelasnya, gejala yang ditunjukkan pengidap borderline personality disorder adalah:

  • Ketakutan berlebihan akan penolakan atau ditinggalkan seseorang.

  • Perasaan yang sangat cemas, khawatir, dan depresi.

  • Memiliki sejarah asmara yang tidak stabil (berubah drastis) dari cinta yang amat sangat berubah menjadi kebencian.

  • Mengalami perubahan mood yang terus-menerus, berlangsung selama beberapa hari atau hanya beberapa jam.

  • Memiliki citra diri yang tidak stabil.

  • Kesulitan merasakan empati terhadap orang lain.

  • Perilaku impulsif, berisiko, merusak diri sendiri yang berbahaya. Misalnya suka menyakiti diri sendiri secara fisik, mengemudi dengan sembrono, atau melakukan penyalahgunaan narkoba dan alkohol.

  • Paranoid.

  • Perasaan terasing, bosan, dan hampa.

Sekilas, gejala-gejala tersebut tampak mirip dengan fase depresi pada gangguan bipolar. Namun, pada pengidap borderline personality disorder, mood swing ini akan tetap ada terus. Sementara pada orang dengan gangguan bipolar, akan ada masa-masanya di mana mereka tidak akan merasakan gejala-gejala mania atau depresif sama sekali. Mereka akan tampak tenang seperti orang pada umumnya.

Selain itu, gangguan bipolar bisa terjadi tanpa pemicu yang jelas alias muncul tiba-tiba. Berbeda dengan borderline personality disorder, yang dapat muncul ketika dipicu oleh faktor-faktor seperti konflik dengan orang terdekat.

Baca juga: 5 Gangguan Kepribadian dengan Rasa Cemas Berlebihan

Itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan antara gangguan bipolar dan borderline personality disorder. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, psikolog, atau psikiater pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter, psikolog, atau psikiater yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!