Atasi Gangguan Kepribadian Ambang dengan Terapi, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Atasi Gangguan Kepribadian Ambang dengan Terapi, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan fisik agar selalu bugar memang penting, namun nyatanya menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya. Banyak gangguan yang dapat terjadi pada kesehatan mental, salah satunya adalah gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder

Baca juga: 5 Fakta Tentang Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang adalah gangguan pada kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati dan pencitraan diri seseorang yang berubah-ubah. Tidak hanya itu, pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki cara berpikir dan cara pandang yang cenderung berbeda dengan orang yang normal. Kondisi ini umum terjadi pada seseorang yang memasuki usia pubertas.

Gejala dari Gangguan Kepribadian Ambang

Jika kondisi ini tidak diatasi, maka gangguan kepribadian ambang dapat bertahan hingga pengidap beranjak dewasa. Ketahui gejala yang terjadi sebagai tanda gangguan kepribadian ambang.

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian ambang mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam waktu beberapa jam. Pengidap lebih sering mengalami perasaan hampa atau kosong dan sulit untuk mengendalikan amarah.

Gejala lainnya adalah pengidap gangguan kepribadian ambang dapat melakukan hal-hal yang cukup ekstrim. Mereka mampu berpikir bahwa dirinya berada dalam kondisi yang terpuruk. Tidak hanya itu, pengidap juga berpikir kerap berada dalam posisi yang buruk dan mengalami perasaan ketakutan. Pengidap gangguan kepribadian ambang juga rentan alami perilaku impulsif.

Berbagai penyebab dapat menjadi pemicu seseorang alami gangguan kepribadian ambang, seperti faktor lingkungan yang menimbulkan perasaan tidak aman atau takut yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, gangguan pada otak yang memengaruhi fungsi pada otak yang mengatur impuls dan emosi seseorang. Gangguan kepribadian ambang juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Jika ada yang masih ingin ditanyakan tentang penyebab gangguan kesehatan mental ini, bisa bertanya langsung pada psikolog melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Alami Pelecehan Bisa Sebabkan Kepribadian Ambang?

Lakukan Terapi untuk Atasi Gangguan Kepribadian Ambang

Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala yang mengacu pada gangguan kepribadian ambang. Kondisi yang dapat terdeteksi lebih dini juga lebih mudah untuk diatasi. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh pengidap gangguan kepribadian ambang, salah satunya adalah menjalani terapi, di antaranya:

1. Dialectical Behavior Therapy

Terapi ini dilakukan dengan melakukan dialog terhadap pengidap gangguan kepribadian ambang. Terapi ini dilakukan seorang terapis dengan tujuan agar pengidap dapat mengendalikan emosi dan tekanan yang terjadi dari luar atau orang lain.

2. Mentalization Based Therapy

Terapi ini bertujuan membuat pengidap mengenali emosi yang dirasakan sehingga pengidap dapat berpikir sebelum bereaksi. Umumnya, proses terapi ini memakan waktu yang cukup panjang, selama 18 bulan dan dilanjutkan dengan rawat jalan.

3. Schema Focused Therapy

Terapi ini membuat pengidap gangguan kepribadian ambang mengenali kebutuhan yang tidak terpenuhi sehingga menyebabkan gangguan ini. 

4. General Psychiatric Management

Terapi digunakan agar pengidap gangguan ini memahami perasaan emosi yang dirasakan dengan mempertimbangkan perasaan interpersonal.

Baca juga: Emosi Labil, Tanda Gangguan Kepribadian Ambang?

Tidak hanya terapi, penggunaan obat-obatan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dan menghindari pengidap gangguan kepribadian ambang alami komplikasi kesehatan, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan makan.

Referensi:
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2019. Treating Borderline Personal Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personal Disorder