22 March 2019

Anak Dapat Terinfeksi Mononukleosis, Orangtua Lakukan 4 Hal Ini

mononukleosis, infeksi mono, penyakit berciuman

Halodoc, Jakarta - Infeksi mononukleosis (mono) sering juga disebut dengan penyakit berciuman. Karena virus penyebab kondisi ini dapat ditularkan melalui air liur, misalnya ciuman, batuk, bersin, atau berbagai peralatan makan dan minum dari seorang yang terinfeksi. Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) dari mononukleosis dapat menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher.

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi mono pada anak adalah kamu dan keluarga menghindari orang yang mengidap penyakit ini. Namun, mungkin ini tidak mudah, karena banyak orang yang dapat menularkan infeksi ini tanpa menunjukkan gejala apapun.

Apabila anak mengalami infeksi mono, buatlah ia tinggal di rumah hingga demamnya mereda. Jangan biarkan ia berbagi gelas dan alat makan lain dengan anggota keluarga lain. Jika Si Kecil sudah merasa lebih sehat, ia sudah bisa kembali ke sekolah, walaupun biasanya masih akan merasa lelah.

Baca juga: Waspada, Mononukleosis pada Bayi Bisa Tertular Karena Ciuman

Walaupun infeksi mono tidak menimbulkan efek yang berbahaya, beberapa gejalanya ada yang sangat mengganggu aktivitas. Sebaiknya jika Si Kecil merasa mulai terinfeksi mono, sebaiknya segera lakukan penanganan preventif. Hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dan mengatasi mononukleosis yaitu:

1. Beri Banyak Cairan

Jika gejala infeksi mono demam, konsumsilah cairan yang lebih banyak untuk mengatasi atau mengurangi demam tersebut. Dengan menambah jumlah konsumsi cairan yang masuk ke dalam tubuh, seperti air putih atau jus buah, maka gejala lain seperti terjadinya nyeri pada tenggorokan dan dehidrasi juga dapat dikurangi. Kamu juga bisa meminta anak untuk berkumur-kumur dengan air garam yang dilakukan beberapa kali dalam sehari.

2. Berikan Obat Pereda Nyeri

Ketika terinfeksi mono, maka kemungkinan kamu akan merasa nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti pada limpa, kepala, dan juga tenggorokan. Untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul, berikan obat anti-nyeri. Pilihlah jenis obat pereda nyeri yang relatif aman digunakan seperti parasetamol atau ibuprofen. Di samping meredakan nyeri, obat tersebut juga akan menurunkan demam yang muncul.

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Mononukleosis Bisa Ditularkan Lewat Air Liur

3. Berikan Obat Anti-radang

Hal ini perlu kamu lakukan jika terjadi pembengkakan pada amandel Si Kecil, terdapat masalah pada jantung atau gangguan pada saraf. Namun, tentunya harus dengan resep dokter, ya.

4. Istirahat yang Cukup

Biarkan Si Kecil beristirahat yang cukup dengan tidak melakukan aktivitas fisik yang melelahkannya saat mengalami mononukleosis, karena dapat menyebabkan risiko pecahnya limpa pada Si Kecil. Penanganan mononukleosis lebih baik dilakukan di bawah pengawasan dokter karena kondisi fisik setiap anak yang variatif, maka kemungkinan akan membutuhkan penerapan pengobatan yang berbeda.

Sementara itu pada orang dewasa, tetaplah merawat diri dan beristirahat sebanyak mungkin, kamu akan kembali pada kondisi normal biasanya dalam beberapa minggu. Tubuh akan memberikan tanda kapan waktu untuk beristirahat dan kamu harus mendengarkan tubuh kamu. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berlebihan setidaknya satu bulan setelah pemulihan, karena limpa mengalami pembesaran.

Baca juga: Meski Menular, Demam Akibat Mononukleosis Bisa Dirawat DI Rumah

Limpa yang membengkak dapat pecah dengan mudah, menyebabkan pendarahan dalam, sakit di bagian perut, dan membutuhkan pembedahan darurat. Hindari aktivitas berlebihan, olahraga, kontak fisik, angkat beban, atau gulat dengan siapapun sampai dokter membolehkannya..

Setelah sembuh, pastikan kamu tidak menularkan virus kepada teman dan keluarga. Mereka bisa saja mendapatkan penyakit ini dari kontak langsung dengan kamu, tapi kamu bisa melakukan beberapa hal untuk membantu mereka terhindar dari virus ini.

Apabila penyakit yang kamu alami tidak kunjung membaik, komunikasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.