Anak Diare Akibat MPASI, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
MPASI

Halodoc, Jakarta - MPASI mulai diberikan pada Si Kecil ketika usia mereka menginjak 6 bulan. Namun, pemberian MPASI kadang dapat memengaruhi pencernaan mereka, sehingga Si Kecil mengalami perubahan feses menjadi cair. Jika hal ini sudah terjadi, apa yang harus dilakukan?

Baca juga: 6 Fakta Penting Diare pada Anak yang Mesti Ibu Tahu

MPASI Sebabkan Diare, Ibu Lakukan Hal Ini

Kekhawatiran berlebih ketika Si Kecil mengalami diare memang wajar dialami, apalagi oleh ibu baru. Diare saat memberikan MPASI merupakan hal yang wajar terjadi, untuk itu MPASI harus diberikan secara bertahap. Dimulai dari makanan yang bertekstur halus, hingga padat. 

Secara umum, MPASI yang pertama kali diberikan pada bayi adalah bubur serta buah-buahan yang bertekstur halus. Dalam hal ini, ibu bisa menghaluskan buah-buahan dengan diblender terlebih dulu.  Masing-masing menu MPASI sebaiknya diberikan dengan satu rasa. Hal ini bertujuan untuk perkenalan rasa murni pada bayi.

Tak hanya itu, MPASI satu rasa ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terjadi reaksi alergi atau diare ketika Si Kecil mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Dari masing-masing rasa, berikan Si Kecil selama 3 hari berturut-turut. Jika terjadi reaksi alergi atau diare, ibu dapat menggantinya dengan bahan makanan lain untuk sementara waktu.

Baca juga: Begini Mengatasi Diare Pada Anak. Jangan Sampai Salah, Ya!

Bahaya Diare pada Si Kecil

Ibu, jangan pernah menyepelekan penyakit diare pada bayi. Meski penyakit ini tidak seserius penyakit jantung bawaan, diare menjadi salah satu penyakit yang berakibat sangat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat. Terlebih jika penyakit ini dialami oleh balita. Penyakit ini merupakan penyebab utama malnutrisi pada balita akibat polusi air dan pencemaran makanan.

Umumnya diare disebabkan oleh rotavirus yang merupakan infeksi penyebab gangguan saluran pencernaan pada balita. Ketika mereka mengalaminya, nutrisi yang terdapat pada makanan tidak dapat terserap secara sempurna, sehingga keluar dalam bentuk cairan secara berlebihan. 

Tidak cocok konsumsi makanan saat MPASI bukan menjadi satu-satunya alasan diare pada bayi, mereka bisa saja mengidap bakteri, parasit atau virus dari benda-benda kotor di sekitarnya. Tak hanya itu, anak yang memiliki hobi memasukkan tangan ke dalam mulut juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya diare. 

Baca juga: Makanan yang Tepat saat Anak Diare

Langkah Pencegahan Diare pada Anak

Jika penyebab diare anak adalah makanan yang tidak cocok saat MPASI, berhenti mengonsumsinya untuk sementara waktu. Dalam hal ini, ibu dapat memberikannya kembali saat mereka beranjak besar. Ketika diare, tubuh mereka akan kehilangan banyak air dan elektrolit. Hal ini yang dapat menyebabkan Si Kecil dehidrasi. Tanda lain dapat dilihat dari:

  • Anak tampak lelah.

  • Mata tampak cekung.

  • Bibir tampak kering dan pecah-pecah.

  • Jarang buang air kecil.

  • Tidak mau minum atau makan.

  • Merasa gelisah dan rewel.

Ketika mereka mengidap diare, penting bagi ibu untuk memberinya banyak air dan mengajaknya beristirahat dengan cukup. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan makanan, minuman, dan pakaiannya. Jika dalam dua hari diare tak kunjung membaik, segera periksakan Si Kecil di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Atasi segera jika Si Kecil terlihat memiliki tanda-tanda dehidrasi akibat diare. Dehidrasi berat yang dialami bisa saja menyebabkan mereka mengalami kejang, bahkan kehilangan nyawa. Perhatikan kebutuhan cairannya, anak di bawah usia satu tahun membutuhkan air sebanyak 65-80 persen dari bobot tubuhnya sendiri.

Referensi:
Baby Centre. Diakses pada 2019. Diarrhoea in Babies.
WebMD. Diakses pada 2019. Diarrhea in Babies.