• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Juga Bisa Alami Hipertensi, Ini Penyebabnya

Anak Juga Bisa Alami Hipertensi, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
 Anak Juga Bisa Alami Hipertensi, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa masalah hipertensi hanya terjadi pada orang dewasa. Namun, kenyataannya hipertensi dapat terjadi pada orang di segala usia, termasuk anak-anak. Hipertensi pada anak di bawah usia 6 tahun biasanya disebabkan oleh kondisi medis. Penyebabnya hampir sama dengan yang dialami orang dewasa, yaitu kelebihan berat badan, asupan gizi yang buruk, dan kurang olahraga. 

Bagi orang dewasa, mungkin mudah untuk mengetahui apakah ia memiliki hipertensi hanya dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan membandingkannya dengan angka yang seharusnya. Meskipun anak-anak juga akan menjalankan tes yang sama, namun menafsirkan angkanya lebih rumit. Dokter akan menggunakan grafik berdasarkan jenis kelamin, tinggi badan, dan tekanan darah anak untuk menentukan apakah ia mengalami hipertensi atau tidak. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Penyebab Anak Mengalami Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada anak sering kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain, seperti kelainan jantung, penyakit ginjal, kondisi genetik atau kelainan hormonal. Anak yang lebih tua dan memiliki berat badan berlebih, lebih berisiko mengalami hipertensi primer. 

Faktor risiko anak mengalami hipertensi tergantung pada kondisi kesehatan, genetik, dan faktor gaya hidup. Berdasarkan faktor risikonya, hipertensi pada anak dibedakan menjadi:

  • Hipertensi Primer

Hipertensi primer dapat terjadi dengan sendirinya, tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Jenis hipertensi ini lebih sering terjadi pada anak yang usianya lebih tua, misalnya 6 tahun ke atas. Faktor risiko terjadinya hipertensi primer pada anak, yaitu:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas;
  • Memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi;
  • Memiliki diabetes tipe 2 atau kadar gula darah tinggi;
  • Memiliki kolesterol tinggi;
  • Terlalu banyak makan makanan bergaram;
  • Hispanik;
  • Berjenis kelamin laki-laki;
  • Terpapar asap rokok;
  • Kurang beraktivitas fisik.
  • Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi lain, dan memang lebih sering terjadi pada anak-anak. Penyebab dari hipertensi ini meliputi:

  • Penyakit ginjal kronis;
  • Penyakit ginjal polikistik;
  • Masalah jantung, seperti penyempitan parah (koarktasio) aorta;
  • Gangguan adrenal;
  • Hipertiroidisme;
  • Pheochromocytoma, tumor langka di kelenjar adrenal;
  • Penyempitan arteri ke ginjal (stenosis arteri ginjal);
  • Gangguan tidur (sleep apnea);
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Hipertensi meningkatkan beban kerja jantung, karena jantung harus memompa darah melalui pembuluh darah untuk melawan tekanan tinggi. Ketika jantung harus memompa lebih keras, ruang pompa (ventrikel kiri) jantung bisa membesar dan menebal. 

Jika tekanan darah tinggi tidak diketahui atau tidak segera ditangani, sisi kiri jantung bisa menjadi semakin besar atau lebih tebal (hipertrofi ventrikel kiri). Kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan penyakit arteri koroner dan kemungkinan serangan jantung. 

Jika tekanan darah tinggi tidak segera ditangani, maka dapat merusak arteri di ginjal sehingga menyempit dan menurunkan suplai darah ke ginjal. Apabila ginjal tidak dapat berfungsi secara normal, maka kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal. 

Hipertensi anak yang tidak terkontrol dari waktu ke waktu juga dapat merusak arteri yang membawa darah ke otak. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan dinding pembuluh melemah dan bahkan mungkin pecah, menyebabkan pendarahan di otak (stroke). 

Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi

Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat merusak mata dengan menyebabkan arteri menyempit dan berputar, sehingga menghambat suplai darah. Akhirnya, kondisi ini bisa mengakibatkan masalah penglihatan. 

Perlu orangtua ketahui bahwa serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke akibat hipertensi jarang terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun, masalah yang terjadi sejak masa kanak-kanak ini dapat memengaruhi kehidupan dan kesehatan anak hingga dewasa kelak.

Penting untuk mendiskusikan masalah hipertensi anak pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Bila perlu, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan atau perawatan tertentu yang terbaik untuk anak. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High blood pressure in children
WebMD. Diakses pada 2020. High Blood Pressure in Children
Kids Health. Diakses pada 2020. Hypertension (High Blood Pressure)