Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Halodoc, Jakarta - Termasuk salah satu gangguan kesehatan yang paling umum terjadi, tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah yang mengalir di dalam tubuh menjadi lebih tinggi atau di atas tekanan darah normal. Kondisi ini tidak bisa disepelekan, karena dapat memicu berbagai komplikasi berbahaya. Apa saja itu?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa tekanan darah yang normal adalah sekitar 100-140 mmHg untuk sistoliknya, dan 60-90 mmHg untuk diastoliknya. Jadi, seseorang akan didiagnosis mengidap tekanan darah tinggi jika hasil tensinya menunjukkan angka di atas 140/90.

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi terdiri atas 2 jenis, yaitu:

1. Hipertensi Primer

Hipertensi jenis ini terjadi karena alasan medis yang tidak bisa dipastikan. Biasanya, hipertensi primer terjadi karena dipicu oleh faktor-faktor non-medis seperti:

  • Stres.

  • Aktivitas yang berlebihan atau terlalu sedikit.

  • Gaya hidup yang tidak sehat.

  • Keturunan.

  • Depresi.

  • Beban pikiran yang berlebihan.

  • Kelelahan.

2. Hipertensi Sekunder

Berbeda dengan hipertensi primer, hipertensi sekunder terjadi karena pengaruh kondisi media yang jelas. Misalnya efek samping dari gangguan-gangguan pada organ tubuh, seperti ginjal atau arteri.

Baca juga: 4 Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Darah Tinggi

Pahami Berbagai Bahaya dan Komplikasi yang Mengintai

Tekanan darah tinggi tergolong kondisi yang serius, apalagi jika tidak terkontrol. Ada banyak risiko penyakit berbahaya yang mengintai. Berikut beberapa bahaya atau penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tekanan darah tinggi:

1. Serangan Jantung

Salah satu dampak buruk, yang juga mematikan, dari tekanan darah tinggi adalah serangan jantung. Tekanan darah yang tinggi pada pembuluh darah akan menimbulkan gangguan pada jantung, yang kemudian memicu terjadinya serangan jantung.

2. Stroke

Kamu mungkin sudah sering menjumpai orang yang terserang stroke akibat tekanan darah tinggi, bukan? Ya, hipertensi yang tidak terkontrol memang menjadi salah satu faktor risiko utama dari stroke. Oleh karena itu, jika kamu didiagnosis hipertensi, sebaiknya jaga pola makan dan pola hidup sehat, agar tekanan darah bisa terkendali dan risiko stroke pun bisa dihindari.

3. Retinopati Hipertensif

Indera penglihatan merupakan salah satu hal penting yang menunjang kehidupan kita sehari-hari. Sedikit saja mengalami penurunan fungsi, dampaknya bisa menjadi besar. Nah, tahukah kamu bahwa penurunan fungsi penglihatan ini juga bisa terjadi akibat tekanan darah tinggi? Kondisi ini bernama retinopati hipertensif, yaitu rusaknya pembuluh darah kecil pada mata akibat tekanan darah tinggi.

Baca juga: Makanan Asin Bisa Bikin Darah Tinggi, Kenali Faktanya

4. Penyakit Pembuluh Darah Arteri

Hipertensi juga dapat berdampak pada penyakit pembuluh darah arteri. Biasanya penyakit ini menyerang pembuluh darah arteri pada lengan dan tungkai, yang dapat menyebabkan :

  • Rasa pegal dan mudah lelah ketika berjalan kaki.

  • Menimbulkan kematian jaringan tungkai dan lengan (gangrene).

  • Menyebabkan kesemutan dan baal pada tungkai dan lengan.

5. Gangguan Ginjal

Salah satu dampak buruk dari hipertensi, terutama pada hipertensi yang tidak terkontrol adalah munculnya berbagai gangguan pada ginjal. Gangguan pada ginjal akibat tekanan darah tinggi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal, yang menimbulkan gejala-gejala seperti :

  • Bengkak pada kedua tungkai.

  • Terdapat darah dalam urine.

  • Terdapat protein pada urine.

  • Frekuensi buang air kecil menurun, akibat penurunan produksi urine.

  • Penurunan kadar hemoglobin dalam darah (anemia).

  • Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Baca juga: 3 Tips Olahraga untuk Pengidap Hipertensi

6. Sindrom Metabolik

Hipertensi juga dapat memicu terjadinya sindrom metabolik. Sindrom ini merupakan sekelompok kondisi yang mengganggu proses metabolisme tubuh. Kumpulan gejalanya terjadi dalam waktu yang bersamaan, yaitu:

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).

  • Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi).

  • Hiperkolesterolemia (kadar kolerterol tinggi).

  • Obesitas (kelebihan berat badan).

Itulah sedikit penjelasan tentang tekanan darah tinggi dan berbagai bahayanya. Jika kamu mengalami tanda-tanda yang telah dipaparkan tadi, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!