• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mengalami Paru-Paru Basah, Kapan Harus ke Dokter?

Anak Mengalami Paru-Paru Basah, Kapan Harus ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anak Mengalami Paru-Paru Basah, Kapan Harus ke Dokter?

“Pneumonia atau paru-paru basah memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa. Waspada apabila anak pilek dan batuk selama 7 hari atau lebih. Terutama jika mengalami kelelahan dan sulit bernapas, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.”

Halodoc, Jakarta – Paru-paru basah atau pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan parasit. Penyakit ini ditandai dengan pilek, gejala dimulai setelah 2 atau 3 hari pilek atau sakit tenggorokan. Lamanya waktu terpapar dan sakit akibat pneumonia (waktu inkubasi) bervariasi tergantung pada jenis virus atau bakteri penyebab infeksi.

Misalnya, jika seorang anak mengalami radang paru-paru karena pilek yang disebabkan oleh virus pernapasan, diperlukan waktu 4 sampai 6 hari untuk gejala muncul. Untuk virus flu, gejala terjadi setelah 18 hingga 72 jam.

Paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa bertahan 1 sampai 2 minggu. Umumnya, gejala membaik sekitar seminggu setelah minum antibiotik. Lantas, kapan anak yang mengalami paru-paru basa harus dibawa ke dokter?

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Pneumonia Bisa Terkena Empiema

Gejala Pneumonia pada Anak dan Waktu yang Tepat untuk Ke Dokter

Gejala paru-paru basah biasanya mirip dengan gejala flu biasa. Anak-anak cenderung lebih tangguh menghadapi gejalanya dibandingkan orang dewasa. Anak yang mengalami pneumonia dapat tetap makan dan tidur dengan normal, dan memiliki kebiasaan buang air besar yang normal.

Namun, perhatikan beberapa gejala utama pneumonia yaitu:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari tujuh hari.
  • Demam ringan.
  • Sakit kepala.
  • Menggigil atau tidak enak badan.
  • Penurunan nafsu makan pada anak yang lebih besar.
  • Nyeri dada atau tulang rusuk.
  • Sesak napas dalam kasus yang parah.
  • Mengi.

Anak yang mengidap pneumonia harus segera menemui dokter jika mengalami:

  • Mengalami kekurangan energi dalam waktu yang lama.
  • Mengalami kesulitan bernapas.
  • Mengalami perubahan signifikan dalam perilaku atau nafsu makan.

Pneumonia bisa semakin parah dalam waktu cepat, ini berbahaya pada anak kecil. Orangtua harus segera menjadwalkan kunjungan dokter spesialis paru-paru di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Pada kasus paru-paru basah, area paru-paru terinfeksi dan dipenuhi cairan. Cairan tersebut menyebabkan paru-paru terdengar berbeda dari paru-paru yang sehat saat anak bernapas. Dokter mungkin bisa mendengar suara berderak di paru-paru. Pemeriksaan rontgen dada mungkin juga diperlukan untuk mendiagnosis pneumonia yang dialami anak.

Merawat Anak yang Mengidap Pneumonia

Jika Si Kecil mengidap pneumonia, maka ia perlu banyak istirahat dan minum banyak cairan agar tubuh mampu bekerja untuk melawan infeksi. Apabila Si Kecil mengidap pneumonia bakteri dan dokter meresepkan antibiotik, berikan obat sesuai jadwal dan rekomendasi dokter.

Perawatan ini membantu anak pulih lebih cepat dan mencegah infeksi menyebar ke orang lain dalam keluarga. Jika terdapat mengi, dokter mungkin merekomendasikan menggunakan nebulizer atau inhaler

Tanyakan pada dokter sebelum menggunakan obat untuk mengobati batuk pada anak. Penekanan batu bisa menghentikan paru-paru membersihkan lendir, hal ini akan mengganggu kondisi anak dengan pneumonia. Sementara itu, obat batuk dan pilek bebas resep tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun. 

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Orangtua harus mengukur suhu anak setidaknya setiap pagi dan malam. Hubungi dokter jika suhunya di atas 38,9 derajat Celcius pada bayi atau anak yang lebih tua, atau di atas 38 derajat Celcius pada bayi di bawah 6 bulan. 

Periksa juga bibir dan kuku Si Kecil untuk memastikan warnanya kemerahan atau merah muda. Hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc jika waranya kebiruan atau abu-abu, yang menjadi tanda bahwa paru-paru tidak mendapatkan cukup oksigen. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Pneumonia. 
Healthy Children. Diakses pada 2021. Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Should Know About Walking Pneumonia in Kids