• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mudah Marah dan Tersinggung, Hati-Hati Gejala ODD

Anak Mudah Marah dan Tersinggung, Hati-Hati Gejala ODD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan anak-anak memang kadang-kadang sulit diatur dan cenderung suka melanggar peraturan. Perilaku tersebut mungkin saja hanyalah kenakalan anak-anak biasa. Namun, bila anak atau anak remaja ibu menunjukkan perilaku yang mudah marah, sering berdebat, menantang atau balas dendam terhadap orangtuanya atau orang dewasa lainnya, mungkin saja ia mengalami oppositional defiant disorder (ODD). Cari tahu gejala ODD lebih lanjut di sini.

Memahami ODD Pada Anak

Anak-anak yang mengalami ODD biasanya sering mengekspresikan penolakan terhadap sesuatu melalui perdebatan, ketidakpatuhan, ataupun menjawab balik ketika dinasehati. Bila gejala ODD tersebut sudah terlihat pada anak selama lebih dari enam bulan dan perilakunya sangat kontras dengan kebanyakan anak seusianya, dapat dipastikan bahwa Si Kecil mengidap gangguan penentangan oposisi atau ODD. Seorang anak dengan gangguan tersebut juga dapat menunjukkan perilaku kasar dan sering bertengkar dengan temannya hanya karena masalah sepele. Selain itu, ia juga akan berusaha melawan semua peraturan yang ada.

Tidak hanya sampai di situ, kebanyakan anak-anak dan remaja yang mengidap ODD pun memiliki masalah perilaku lainnya, seperti gangguan defisit perhatian, ketidakmampuan untuk belajar, gangguan suasana hati, hingga gangguan kecemasan. Pada beberapa anak, ODD dapat terus berkembang menjadi gangguan perilaku yang lebih serius atau disebut juga gangguan perilaku.

Sebagai orangtua, ibu tidak harus mengatasi gangguan pada anak tersebut sendirian. Mintalah bantuan pada ahli medis seperti dokter, ahli kesehatan mental profesional, dan pakar perkembangan anak juga untuk membantu mencari jalan keluar atas ODD yang dialami Si Kecil.

Perawatan untuk mengatasi perilaku ODD pada anak biasanya melibatkan keterampilan belajar untuk membantu membangun interaksi di dalam keluarga yang positif dan untuk mengelola perilaku yang bermasalah. Terapi tambahan dan juga obat-obatan mungkin juga diperlukan untuk mengobati gangguan yang berhubungan dengan masalah mental tersebut.

Baca Juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Gejala ODD pada Anak

Kebanyakan orangtua kadang-kadang kesulitan untuk mengenali perbedaan antara anak yang memiliki sifat yang keras atau emosional dengan anak yang mengidap ODD. Walau begitu, perilaku menantang yang ditunjukkan Si Kecil pada tahap-tahap perkembangan tertentu sebenarnya adalah hal yang normal.

Gejala ODD pada anak umumnya dimulai pada usia pra-sekolah. ODD kadang-kadang juga dapat berkembang di usia yang lebih dewasa, tapi biasanya hampir selalu terjadi sebelum tahun-tahun awal remaja. Gangguan perilaku ini menyebabkan kerenggangan hubungan yang signifikan dengan keluarga, penurunan kegiatan sosial, sekolah, hingga pekerjaan.

Baca juga: Anak Idap ODD, Apa yang Harus Dilakukan?

Salah satu gejala dari ODD adalah gangguan emosional. Hal tersebut umumnya terjadi paling tidak selama enam bulan. Perilaku marah dan mudah tersinggung biasanya ditunjukkan dalam bentuk:

  • Sering kehilangan kesabaran dengan mudah.

  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung oleh orang lain.

  • Sering marah dan kesal terhadap hal yang tidak jelas.

Gejala ODD pada anak yang menyangkut perilaku argumentatif dan menantang adalah:

  • Sering berdebat dengan orang dewasa atau orang yang berwenang.

  • Seringkali aktif menantang atau menolak untuk mematuhi permintaan atau aturan yang dibuat oleh orang dewasa.

  • Kerap dengan sengaja mengganggu atau membuat orang lain marah.

  • Sering menyalahkan orang lain atas kesalahan atau kelakuannya.

Gejala ODD pada anak dengan tipe balas dendam adalah:

  • Sering mendendam apabila seseorang membuat ia marah.

  • Kerap menunjukkan perilaku pendendam paling tidak dua kali dalam enam bulan terakhir.

Selain itu, gejala ODD pada anak yang terjadi dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya:

  • ODD ringan: Anak hanya menunjukkan gejala pada situasi tertentu saja, seperti di rumah, di sekolah, atau ketika bermain dengan teman-temannya.

  • ODD sedang: Anak menunjukkan gejala paling tidak di dua situasi yang berbeda.

  • ODD parah: Gejala terjadi pada tiga situasi atau lebih. Pada beberapa kasus, anak dengan ODD awalnya hanya menunjukkan gejala di rumah, tetapi lama-kelamaan lebih sering terjadi dan di beberapa situasi berbeda, seperti sekolah atau lingkungan sosial.

Baca juga: 5 Prosedur untuk Atasi Borderline Personality Disorder (BPD)

Itulah gejala ODD pada anak yang dapat terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Oppositional defiant disorder (ODD).