01 January 2019

Suka Marah-Marah Tanpa Sebab, Waspada Gangguan BPD

gangguan bpd, borderline personality disorder, gangguan kepribadian

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu punya teman yang sering marah-marah enggak jelas atau tanpa sebab? Atau justru kamu yang mengalaminya? Kemungkinan kamu mengalami gangguan BPD (borderline personality disorder) atau gangguan kepribadian ambang. Kondisi ini merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang sering berubah-ubah dan perilaku yang impulsif. Seseorang yang mengalami BPD memiliki cara pikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya.

Gangguan ini dapat mengakibatkan masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dalam keluarga dan lingkungan pekerjaan. Gangguan ini umumnya muncul pada periode menjelas usia dewasa. Dengan penanganan berupa psikoterapi dan pemberian obat, borderline personality disorder dapat diatasi seiring dengan bertambahnya usia.

Gejala gangguan kepribadian ini biasanya muncul pada usia remaja menjelang dewasa dan dapat bertahan hingga usia dewasa. Gejala yang muncul dapat berupa gejala yang ringan hingga berat. Gejala tersebut dapat digolongkan menjadi empat bagian, yang terdiri dari:

  • Kondisi suasana hati yang tidak stabil. Kondisi ini biasanya bertahan selama beberapa jam. Seperti merasa hampa atau kosong, serta kesulitan mengendalikan amarah.

  • Gangguan pola pikir dan persepsi. Seperti tiba-tiba memikirkan bahwa dirinya buruk dan merasa takut akan diabaikan, sehingga melakukan perbuatan yang ekstrim.

  • Perilaku impulsif. Perilaku ini cenderung membahayakan dirinya sendiri atau melakukan tindakan ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Contohnya melukai diri sendiri, mencoba bunuh diri, melakukan hubungan intim tanpa pengaman, penyalahgunaan alkohol, atau makan berlebihan.

  • Menjalin hubungan yang intens, tetapi tidak stabil. Kondisi ini ditandai dengan bisa sangat mengidolakan seseorang dan tiba-tiba menganggap orang tersebut bersikap kejam atau tidak peduli.

Namun, tidak semua pengidap BPD mengalami seluruh gejala tersebut. Sebagian hanya mengalami beberapa gejala. Tingkat keparahan, frekuensi, serta durasi terjadinya gejala bisa berbeda-beda pada setiap pengidap, tergantung pada kondisi gangguan yang dialami.

Sementara itu, penyebab pasti borderline personality disorder belum dapat diketahui dengan jelas. Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya kondisi ini adalah:

  • Lingkungan. Sejumlah faktor lingkungan yang negatif diduga dapat menimbulkan gangguan kepribadian ini. Contohnya adalah riwayat pelecehan dan penyiksaan semasa kecil, atau dicampakkan oleh orangtua.

  • Genetik. Menurut beberapa penelitian, gangguan kepribadian dapat diturunkan secara genetik.

  • Kelainan pada otak. Menurut penelitian, pengidap BPD memiliki perubahan struktur dan fungsi pada otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Pada pengidap BPD juga diduga terdapat kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi.

  • Ciri kepribadian tertentu. beberapa tipe kepribadian lebih berisiko untuk mengalami BPD misalnya kepribadian agresif dan impulsif.

Faktor-faktor di atas dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami BPD. Namun, bukan berarti seseorang pasti akan mengalami gangguan kepribadian BPD jika memiliki faktor risiko tersebut. BPD juga tidak mustahil dialami oleh seseorang yang tidak memiliki satu pun dari faktor risiko di atas.

Di samping itu, jika tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai, pengidap borderline personality disorder (BPD) berisiko mengganggu berbagai aspek dalam kehidupan pengidap. Misalnya seperti mengalami hubungan sarat konflik, sehingga mengakibatkan stres atau perceraian, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah hukum, hamil tanpa direncanakan, serta kematian akibat bunuh diri.

Selain gangguan dalam kehidupan, pengidap BPD ini juga berisiko mengalami gangguan mental lainnya, seperti :

  • Depresi.

  • Penyalahgunaan alkohol atau NAPZA.

  • Gangguan kecemasan.

  • Gangguan bipolar.

  • Gangguan makan.

  • PTSD.

  • ADHD.

Jika kamu melihat terdapat gejala gangguan BPD ini pada keluarga atau temanmu, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: