25 July 2018

Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orang Tua

anak tantrum

Halodoc, Jakarta - Anak tantrum memang tak jarang membuat ayah dan ibu menjadi stres dan frustasi dalam menghadapinya. Padahal, tantrum atau luapan emosi Si Kecil yang disertai dengan mengamuk, menangis menjerit-jerit, berteriak-teriak hingga berguling-guling di lantai adalah tanda perkembangan yang normal. Saat anak menunjukkannya pada ibu atau ayah, artinya ia sedang berusaha memberi tahu jika suasana hatinya sedang tidak baik atau dirinya sedang sangat kesal.

Biasanya, tantrum terjadi ketika anak sedang merasa lelah, tidak nyaman, lapar, atau tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tak jarang ibu atau ayah menegur dengan memarahi, padahal cara ini tidak benar dan justru membuat Si Kecil semakin menangis dan berteriak.

Tantrum mulai tampak pada tahap kedua perkembangan anak, ketika ia mulai mengenal dan belajar bicara. Semakin mahir ia berbicara, maka tantrum ini perlahan akan semakin berkurang. Yuk, simak sisi positif tantrum untuk orang tua berikut ini!

Tantrum Membuat Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Saat ibu dan ayah mendapati anak sedang mengamuk, dengarkan apa yang membuat ia menjadi demikian, bukan malah membiarkan, meninggalkannya sendirian, bahkan memarahinya. Tantrum adalah sebuah proses yang akan mendekatkan ayah dan ibu dengan sang buah hati. Mendengarkan isi hati sang anak akan membantu ibu dan ayah memberikan penjelasan terbaik bagaimana untuk menolak atau memberikan Si Kecil pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan apa yang ia inginkan.

Tantrum Memberi Tahu Orang Tua Akan Perasaan Anak

Sedini mungkin, ajari anak untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Jangan dimarahi apabila anak tantrum dan menangis kencang, karena ini adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kesal yang terpendam. Biasanya, setelah menangis atau marah-marah, suasana hati Si Kecil akan membaik perlahan-lahan.

Baca juga: Tips Menghadapi Anak yang Sedang Ngambek

Tidak selalu apa yang menjadi keinginannya harus dituruti demi mengurangi kebisingan akibat tantrum tersebut, terlebih jika ia sedang berada di pusat perbelanjaan atau keramaian. Tantrum tidak mengganggu orang lain jika ibu atau ayah tahu bagaimana mengatasinya, bukan hanya didiamkan dan ditinggalkan begitu saja demi membuat anak lebih tenang.

Tantrum Mengajari Anak untuk Belajar Soal Batasan Perilaku

Tantrum bisa saja menjadi senjata andalan anak dalam membujuk ayah dan ibu agar membelikan atau memberikan semua hal yang ia inginkan. Inilah saatnya ibu dan ayah perlu bersikap tegas. Sekali lagi, bukan dengan memarahi, tetapi tegas dalam mengatakan tidak pada Si Kecil. Dengan begitu, anak akan lebih tahu batasan dalam merengek dan meminta apa yang menjadi keinginannya.

Tantrum Membantu Anak Belajar Mengendalikan Diri

Tantrum juga menjadi cara anak untuk mendapatkan perhatian dari ayah dan ibu. Selain itu, dengan mengungkapkan kekesalan, amarah, dan rasa frustasinya, anak akan terbebas dari beban dan tekanan yang membuat emosinya tersulut sehingga ia marah-marah. Studi menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik adalah ketika anak merasa relaks, dan kondisi ini bisa didapatkan setelah anak melepaskan amarahnya. Tak hanya itu, dari sini pun anak bisa lebih mengerti jika tantrum bukan menjadi cara yang tepat untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang tua.

Baca juga: Anak Mau Menang Sendiri? Begini Cara Meredam Egonya

Itu tadi beberapa sisi positif anak tantrum untuk pertumbuhan sang anak sekaligus pemahaman bagi orang tua. Namun, apabila tantrum yang ditunjukkan Si Kecil sudah melebihi batas kewajaran, ibu dan ayah bisa bertanya pada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc yang telah ibu donwload terlebih dahulu di ponsel. Kapan saja ibu memiliki masalah kesehatan atau membutuhkan bantuan dalam membeli obat dan vitamin, gunakan saja aplikasi Halodoc.