Anak Tiru Orangtua, Ini Sikap Baik yang Sering Dilupakan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Anak Tiru Orangtua, Ini Sikap Baik yang Sering Dilupakan

Halodoc, Jakarta - Peribahasa "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" mungkin ungkapan tepat untuk menggambarkan hubungan antara anak dan orangtua. Anak-anak terlahir sebagai kertas kosong, dan kita sebagai orangtua kadang lupa bahwa kita yang dijadikan sebagai contoh dan 'mewarnai' kertas kosong tersebut. Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati dalam bersikap di depan anak dan menerapkan pola asuh kepada anak.

Sebaiknya tidak perlu heran mengapa anak-anak kadang bertingkah laku tidak sopan atau tidak pantas. Bisa jadi ini merupakan akibat dari perbuatan kurang baik yang anak tiru dari kita. Nah, supaya anak tidak bersikap yang aneh-aneh, apalagi kepada orang lain, sebaiknya orangtua mencontohkan beberapa sikap baik ini demi membentuk pribadi anak yang baik, di antaranya:

Baca juga: Melatih Sopan Santun Pada Anak

  • Tunggu Dipersilahkan Masuk Saat Bertamu ke Rumah Orang Lain

Kadang anak suka sekali mengetuk pintu atau membunyikan bel pintu masuk saat bertamu ke rumah orang. Parahnya lagi, ketika pintu akhirnya dibuka, anak-anak biasanya menerobos masuk tanpa mengatakan salam atau diminta untuk masuk. Lain waktu, saat kamu dan anak sedang bertamu ke rumah orang lain, contohkan pada anak untuk bersabar sambil menunggu di pintu. Minta juga anak untuk mengetuk satu atau dua atau satu kali bel pintu. Jika sedang bermain ke rumah kerabat, hal ini bisa dimaklumi. Tetapi saat masuk ke rumah orang lain seperti tetangga, sebaiknya kita mengajarkan anak untuk sopan. 

  • Ajari Anak Menyapa Orang Dewasa dengan Tepat

Latihlah cara menyapa orang dewasa dengan panggilan yang pantas. Pasalnya menyapa orang dewasa lain harus dilakukan dengan sopan. Kamu bisa mengajarinya melalui permainan peran. Berpura-puralah menjadi orang yang berbeda dan mintalah anak menanggapi perkenalan dengan sapaan dan ucapan yang benar. Dengan begini, ia bisa lebih nyaman saat harus menyapa orang dewasa, seperti dengan memanggil dengan sapaan paman, bibi, tante, atau om. Jika dia belum pernah bertemu dengan orang dewasa, pastikan mereka membuat perkenalan dengan baik. 

Baca juga: Awas, 7 Perilaku Anak yang Tak Boleh Diabaikan

  • Bertindak Sebagaimana Tamu Saat Berkunjung ke Rumah Orang Lain

Kadang beberapa anak merasa nyaman di rumah teman atau saudara sehingga mereka bisa saja segera berlari ke kamar teman, halaman belakang, atau bagian lain dari rumah tanpa izin terlebih dahulu. Bahkan jika itu hanya di tempat nenek, anak harus dibiasakan untuk meminta izin saat hendak memasuki ruangan tertentu. Dia tidak boleh menyentuh apa pun kecuali dia diizinkan. Dari mengeluarkan mainan hingga menangani benda-benda dekoratif, seorang anak harus menghormati rumah orang lain dan bertindak sebagaimana tamu. 

  • Saat Bertamu, Pastikan Hanya Makan dan Minum Sesuatu yang Dibolehkan

Saat masuk ke rumah teman atau orang lain, kadang anak-anak suka menjelajahi dapur atau bahkan membuka lemari es orang lain. Ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dihentikan. Jika minuman belum ditawarkan segera, ingatkan anak bahwa ia harus sopan dengan cara menunggu daripada meminta sesuatu segera. Jika minuman ditampilkan atau ditawarkan secara langsung, yang terbaik adalah untuk tidak makan atau minum kecuali tuan rumah telah mengundang semua orang untuk memakannya.

  • Ajarkan Anak untuk Membantu Pemilik Rumah Saat Bertamu

Menawarkan bantuan untuk membereskan camilan atau mengatur meja akan selalu dihargai oleh pemilik rumah saat kita bertamu. Dorong anak-anak untuk membantu menuangkan keripik dalam mangkuk atau mengatur kue di atas nampan, untuk mengatur meja atau membersihkan sesudahnya. Meminta bantuan untuk mengeringkan atau mengatur hidangan setelah makan juga merupakan sikap yang murah hati dan hal dasar yang seharusnya dilakukan saat bertamu.

Baca juga: 7 Tips Sederhana untuk Mendisiplinkan Anak

Untuk tips parenting lain, kini ibu bisa bertanya pada dokter ahli di Halodoc. Cukup gunakan smartphone dan chat dokter Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Basic Manners Kids Often Forget.