Anemia Megaloblastik Memicu Terjadinya Kanker Lambung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anemia Megaloblastik Memicu Terjadinya Kanker Lambung

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin familiar dengan penyakit anemia. Anemia adalah kelainan darah ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari normal. Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah, jaringan dan organ tidak mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Baca Juga: Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

Tahukah kamu bahwa anemia ada banyak jenisnya? Pernahkah kamu tentang anemia megaloblastik? Apa perbedaan anemia megaloblastik dengan anemia biasa? Anemia megaloblastik dikenal sebagai anemia defisiensi folat yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang terlalu besar dari bentuk normal. Katanya, seseorang yang mengalami kondisi ini berisiko mengidap kanker lambung. Apa alasannya?

Alasan Anemia Megaloblastik Memicu Kanker Lambung

Anemia megaloblastik muncul ketika sel darah merah tidak diproduksi dengan benar. Karena sel-selnya terlalu besar, mereka mungkin tidak dapat keluar dari sumsum tulang untuk memasuki aliran darah dan mengirimkan oksigen. Lantas, apa hubungannya dengan kanker lambung? Sel-sel tertentu dalam lapisan perut umumnya membuat zat yang disebut faktor intrinsik (IF). IF dibutuhkan oleh tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi.

Orang-orang yang tidak memiliki cukup IF bisa mengalami kekurangan vitamin B12 yang tentunya memengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat sel-sel darah merah baru. Terganggunya pembuatan sel-sel darah merah menyebabkan masalah-masalah lain juga. Kurangnya sel darah merah berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Beberapa gejala anemia megaloblastik ternyata berhubungan dengan masalah pencernaan yang disebabkan defisiensi vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 ternyata memicu kerusakan saraf dan masalah neurologis. Bila kondisi ini dibiarkan, anemia megaloblastik akan memicu penurunan kekuatan tulang dan perkembangan kanker lambung.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

Gejala Anemia Megaloblastik

Gejala anemia megaloblastik yang paling umum adalah kelelahan. Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang, namun gejala umumnya adalah:

  • Sesak napas;

  • Kelemahan otot;

  • Kulit pucat;

  • Lidah bengkak (glossitis);

  • Kehilangan nafsu makan;

  • Penurunan berat badan;

  • Diare;

  • Mual;

  • Detak jantung cepat;

  • Lidah menjadi halus atau lembut;

  • Kesemutan di tangan dan kaki;

  • Mati rasa pada ekstremitas.

Kalau kamu mengalami gejala yang mirip seperti di atas, periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Kini buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi, kamu dapat mengetahui estimasi waktu giliran masuk, sehingga kamu tidak harus duduk lama-lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di Halodoc.

Pencegahan Kanker Lambung pada Pengidap Anemia Megaloblastik

Pengidap anemia megaloblastik yang disebabkan karena kekurangan vitamin B-12 atau folat dapat mengatasi gejala-gejalanya dan merasa lebih baik dengan perawatan berkelanjutan dan suplemen nutrisi. Kondisi ini berisiko menyebabkan kanker lambung, pengidap anemia megaloblastik perlu rutin melakukan cek kesehatan. Tes genetik tersedia untuk menentukan apakah pengidap memiliki mutasi genetik MTHFR. 

Baca Juga: Kenali 4 Fakta Penting Mengenai Cek Darah

Bicaralah dengan dokter bila kamu melihat tanda-tanda anemia sehingga kamu dan dokter dapat membuat rencana perawatan dan membantu mencegah kerusakan permanen.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Megaloblastic Anemia.
American Cancer Society. Diakses pada 2019. Stomach Cancer Risk Factors.