• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Batu Ginjal pada Anak

Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Batu Ginjal pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Antibiotik Bisa Tingkatkan Risiko Batu Ginjal pada Anak

Halodoc, Jakarta - Batu ginjal adalah kondisi yang sangat menyakitkan dan cukup berbahaya jika tidak segera diatasi. Salah satu pemicunya ini bisa datang dari hal yang tidak kamu duga sebelumnya, yakni penggunaan antibiotik yang tidak sesuai petunjuk dokter. 

Obat ini biasanya hanya diresepkan oleh dokter ketika tubuh terinfeksi bakteri, dan ada petunjuk penggunaan yang harus benar-benar dituruti guna memaksimalkan khasiat antibiotik. Jika tidak, ada berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi, salah satunya adalah meningkatnya risiko batu ginjal, bahkan pada anak-anak dan remaja. 

Lantas, apa alasan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai petunjuk bisa meningkatkan risiko batu ginjal? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut!

Baca juga: Apa Saja Tanda Alergi Obat Antibiotik dan Bagaimana Penanganannya?

Hubungan Batu Ginjal dan Konsumsi Antibiotik

Pakar kesehatan berpendapat bahwa terjadinya resistensi antibiotik bisa menyebabkan pengobatan yang dilakukan jadi tidak optimal, dan salah satu sebabnya adalah karena konsumsi antibiotik yang tidak selesai atau tidak tuntas. Studi yang telah dipublikasikan di Journal of American Society of Nephrology ini menyimpulkan bahwa anak-anak dan remaja lebih rentan mengalami batu ginjal, terlebih jika mereka baru pertama kali mengonsumsi antibiotik.

Meski begitu, meningkatkan risiko dan jumlah pengidap batu ginjal di kalangan anak dan remaja ini memang masih belum ditemukan penyebab utamanya. Hanya saja, Michele Denburg selaku pakar kesehatan lain berpendapat bahwa konsumsi antibiotik memang cukup berperan sebagai salah satu penyebabnya. Kondisi ini disebabkan karena pemberian dosis antibiotik pada anak dan remaja yang justru lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa.

Di dalam tubuh, antibiotik mampu mengubah komposisi mikroba. Pengubahan komposisi pada bagian usus dan kantung kemih inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan batu ginjal. Meski begitu, masih diperlukan studi lanjutan yang mendalam untuk membuktikan simpulan ini.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Antibiotik?

Pentingnya Mengatasi Batu Ginjal Sejak Dini

Terlepas dari apapun penyebabnya, batu ginjal tetap perlu mendapatkan penanganan sedini mungkin. Batu yang terbentuk di dalam ureter atau ginjal ini pasti akan membuat aktivitas menjadi tidak nyaman, terlebih ketika akan buang air kecil. Ukurannya pun beragam, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar buah anggur. Bayangkan jika kamu harus mengeluarkan butiran tersebut ketika kencing, pasti akan sangat sakit rasanya.

Pengidap batu ginjal juga tidak akan mengalami keluhan serius jika ukurannya masih sebesar butiran pasir, karena biasanya butir ini akan ikut terbuang ketika buang air kecil tanpa menimbulkan rasa sakit. Namun, semakin besar ukurannya, batu ginjal akan mulai menimbulkan gejala serius, seperti mual, sulit buang air besar dan munculnya rasa sakit pada bagian saluran pembuangan.

Oleh karena itu, demi menghindari terjadinya batu ginjal, sebaiknya lakukan tips berikut:

  • Penuhi asupan air putih sebanyak delapan gelas setiap hari agar produksi urine tetap lancar.
  • Usahakan untuk mengurangi asupan garam, protein, dan nitrogen.
  • Hindari asupan vitamin C berlebihan, terlebih jika itu berasal dari suplemen tambahan.
  • Hindari asupan kalsium berlebihan.

Memang, kebenaran batu ginjal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal pada anak dan remaja masih perlu dibuktikan dengan penelitian lanjutan. Meski begitu, hendaknya hal ini bisa membuat orang tua lebih bijak dalam memberikan antibiotik pada anak. Jangan sampai pemberiannya tidak berdasarkan anjuran dokter, karena bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh anak.

Baca juga: Kurang Minum Air Bisa Sebabkan Batu Ginjal

Nah, jika kamu melihat anak mengalami gejala mirip batu ginjal, maka jangan tunda lagi untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Kini buat janji di rumah sakit juga lebih mudah karena kamu bisa buat janji lewat aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu jadi tak perlu lagi repot antre. Praktis bukan? Tunggu apa lagi, segera buat janji dokter di rumah sakit hanya di Halodoc


Referensi:
Children's Hospital of Philadelphia. Diakses pada 2021. Study Finds Link Between Antibiotics and Kidney Stones.
Healthline. Diakses pada 2021. Are Your Antibiotics Giving You Kidney Stones?
Web MD. Diakses pada 2021. Antibiotics Tied to Higher Kidney Stone Risk.