Melewatkan Vaksin Rotavirus, Apa Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Melewatkan Vaksin Rotavirus, Apa Dampaknya?

Halodoc, Jakarta - Rotavirus adalah jenis virus penyebab diare yang biasanya menyerang bayi dan anak-anak. Diare akibat infeksi virus ini kadang-kadang disertai muntah, sakit perut, dan demam.

Sebagian besar anak dapat pulih dengan perawatan rumahan dalam beberapa hari. Namun, ada pula beberapa kasus infeksi rotavirus menyebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi ekstrem, sehingga perlu dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Awas, Anak Anda Terserang Rotavirus. Inilah Ciri-Cirinya

Sejak diperkenalkan ke dalam program vaksinasi, vaksin rotavirus telah mencegah lebih dari 70 persen kasus infeksi rotavirus. Vaksin ini diberikan secara oral dalam dua dosis, yakni untuk bayi berusia 8 dan 12 minggu, yang bersamaan dengan vaksinasi rutin lainnya.

Penyakit rotavirus sangat menular. Kuman yang terkandung dalam tinja orang yang terinfeksi  dapat tetap hidup untuk waktu yang lama pada permukaan yang terkontaminasi, termasuk tangan manusia. Anak-anak bisa memperolehnya hanya dengan menyentuh sesuatu yang terkontaminasi dan kemudian meletakkan tangan di mulut mereka.

Penyebaran infeksi rotavirus adalah masalah yang sering terjadi di rumah sakit dan di tempat penitipan anak, di mana virus dapat dengan mudah menyebar dari anak ke anak. Ini juga mudah menyebar oleh pekerja penitipan anak, terutama ketika mereka mengganti popok tanpa mencuci tangan sesudahnya.

Cara Kerja Vaksin Rotavirus

Vaksin ini mengandung strain rotavirus yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin membantu Si Kecil untuk membangun kekebalan, sehingga pada saat mereka bersentuhan dengan rotavirus peluang Si Kecil mendapatkan penyakit rendah. Vaksin rotavirus terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kekebalan Si Kecil terhadap infeksi rotavirus. Sejak diperkenalkannya vaksin rotavirus pada tahun 2013, kasus infeksi rotavirus turun hingga 69 persen.

Baca Juga: Inilah Cara Pencegahan dan Penanganan Rotavirus

Ada dua merek vaksin rotavirus, yakni RotaTeq (RV5) dan Rotarix (RV1). Kedua vaksin tidak diberikan melalui suntikan, melainkan secara oral. Satu-satunya perbedaan dari kedua jenis vaksin tersebut adalah jumlah dosis yang diberikan.

Vaksin RotaTeq biasanya diperlukan tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Sedangkan rotarix hanya membutuhkan dua dosis, yakni pada 2 bulan dan 4 bulan. Vaksin rotavirus tetap aman diberikan bersamaan dengan jenis vaksin lainnya.

Apa Dampak Melewatkan Vaksin Rotavirus?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rotavirus menyebabkan diare yang mudah menyerang bayi dan anak-anak. Melewatkan vaksin ini dapat meningkatkan risiko penularan pada bayi dan anak-anak. Terlebih, daya tahan tubuh bayi dan anak-anak belum terbentuk sempurna, sehingga rentan terserang berbagai virus dan bakteri.

Seberapa Amankah Vaksin Rotavirus?

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa vaksin rotavirus aman. Rotarix telah digunakan secara luas di banyak negara, termasuk Belgia, Finlandia, Austria, dan Kanada, selama 5–6 tahun dan tidak ada masalah yang muncul.

Apa Efek Samping dari Vaksin Rotavirus?

Sebagian besar bayi yang telah diberikan vaksin ini tidak mengalami masalah atau efek samping lainnya. Beberapa bayi yang telah diberikan vaksin mungkin menjadi gelisah (rewel), mudah tersinggung, dan beberapa mungkin mengalami diare ringan pada hari-hari setelah vaksinasi. Peluang bayi terinfeksi rotavirus setelah divaksinasi tentu masih ada, tapi persentasenya sangat kecil. Kalaupun terjadi, penyakit biasanya lebih ringan daripada bayi yang belum mendapat vaksinasi.

Baca Juga: Ini Bedanya Rotavirus dan Norovirus, Virus yang Sama-Sama Sebabkan Diare


Jika ibu punya pertanyaan mengenai kesehatan Si Kecil, jangan ragu untuk bertanya ke dokter anak Halodoc. Klik fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!